Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Fakta LKPJ ke Perkada: Anggaran Sidoarjo Terhambat, Aspirasi Masyarakat Tersandera

Fakta LKPJ ke Perkada: Anggaran Sidoarjo Terhambat, Aspirasi Masyarakat Tersandera

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id — Ketegangan politik melanda Kabupaten Sidoarjo setelah DPRD secara resmi menolak Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024. Ini pertama kalinya terjadi dalam dua dekade terakhir, mengguncang ranah politik lokal.

“Ini bukan soal politik, ini soal akuntabilitas dan fungsi DPRD,” tegas Abdillah Nasih, Ketua DPRD Sidoarjo, Kamis (7/8/2025), dalam wawancara pers.

Penolakan ini menimbulkan potensi diberlakukannya Peraturan Kepala Daerah (Perkada), menggantikan Perda dalam menjalankan anggaran pembangunan.

Hari itu, Nasih menerima dua kelompok massa: @WAS (Aliansi Warga Sidoarjo) dan Non Blok, yang menyuarakan kekhawatiran akan dampak politik ini pada masyarakat. Kedua kelompok menolak dituding berpihak pada DPRD maupun eksekutif.

“Apa yang terjadi kemarin di Paripurna adalah bagian dari fungsi pengawasan terhadap eksekutif,” jawab Nasih kepada massa.

Thole, perwakilan @WAS, mengingatkan, “Kami berharap DPRD dan pemerintah menjunjung tinggi aturan, komunikasi publik, dan etika bernegara, jangan sampai rakyat kembali jadi korban pertarungan kekuasaan elit seperti tahun 1999”.

Sementara Luddy pendekar aktivis kelompok Non Blok, menyitir puisi satir KH. Mustofa Bisri (Gus Mus): “Kau ini bagaimana? Kau suruh aku memilih kamu, sekarang sudah kupilih kau berbuat semaumu”.

Ia melanjutkan dengan nada sarkastik, “Kalau ini berlanjut sampai pembahasan APBD, mbok rasane koyok Tjitibeh, mati siji mati kabeh. Maksudku, nek mati, sampeyan ae sing mati, awak dewe ojok.”

Penolakan LKPJ disebut DPRD berdasarkan temuan Badan Anggaran atas deviasi belanja dan capaian pembangunan.

Proyek fisik mangkrak, serapan anggaran rendah, dan program prioritas terlambat.

Di lapangan, dampaknya terasa, jalan rusak, bantuan UMKM tertahan, dan program stunting tak berjalan.

“Kami ingin tahu bagaimana DPRD bisa menjamin pelayanan publik nantinya tidak sampai terganggu,” kata Badrus Zaman, aktivis 98 sekaligus Ketua Nelayan Sidoarjo.

Baca Juga  Pilkada Tabanan: Dugaan Intimidasi Politik Tak Menghalangi Semangat Warga Desa Kediri Dukung Mulyadi-Sengap

Dr. Ubaidillah, akademisi dari Umsida, dari kelompok Non Blok menilai, “Kalau produk Perkada ya tidak bisa maksimal. Kalau bicara rugi, ya semua rugi. Pemkab rugi, dewan ikut rugi, warga juga rugi”.

Menurutnya, ini bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang mau mendengar suara rakyat.

Ia mengingatkan, “Ketika dua gajah bertarung, jangan sampai rumput yang tumbuh di bawahnya mati terinjak”.

Meski begitu, Abdillah Nasih meyakinkan publik, bahwa penerapan Perkada tidak serta-merta merugikan rakyat. DPRD masih dapat melakukan pengawasan, bahkan lebih intensif jika terjadi pelanggaran.

“Kalau DPRD menerima LKPJ, maka muncul Perda. Kalau kita menolak LKPJ muncullah Perkada. Tapi kalau menghendaki tanpa hak penolakan dewan supaya tidak ada Perkada, ya hapuslah undang-undangnya dulu,” ujar Nasih.

Dasar penolakan DPRD ini merujuk pada UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, PP No. 13 Tahun 2019, dan Tata Tertib DPRD yang memberi kewenangan memberikan rekomendasi positif atau negatif terhadap LKPJ.

Wahyu Lumaksono, Wakil Ketua Fraksi Golkar, yang mendampingi Nasih dalam audiensi kedua kelompok pengunjuk rasa itu mengatakan, soal penolakan LKPJ Bupati kapan lalu, sudah dipikirkan oleh parlemen dan mempertaruhkan nama parpolnya masing – masing dihadapan rakyat.

“Kami nggak mungkin dalam memutuskan penolakan itu. Ya tentu kami bertanggung jawab atas putusan itu, dan tetap berusaha bagaimana DPRD mengawal agar proses PAK nantinya bis tetap berjalan,” tandas Wahyu.

LKPJ Ditolak, Perkada Bergerak, Dana Rakyat Tersendat

Pemkab tetap menyusun anggaran tahun depan, tapi harus mempertimbangkan rekomendasi DPRD. Kritik DPRD bisa menjadi bahan evaluasi gubernur, bahkan Kementerian Dalam Negeri.

Namun, Pemkab tak bisa lagi mengusulkan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) melalui Perda.

Baca Juga  Keadilan Rakyat Menang Telak Menurut UU Melawan Kekuasaan Tiran Pembongkaran Tembok Mutiara Regency

Satu-satunya jalan adalah Perkada, tanpa persetujuan DPRD. Mekanisme ini berisiko memperlambat serapan anggaran.

Karena proses revisi dan relokasi jadi lebih rumit, serta pengadaan barang dan jasa rawan tertunda.

