Breaking News
light_mode
Kamis, 27 Agustus 2026
Beranda » Terkini » PAGAMA Sampang Bersinergi Wujudkan Indonesia Mandiri Garam

PAGAMA Sampang Bersinergi Wujudkan Indonesia Mandiri Garam

  • account_circle Ruang Mujiono
  • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Suara riuh rendah diskusi memenuhi Sekretariat Pemuda Garam Madura (PAGAMA) Kabupaten Sampang saat puluhan tokoh pemuda, akademisi, dan pelaku ekonomi setempat bersatu mendeklarasikan dukungan penuh terhadap Perpres Nomor 17 Tahun 2025. Deklarasi bersejarah ini menjadi penanda dimulainya babak baru dalam upaya percepatan swasembada garam nasional yang ditargetkan tercapai pada 2027 mendatang. Kamis, (31/7/2025).

Aziz, ketua PAGAMA Sampang yang karismatik, dengan semangat menyampaikan bahwa momentum ini merupakan titik balik bagi petambak garam tradisional di pesisir Madura. “Kami yakin target swasembada bukan sekadar wacana, tapi bisa menjadi kenyataan jika semua pihak bergerak bersama,” ujarnya dengan mata berbinar. Namun dibalik optimisme tersebut, ia tak menampik berbagai rintangan berat yang harus dihadapi, terutama dari sisi alam dan teknologi produksi yang masih tertinggal.

Produksi garam di gugusan pulau Madura yang mengandalkan metode tradisional ternyata menyimpan masalah kronis yang sudah puluhan tahun belum terpecahkan. Ketergantungan pada terik matahari sebagai satu-satunya metode evaporasi membuat produktivitas garam nasional menjadi sandera cuaca. Data terbaru Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap fakta mencengangkan: saat kebutuhan garam nasional melonjak ke angka 4,9 juta ton di tahun 2025, produksi dalam negeri hanya mampu menyediakan kurang dari setengahnya.

Musim hujan yang semakin tidak menambah panjang daftar persoalan. Kabar buruknya, sebagai negara tropis dengan curah hujan tinggi, Indonesia sulit menghindari kenyataan pahit ini. “Kami sering hanya bisa pasrah ketika musim penghujan datang lebih awal,” keluh Aziz sambil mengenang musim produksi yang gagal tahun sebelumnya. Tidak hanya cuaca, keterbatasan lahan tambak garam yang semakin menyempit akibat alih fungsi lahan turut memperparah keadaan.

Di tengah keputusasaan, secercah harapan muncul dari perkembangan teknologi pengolahan garam modern. Aziz dengan antusias menjelaskan potensi besar teknologi desalinasi yang mampu menghasilkan garam berkualitas tinggi tanpa tergantung pada cuaca. “Dengan sistem tertutup, kami bisa memproduksi sepanjang tahun,” ujarnya penuh keyakinan. Namun wajahnya kembali berkerut ketika menyentuh masalah biaya investasi yang masih terlalu berat untuk kantong petambak kecil.

Solusi kreatif pun mengemuka. Pemanfaatan rejected brine atau air limbah PLTU yang selama ini terbuang percuma menjadi gagasan brilian. Perhitungan kasar menunjukkan potensi 1,8 juta ton garam bisa dihasilkan dari sumber terabaikan ini. “Ini bisa menutup 40% kebutuhan impor kita,” tegas Aziz dengan logika yang sulit terbantahkan. KKP sendiri telah merespon positif berbagai inovasi ini dengan memetakan lokasi-lokasi strategis untuk pengembangan produksi garam nasional.

Persoalan klasik harga kembali menghantui. Fakta pahit menunjukkan harga garam impor yang jauh lebih murah telah mematikan pasar garam lokal. “Petambak kita terjepit,” ujar Aziz dengan nada prihatin. Ironisnya, industri besar seperti petrokimia dan farmasi justru lebih memilih garam impor karena alasan kualitas dan kontinuitas pasokan.

Di sinilah peran pemerintah dinilai krusial. Kebijakan protektif dan insentif teknologi menjadi harapan terakhir para petambak. “Kami butuh level playing field yang adil,” tekan Aziz. KKP telah berjanji akan secara bertahap mengurangi kuota impor garam konsumsi sebagai langkah awal menuju kemandirian.

