Persebaya Surabaya Coret 6 Pemain Jelang Putaran Kedua Super League 2025/2026

Dime Dimov Ketika Memperkuat Persebaya Surabaya di putaran Pertama Super League 2025 - 2026. (Instagram : @dime_dimov)
Dime Dimov Ketika Memperkuat Persebaya Surabaya di putaran Pertama Super League 2025 - 2026. (Instagram : @dime_dimov)
Ruang Wawan
Ruang Wawan
Print PDF

Ruang.co.id – Persebaya Surabaya mengambil keputusan besar menjelang putaran kedua Super League 2025/2026. Manajemen klub langsung mencoret enam pemain dari skuad utama. Langkah ini menandai awal era baru bersama pelatih Bernardo Tavares.

Manajemen Persebaya menyampaikan keputusan tersebut lewat pernyataan resmi klub. Klub juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pemain selama membela Green Force.

Persebaya tidak lagi memasukkan Diego Mauricio, Dejan Tumbas, Dime Dimov, Rizky Dwi Pangestu, Kadek Raditya, dan Rendy Oscario dalam rencana tim.

Klub Pangkas Anggaran Hingga Rp 18,68 Miliar

Keputusan ini langsung berdampak pada keuangan klub. Berdasarkan nilai pasar pemain, Persebaya Surabaya memangkas anggaran hingga Rp 18,68 miliar.

Manajemen klub memprioritaskan stabilitas finansial dalam kebijakan ini. Persebaya ingin membangun tim yang kompetitif tanpa mengorbankan keseimbangan keuangan.

Efisiensi tersebut memberi ruang bagi klub untuk bergerak lebih leluasa pada bursa transfer.

Dime Dimov Catat Nilai Pasar Tertinggi

Dari enam pemain yang hengkang, Dime Dimov mencatat nilai pasar tertinggi, sekitar Rp 6,08 miliar. Persebaya sebelumnya mendatangkan Dimov untuk memperkuat lini belakang, namun skema permainan tim berubah.

Diego Mauricio menyusul dengan nilai pasar Rp 3,91 miliar. Sementara itu, Dejan Tumbas berada di angka Rp 3,48 miliar.

Tiga pemain tersebut menyumbang porsi terbesar dalam total efisiensi klub.

Pemain Lokal Lengkapi Daftar Efisiensi

Persebaya juga melepas Kadek Raditya yang memiliki nilai pasar Rp 2,61 miliar. Klub mengambil langkah ini demi menjaga keseimbangan komposisi skuad.

Selain itu, Rizky Dwi Pangestu dan Rendy Oscario masing-masing memiliki nilai pasar sekitar Rp 1,30 miliar. Jika dijumlahkan, keenam pemain tersebut menghasilkan efisiensi total Rp 18,68 miliar.

Bonek Sambut Positif Kebijakan Klub

Keputusan manajemen memunculkan beragam reaksi dari Bonek. Namun, mayoritas suporter mendukung arah baru yang klub tempuh.

Baca Juga  Viktor Gyokeres Dipantau Manchester United: Ruben Amorim Buka Suara Soal Potensi

Banyak Bonek menyampaikan ucapan terima kasih dan doa terbaik kepada para pemain. Dukungan ini memperlihatkan kepercayaan suporter terhadap proses yang klub jalani.

Bernardo Tavares Tekankan Kompetisi Internal

Bernardo Tavares menjelaskan alasan teknis di balik perombakan skuad. Ia menilai kekuatan tim lahir dari persaingan sehat di setiap posisi.

“Tim kuat membutuhkan kompetisi internal. Setiap posisi harus memiliki dua atau tiga pemain yang saling bersaing,” ujar Bernardo Tavares.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecepatan, duel udara, dan kedalaman skuad. Selain itu, Tavares memberi perhatian besar pada kekompakan ruang ganti.

Ruang Datangkan Pemain Baru Terbuka Lebar

Langkah perombakan ini membuka peluang bagi kedatangan pemain baru. Dengan anggaran lebih longgar, Persebaya Surabaya bisa merekrut pemain yang sesuai dengan karakter dan filosofi tim.

Putaran kedua Super League 2025/2026 menjadi momentum penting bagi Green Force. Efisiensi Rp 18,68 miliar ini menjadi fondasi awal transformasi Persebaya menuju tim yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.