Meski begitu, Ketua DPRD Abdillah Nasih menekankan, bahwa solusi tetap ada. DPRD mengusulkan Forum Mediasi Pembangunan Daerah, yang melibatkan kampus, tokoh agama, LSM, dan lembaga pengawas seperti BPK dan KPK. Forum ini akan menjembatani komunikasi antara legislatif dan eksekutif.

“Sehingga ketika tidak terjadi persetujuan kemudian menjadi PAK, maka Perkada itu bisa dijadikan dasar untuk melaksanakan PAK,” ujar Nasih.

Etika Politik dan Masa Depan Pembangunan

Ubaidillah menyoroti penolakan LKPJ ini bukan semata-mata prosedural, melainkan mencerminkan krisis kepercayaan antara eksekutif dan legislatif. Perkada memang sah, tapi tidak cukup adaptif menghadapi kebutuhan baru.

Menurutnya, pembangunan bisa stagnan, layanan publik terganggu, dan daya serap anggaran rendah.

Badrus Zaman menambahkan, meski fungsi kontrol DPRD sah, risiko politiknya jelas: legitimasi melemah, pembangunan terhambat, dan aspirasi rakyat tak bisa dieksekusi karena tak masuk skema Perkada.

Kelompok Non Blok menyimpulkan, “Perkada bukan solusi ideal”. Jalan keluar satu-satunya adalah rekonsiliasi politik, kembali ke meja dialog untuk menyepakati Perda PAK, demi pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat.

Hariadi, yang juga pendekar aktivis kelompok Non Blok khawatir, penolakan LKPJ Bupati kemarin telah memantik Aparat Penegak Hukum (APH), bisa Jaksa, Polisi, atau KPK, untuk bergerak meringsek menindaklanjuti atas temuan materi dugaan – dugaan parlemen atas kebocoran anggaran 2024.

“Bila tidak, maka Sidoarjo bisa jatuh dalam jebakan demokrasi prosedural, yang seolah sah di atas kertas, tapi gagal menghadirkan perubahan di akar rumput,” tutup Badrus.

Baca Juga  TNI dan Warga Kedondong Bahu Membahu Bangun Ketahanan Sungai Desa
  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refli Skin solusi perawatan kulit terbaik

    Rahasia Kulit Glowing dengan Refli Skin

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kulit yang sehat dan bercahaya (Glowing) adalah impian banyak orang. Di tengah banyaknya produk perawatan kulit di pasaran, Refli Skin muncul sebagai salah satu solusi yang paling banyak diminati. Mengapa? Karena Refli Skin tidak hanya menawarkan hasil yang nyata, tetapi juga memadukan bahan-bahan alami dengan teknologi terkini. Seperti yang dikatakan oleh seorang […]

  • Jadwal film Qodrat 2

    Jadwal Tayang Film Qodrat 2 di Bioskop Surabaya, Vino G. Bastian Lawan Teror Baru!

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – “Qodrat 2” siap menghadirkan teror yang lebih mencekam dan aksi yang lebih memacu adrenalin. Vino G. Bastian kembali memerankan Ustadz Qodrat, seorang ahli rukiah yang harus menghadapi kekuatan jahat yang lebih dahsyat dari sebelumnya. Kali ini, Ustadz Qodrat tidak hanya berjuang untuk menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang terdekatnya yang terancam bahaya. Film […]

  • HUT Mahkamah Agung Ke 81

    Pengadilan Tinggi Jatim Peringati HUT MA RI ke- 81: Denyut Peradilan Luhur di Jawa Timur Memperkuat Asa Keadilan Bangsa Indonesia

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Gelak tawa warga Pengadilan Tinggi Jawa Timur pecah saat undian doorprize utama menggelegar di ruang C3-01 Aula Pengadilan Tinggi Jatim. Selain itu, suasana hangat jalan sehat menjadi rangkaian kegiatan HUT Mahkamah Agung RI. Di tengah undian doorprize berubah mendadak menjadi hening nan khidmat, ketika layar raksasa menampilkan pidato resmi Ketua Mahkamah Agung […]

  • Pilkades Sidoarjo Regulasi Lemah

    Sorotan Akademisi, Marak Pelanggaran Pilkades Sidoarjo Banyak Celah Lemah Regulasinya

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pada Minggu, 24 Mei 2026, agenda serempak coblosan di TPS Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di seluruh Sidoarjo, yang merupakan titik awal format pemilihan baru, penentuan mencari sosok kepala desa di Sidoarjo. Pelaksanaan Pilkades serentak di 80 desa, di Kabupaten Sidoarjo, namun menuai banyak sorotan tajam dari kalangan akademisi ilmu hukum UWK (Univ. Wijaya […]

  • MAN Surabaya Cegah Judi Online

    MAN Surabaya Luncurkan Program Anti Judol, Bekali 430 Siswa Baru dengan Literasi Digital dan Moderasi Beragama

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Langkah progresif ditempuh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya dalam menyambut tahun ajaran baru. Sebanyak 430 siswa baru yang lolos seleksi akan mengikuti Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) mulai 14 hingga 17 Juli 2025, sebuah angka yang melebihi kuota penerimaan yang ditetapkan sebelumnya. Program ini tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi […]

  • Oppo Find X8S

    Oppo Find X8S dan X8S Plus Smartphone Flagship 2025 dengan Charging 80W dan Chipset Dimensity 9400+

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Oppo kembali mempersiapkan kejutan besar di tahun 2025 dengan meluncurkan Oppo Find X8S dan Oppo Find X8S Plus. Dua smartphone flagship ini tidak hanya menawarkan desain kompak yang ergonomis, tetapi juga didukung oleh teknologi charging 80W SuperVOOC yang super cepat. Dengan chipset MediaTek Dimensity 9400+, Oppo Find X8S siap menjadi salah satu smartphone […]

expand_less