Ruang.co.id – Bulan Ramadan menjadi momentum berbagi bagi Komunitas Pendakian U-50 Jawa Timur. Mereka menggelar aksi sosial pembagian takjil di depan basecamp, Gedung Andika Plaza Jl. Simpang Dukuh 38, Surabaya, Minggu sore (1/3/2026). Ratusan bungkus takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan warga sekitar yang tengah menanti waktu berbuka.
Puluhan anggota U-50 kompak mengenakan atribut komunitas. Mereka turun langsung ke jalan, menyapa masyarakat dengan senyum ramah sembari membagikan paket takjil. Aksi ini membuktikan bahwa kepedulian sosial tidak hanya milik organisasi formal, tetapi juga komunitas hobi seperti pecinta alam.
Ketua Pendakian U-50 Jawa Timur, Mei Siswanti, mengkonfirmasi bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan. Ia bersyukur antusiasme masyarakat dan anggota sangat tinggi.
“Alhamdulillah, seratusan takjil habis dalam waktu kurang dari satu jam. Ini murni inisiatif anggota, tidak ada paksaan. Kami ingin menunjukkan bahwa pendaki juga punya hati untuk berbagi dengan sesama, terutama di bulan suci,” ujar Mei Siswanti di sela-sela kegiatan.
Mei menambahkan, komunitasnya tidak berhenti hanya pada pembagian takjil. Rangkaian kegiatan Ramadan masih akan berlanjut dengan santunan anak yatim. “Besok, tanggal 14, kami akan memberikan santunan kepada 30 anak yatim di sekitar basecamp. Dana terkumpul dari kepedulian anggota Pendaki U-50 sendiri. Semua berdasarkan keikhlasan dan niat bersedekah,” jelasnya.

Anggota komunitas lainnya, Hendra, mengungkapkan kegembiraannya bisa terlibat langsung. Ia merasa kegiatan ini mempererat tali silaturahmi antaranggota. “Senang sekali bisa bertemu teman-teman dan berbagi dengan masyarakat. Rasanya berbeda dengan saat kita mendaki gunung, kepuasannya lebih terasa,” ungkapnya.
Setelah Ramadan, Pendaki U-50 telah merencanakan kegiatan sosial lanjutan. Pada April mendatang, bertepatan dengan anniversary komunitas, mereka akan menggelar aksi di Gunung Penanggungan Via BC Sumber Lumpang. Rencananya, kegiatan diisi dengan penanaman pohon dan pembagian sedekah bagi warga sekitar lereng gunung.
“Harapan kami, kegiatan ini semakin lancar dari tahun ke tahun. Antusiasme anggota terus meningkat. Semangat berbagi harus tetap dijaga, baik di basecamp, di jalan, maupun di puncak gunung nanti,” pungkas Mei.
Melalui aksi sederhana ini, Komunitas Pendaki U-50 membuktikan bahwa kebersamaan tidak hanya dirayakan di ketinggian. Hangatnya Ramadan justru terasa ketika mereka turun ke jalan, berbagi dengan sesama, dan menghadirkan senyum bagi yang membutuhkan.