Semangat muda PAGAMA Sampang menjadi energi positif dalam gerakan nasional ini. Mereka tidak hanya berpangku tangan, tetapi aktif menjembatani petambak tradisional dengan perkembangan teknologi terbaru. “Kami sedang merintis sekolah lapang untuk petambak,” ungkap Aziz tentang salah satu program konkret mereka.

Dukungan akademisi pun tidak kalah penting. Berbagai penelitian tentang peningkatan kualitas garam lokal terus digalakkan. Sinergi tiga pilar inilah yang diyakini akan membawa Indonesia keluar dari jerat impor garam. “2027 bukan akhir perjalanan, tapi awal dari kemandirian sejati,” tutup Aziz penuh keyakinan.

  • Penulis: Ruang Mujiono

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurukan Baity Jannaty

    Izin Kadaluwarsa, Proyek Pengurukan Baity Jannaty di Damarsi Diduga Langgar Aturan dan Rugikan Warga

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Polemik proyek pengurukan lahan perumahan Baity Jannaty Green Park/ Realty, di Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, kini memanas. Aktivitas truk pengangkut material terus berlangsung, meski surat rekomendasi pemanfaatan jalan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo sudah kadaluwarsa sejak akhir Desember 2024. Rekomendasi bernomor 600.1.7.3/1490/438.5.3/2024 yang diterbitkan […]

  • Lagu baru Rosé dan Bruno Mars berjudul APT

    Kolaborasi Emas Rosé dan Bruno Mars dalam Lagu “APT” Mengguncang Dunia Musik

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Dunia musik kembali dihebohkan dengan perpaduan suara emas dua penyanyi papan atas, Rosé BLACKPINK dan Bruno Mars. Kolaborasi mereka dalam lagu “APT” telah berhasil memikat hati penggemar musik di seluruh dunia. Lagu yang dirilis pada 18 Oktober lalu ini langsung meroket di berbagai tangga lagu internasional dan menjadi perbincangan hangat di media […]

  • Evaluasi Kinerja BUMD Jawa Timur

    Golkar Jatim Minta BUMD Mandul Dievaluasi untuk Dongkrak PAD

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jawa Timur meminta dilakukan Evaluasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) yang tidak mampu memberikan kontribusi signifikan pada pendapatan asli daerah ( PAD ) provinsi Jawa Timur. Sikap Fraksi Golkar ini Mustikasari disampaikan juru bicaranya Aulia Hany Mustikasari pada rapat paripurna DPRD Jatim, senin (29/9). Selain masalah […]

  • Zodiak cerdas

    Punya Otak Cerdas? Cek 5 Zodiak Ini! Siapa Tahu Kamu Salah Satunya!

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernah gak sih kamu ngerasa kalau ada beberapa orang yang kayaknya punya otak encer banget? Atau mungkin kamu sering iri sama teman yang gampang banget ngerti pelajaran baru? Nah, ternyata kecerdasan seseorang itu bisa dilihat dari zodiaknya lho! Ada beberapa zodiak yang dikenal punya cerdas, memiliki kepintaran di atas rata-rata. Penasaran siapa […]

  • Film Heartbreak Motel

    Film “Heartbreak Motel”, Laura Basuki Terperangkap Toxic Relationship Reza Rahadian

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Heartbreak Motel adalah film drama Indonesia terbaru yang dibintangi oleh Laura Basuki, Reza Rahadian, dan Chicco Jerikho. Dari novel populer karya Ika Natassa dan Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara, pasti akan menjadi film yang membuat pembaca novel Ika Natassa serta penonton tidak sabar menunggu film ini rilis. Sinopsis Film Heartbreak Motel Film […]

  • Tips Makeup Anti Luntur

    Tips Makeup Anti Luntur, Rahasia Tampil Flawless Seharian

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bayangkan situasi ini: Kamu sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan riasan yang sempurna. Namun, beberapa jam kemudian, makeup mulai luntur, dan wajah tampak seperti lukisan abstrak yang terkena hujan. Frustrasi, bukan? Tenang, kamu tidak sendirian! Banyak dari kita menghadapi masalah makeup yang cepat luntur, terutama di iklim tropis yang panas dan lembap. Tapi […]

expand_less