Drama Revitalisasi Alun Alun Sidoarjo, Ada Murka dan Ancaman hingga Jadi Ikon Cantik dan Kado HUT ke-167

Alun Alun Sidoarjo Baru
Sempat molor dan bikin murka! Kini Alun-Alun Sidoarjo tampil estetik dengan Amphitheater. Kado indah HUT ke-167 Sidoarjo. Foto: Nurudin
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang co.id – Revitalisasi Alun Alun Sidoarjo kini telah memasuki babak akhir. Setelah melalui proses pengerjaan intensif sejak pertengahan tahun 2024, wajah baru pusat kota “Delta” ini dijadwalkan segera dibuka untuk umum.

Rampungnya revitalisasi Alun Alun Sidoarjo menjadi angin segar bagi masyarakat, sekaligus kado istimewa menjelang Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 yang diperingati pada 31 Januari 2026.

Proyek strategis ini tidak hanya menghadirkan wajah baru pusat kota, tetapi juga diharapkan menjadi ikon kebanggaan serta ruang terbuka publik yang nyaman dan representatif.

“Dalam rangka persiapan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo, kami memastikan kebersihan dari sisa sampah proyek sekaligus melengkapi fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan dan menghibur masyarakat. Ini kami siapkan sebagai kado terbaik untuk HUT Kabupaten Sidoarjo ke-167,” terang Vira Murti Krida Laksmi, Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo.

Zona amphitheater, merupakan salah satu daya tarik utama (landmark) dalam proyek revitalisasi Alun Alun Sidoarjo yang baru saja rampung pada awal 2026. Area ini dirancang bukan cuma sebagai penghias Alun Alun, melainkan sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya masyarakat Sidoarjo.

Amphitheater ini mengadopsi desain gelanggang terbuka, dengan tribun bertingkat yang melingkar. Material yang digunakan didominasi oleh kombinasi batu alam dan beton yang dipoles rapi, memberikan kesan modern namun tetap kokoh.

Letaknya terintegrasi dengan zona hijau di sekitarnya. Tanpa adanya pagar pembatas, area ini terasa sangat luas dan menyatu dengan taman-taman kecil di sekelilingnya.

Pada malam hari, zona ini dilengkapi dengan sistem pencahayaan dekoratif (spotlight) yang menyoroti area panggung dan tribun, menjadikannya lokasi yang sangat Instagrammable.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memplot area ini sebagai tempat pertunjukan seni dan kebudayaan, konser musik skala kecil, hingga pameran komunitas.

Baca Juga  Aksi Solidaritas 1000 Lilin Menyeruak Hening di Sidoarjo, untuk Tewasnya Alfian Pengemudi Ojol Terlindas Rantis Brimob

Tribun amphitheater diperkirakan mampu menampung ratusan orang dalam posisi duduk santai. Saat tidak ada acara resmi, area ini sering digunakan warga sebagai tempat duduk-duduk sambil menikmati suasana pusat kota.

Area ini dirancang agar ramah bagi semua kalangan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, dengan akses jalan yang landai di sisi-sisi tertentu.

Zona amphitheater ini terletak di sisi dalam Alun Alun, yang secara administratif berada di pusat kota (depan Masjid Agung Sidoarjo). Mengingat Alun Alun baru dibuka resmi pada akhir Januari 2026, area ini menjadi titik kumpul paling populer bagi kaum muda dan komunitas kreatif lokal.

Agar pengunjung betah berlama-lama di area amphitheater, Pemkab Sidoarjo juga membangun beberapa fasilitas pendukung di zona tersebut antara lain: Dekat dengan Monumen Jayandaru. Posisi amphitheater berada tidak jauh dari ikon utama Monumen Jayandaru, sehingga pengunjung bisa melihat kemegahan monumen tersebut dari tribun.

Fasilitas pendukung lainnya, Konektivitas Jalur Pedestrian. Terdapat jalur berjalan kaki yang lebar, yang menghubungkan amphitheater langsung ke area olahraga luar ruangan (outdoor fitness) dan zona bermain anak.

Fasilitas pendukung selanjutnya yang tak kalah penting yakni tentang kebersihan dan keamanan. Area ini masuk dalam pengawasan rutin petugas kebersihan dan keamanan 24 jam, untuk memastikan fasilitas publik ini tidak disalahgunakan atau cepat rusak.

Meski pekerjaan fisik utama telah selesai, masih terdapat pekerjaan lanjutan yang menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Salah satunya adalah penanganan kebersihan, terutama membersihkan sisa-sisa material proyek serta memastikan kesiapan fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Revitalisasi Alun Alun Sidoarjo sempat mengalami kemoloran waktu pengerjaan. Tercatat dalam rekam jejak digital, Bupati Subandi pernah sidak di penghujung 2025 sempat marah – marah memuncak pada kontraktornya, hingga menyilakan Aparat Penegak Hukum (APH) Sidoarjo masuk untuk menyelidiki dugaan – dugaan subyektif.

Baca Juga  Revitalisasi Alun-Alun, Wabup Sidoarjo Harap Jadi Sarana Edukasi Ruang Publik bagi Semua Kalangan

Inspektorat dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) pun sempat diperintahkan untuk mengaudit proyek revitalisasi ini. Bachrul Amig, mantan Kepala DLHK, sepertinya menjadi korban pelampiasan amarah bupati, Ia digeser kini menduduki meja Asisten II kantor Pemkab. Sidoarjo.

Namun kini, wajah baru kawasan Alun Alun Sidoarjo tampil cantik memesona, dan diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari ruang rekreasi keluarga, olahraga ringan, hingga kegiatan sosial dan budaya. Keberadaan ruang terbuka hijau ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Menjelang peringatan hari jadi, DLHK menyiapkan langkah strategis dengan menurunkan tenaga kebersihan tambahan dan melengkapi fasilitas umum di 12 titik lokasi.

Fokus utama adalah memastikan kebersihan, kenyamanan, serta keamanan kawasan agar siap digunakan masyarakat saat perayaan HUT berlangsung.

Dengan rampungnya revitalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap Alun Alun dapat menjadi ruang interaksi sosial sekaligus simbol kemajuan kota.