Ruang.co.id – Barcelona dan AC Milan mulai bergerak aktif menjelang bursa transfer musim panas. Dua raksasa Eropa itu mengincar pemain Bayern Munich dengan pendekatan berbeda. Di satu sisi, Barca memantau Leon Goretzka. Di sisi lain, Milan masih bermimpi mendatangkan Kim Min-jae.
Saya melihat pola yang menarik di sini. Klub-klub besar tak lagi agresif soal dana. Mereka kini bermain strategi, relasi, dan momentum kontrak.
Barcelona Pantau Leon Goretzka Lewat Faktor Hansi Flick
Barcelona memasukkan nama Leon Goretzka ke dalam daftar pantauan mereka. Informasi ini datang dari Sky Germany melalui Florian Plettenberg. Barca siap bergerak jika Goretzka benar-benar berstatus bebas transfer pada musim panas.
Hubungan personal menjadi faktor penting. Goretzka memiliki relasi sangat kuat dengan Hansi Flick. Keduanya pernah bekerja sama intens di Bayern dan Timnas Jerman. Flick paham karakter, etos kerja, dan fleksibilitas sang gelandang.
Selain itu, faktor tanpa biaya transfer jelas menggoda Barcelona. Dengan kondisi finansial yang masih ketat, pemain gratis berpengalaman menjadi solusi ideal.
Namun demikian, saya melihat satu tantangan besar. Lini tengah Barcelona sudah padat. Goretzka harus bersaing dengan profil teknis yang berbeda. Meski begitu, pengalaman dan fisiknya tetap bernilai.
Barcelona bukan satu-satunya peminat. Napoli ikut memantau perkembangan Goretzka. Klub Italia itu mencari gelandang berpengalaman untuk menjaga stabilitas Eropa.
Persaingan ini membuat keputusan Goretzka semakin krusial. Ia kini berada di fase karier yang menuntut kepastian menit bermain.
AC Milan Masih Bermimpi Datangkan Kim Min-jae
AC Milan belum menyerah pada mimpi lama mereka. Klub Merah Hitam kembali mengaitkan diri dengan Kim Min-jae. Informasi ini diungkap Sempre Milan dan La Gazzetta dello Sport.
Masalahnya jelas: uang. Milan hampir tak punya anggaran transfer tanpa menjual pemain. Karena itu, mereka hanya mempertimbangkan skema murah atau pinjaman.
Kim Min-jae dinilai sebagai bek ideal. Ia pernah menjuarai Serie A bersama Napoli. Ia juga memahami kultur sepak bola Italia. Dari sisi teknis, ia masuk kategori bek kelas dunia.
Kendala terbesar terletak pada gaji. Kim menerima sekitar €9 juta bersih per tahun di Bayern. Angka ini terlalu tinggi untuk Milan.
Bahkan dalam skema pinjaman, Bayern harus ikut menanggung gaji. Hingga kini, raksasa Jerman itu belum membuka pintu negosiasi.
Kimmich, Mesin Umpan Bayern di 2025
Joshua Kimmich kembali menunjukkan kelasnya. Data WhoScored mencatat, ia menjadi gelandang dengan open play passes terbanyak sepanjang 2025.
Statistik ini menegaskan satu hal. Bayern masih memiliki fondasi kuat di lini tengah. Namun, ironisnya, beberapa nama besar justru tersingkir dari rencana jangka panjang klub.
Nkunku Condong Bertahan di AC Milan
Isu kepindahan Christopher Nkunku ke Fenerbahce mulai meredup. Sky Germany menyebut sang pemain memilih bertahan di Milan.
Belum ada kesepakatan dengan klub Turki tersebut. Selain itu, Nkunku merasa proyek Milan masih sejalan dengan ambisinya.
Real Madrid Ikut Pantau Adam Wharton
Real Madrid ikut masuk dalam perburuan Adam Wharton. Gelandang Crystal Palace itu dihargai lebih dari €70 juta.
Madrid melihat Wharton sebagai opsi alternatif untuk Tchouaméni. Ia juga bisa memberi ruang bagi Arda Güler bermain lebih ofensif.
Namun persaingan sangat ketat. Manchester City, Liverpool, United, dan Chelsea ikut mengincar sang pemain muda.
Amorim Resmi Dipecat Manchester United
Manchester United resmi memecat Ruben Amorim. Sky Germany mengonfirmasi keputusan tersebut pada awal Januari.
Darren Fletcher kini mengambil peran interim. Klub menilai tak ada perkembangan signifikan di bawah Amorim. Manajemen tetap memegang kendali penuh dalam struktur baru.
Bursa Transfer Eropa Kian Sarat Strategi
Jika saya simpulkan, bursa kali ini bukan soal belanja besar. Klub elite kini bermain cerdas. Mereka memanfaatkan kontrak, relasi pelatih, dan peluang gratis.
Barcelona, Milan, hingga Madrid menunjukkan pendekatan modern. Mereka sabar, kalkulatif, dan penuh perhitungan.
Musim panas nanti jelas akan panas. Namun, bukan karena uang semata—melainkan karena strategi.

