Ruang.co.id – Pesta olahraga bulu tangkis Prewar CUP 2026 resmi menutup tirai setelah menyemarakkan kota Surabaya selama sepekan penuh. Turnamen bulu tangkis bergengsi yang digelar di Marvell Badminton Court pada 11-17 Januari lalu, sukses menyedot perhatian komunitas badminton dari berbagai penjuru. Senin (19/01/2026). Berbagai kategori, dari A-B hingga F, dipertandingkan dengan semangat sportivitas tinggi. Namun, sorotan utama justru jatuh pada kategori C, dimana sebuah kemenangan kejutan berhasil diciptakan oleh perwakilan dari klub yang tidak begitu mendominasi perbincangan sebelumnya.
Gelar juara 1 kategori C tersebut berhasil dibawa pulang oleh dua pebulu tangkis tangguh, Iman Surya dan Satya Lamzah yang akrab dipanggil Tobing. Duet andalan PB Garis Keras yang bermarkas di Perumahan Citra Harmoni, Sidoarjo ini, tampil seperti dark horse atau kuda hitam yang memukau sepanjang turnamen. Mereka berhasil mencatatkan nama sebagai pemenang turnamen yang paling mengejutkan, mengandalkan chemistry dan strategi permainan yang matang.
Perjalanan menuju gelar juara turnamen ini sama sekali tidak mulus bagi ganda Surya-Tobing. Sejak babak penyisihan, mereka sudah dihadapkan pada lawan-lawan dengan kualitas permainan yang sangat tangguh. Setiap partai merupakan pertarungan sengit yang menguras tenaga dan pikiran. Puncak dari semua perjuangan itu adalah partai puncak atau final turnamen yang mempertemukan mereka dengan pasangan dari PB KSA, yaitu Fandy Ahmad dan Hadi Wijaya. Suasana laga final saat itu benar-benar memicu adrenalin.
Pertandingan final berlangsung dalam suasana yang sangat ketat dan seimbang, menyuguhkan rubber set yang penuh ketegangan dan kejutan. Kedua pasangan saling menyerang dan bertahan, menunjukkan kualitas pertandingan bulu tangkis yang sesungguhnya. Akhirnya, setelah pertarungan sengit, kemenangan tipis berhasil diraih oleh pasangan dari Sidoarjo tersebut. Mereka unggul dengan selisih yang amat minim, sebuah bukti nyata betapa berimbangnya kualitas kedua finalis di kejuaraan badminton ini.
Pasca kemenangan bersejarah itu, perasaan lega dan syukur mendalam diungkapkan oleh salah satu pahlawan kemenangan, Satya Lamzah atau Tobing. Ia dengan rendah hati mengakui bahwa faktor keberuntungan sedikit berpihak pada timnya di partai final yang sangat sulit ditebak itu. “Puji Tuhan kami sedikit beruntung bisa jadi juara karena, pertandingan sangat ketat dan seimbang,” ujar Tobing, mengisyaratkan betapa sulitnya meraih gelar juara 1 tersebut. Rekan setimnya, Iman Surya, juga menyuarakan hal serupa.
Iman Surya mengaku timnya sama sekali tidak menduga akan meraih hasil maksimal di turnamen Prewar CUP ini. Kualitas semua lawan yang dihadapi, dari awal hingga akhir, dinilainya sangat tinggi dan memberikan tantangan luar biasa. Di balik prestasi membanggakan ini, Surya menyampaikan pesan yang lebih bernilai tentang semangat kebersamaan. “Kami ucapkan terima kasih buat penyelenggara dan semua peserta. Karena dengan kejuaraan ini kita bisa silaturahmi sesama komunitas badminton dan semoga bisa melahirkan atlet badminton masa depan,” kata Surya. Pernyataannya menegaskan bahwa event olahraga seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wahana pemersatu dan pencari bakat.
Kemenangan kejutan ini tidak hanya bergaung di dalam arena Marvell Badminton Court, tetapi juga turut membahana di lingkungan tempat tinggal sang juara. Wisnu, yang menjabat sebagai Ketua RW 7 di Perumahan Citra Harmoni, tidak menyembunyikan rasa bangganya atas prestasi warga yang begitu membanggakan ini. Ia melihat pencapaian ini sebagai sebuah inspirasi nyata bagi seluruh masyarakat sekitar, khususnya bagi generasi muda yang gemar berolahraga.
Sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur, Wisnu sudah menyiapkan rencana untuk mengadakan acara khusus. “Alhamdulillah atas prestasi ini dan semoga ilmu badmintonnya bisa ditularkan ke anak-anak dan generasi muda. Akan kita siapkan syukuran buat pak Surya dan pak Tobing,” ujar Wisnu. Rencana syukuran kejuaraan ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi simbol dukungan komunitas dan upaya untuk menularkan semangat sportif serta minat olahraga bulu tangkis kepada anak-anak, menciptakan bibit atlet masa depan dari lingkungan yang paling dekat. Kemenangan ini pun menemukan makna sejatinya: sebagai pemantik semangat dan penguat tali persaudaraan.

