Breaking News
light_mode
Kamis, 20 Agustus 2026
Beranda » Politik » Subandi Menggoyang PKB Sidoarjo, Gelombang Penolakan Bermunculan

Subandi Menggoyang PKB Sidoarjo, Gelombang Penolakan Bermunculan

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id — Abdillah Nasik, Ketua DPRD Sidoarjo, yang juga Ketua PKB Sidoarjo, merespons langkah Subandi yang berupaya kembali ke DPC PKB Sidoarjo, melalui pendekatan politik dan komunikasi dengan tokoh partai dan sejumlah kyai, dalam dinamika internal menjelang Muscab, di Sidoarjo, Maret 2026.

Langkah politik Subandi kembali mencuat, setelah dia melakukan serangkaian komunikasi intensif dengan sejumlah tokoh partai dan kalangan kiai.

Aktivitas itu berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, beririsan dengan momentum Ramadan, yang kerap dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi politik, atau political outreach (pendekatan politik berbasis relasi sosial).

Gerilya politik tersebut tidak berjalan tanpa respons. Sejumlah kader dan pengurus PKB di tingkat cabang, hingga anak cabang mulai menyatakan sikap terbuka.

Mereka membangun konsolidasi internal, sebagai bentuk respons terhadap manuver yang dinilainya berpotensi mengganggu stabilitas organisasi.

Abdillah Nasik, yang akrab disapa Cak Nasik, menyebut dinamika tersebut sebagai bagian dari ekspresi politik yang sah, namun tidak menentukan arah keputusan partai.

“Itu hanya bunyi-bunyian atau cek sound. Semua orang punya hak. Jadi upaya dukung-mendukung tidak ada pengaruhnya, karena di Muscab nanti bukan pemilihan langsung,” ujarnya kepada Ruang.co.id pada Jumat (20/3/2026).

Ia menegaskan bahwa mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab) PKB tidak menggunakan sistem pemilihan terbuka. Penentuan kepemimpinan, dilakukan melalui penunjukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), setelah melalui tahapan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan, yang menilai integritas, loyalitas, serta rekam jejak kader.

“DPP dan DPW sangat jeli melihat kader terbaik. Loyalitas, integritas, dan rekam jejak akan dicermati dalam tahapan itu,” kata Nasik.

Dalam konteks internal, status Subandi menjadi sorotan. Nasik menyatakan bahwa pasca Pilkada sebelumnya, posisi Subandi tidak lagi tercatat sebagai kader aktif. “Sudah jelas, pasca Pilkada dulu bukan kader, bukan siapa-siapa di PKB,” ujarnya lagi.

Baca Juga  Plafon SDN 1 Sebani Setahun Dibiarkan Jebol: Disorot Bupati untuk Segera Perbaikan, Harapan Pendidikan Aman dan Layak

Di sisi lain, muncul pernyataan dari Forum Silaturahmi (Forsil) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sidoarjo, yang menyebut adanya aspirasi dari tingkat bawah.

Mereka menyampaikan bahwa, komunikasi yang terjadi selama ini merupakan silaturahmi biasa, bukan deklarasi dukungan politik formal.

Seorang perwakilan Forsil menyatakan, “Tidak ada dukung-mendukung calon. Yang ada aspirasi kader di tingkat kecamatan agar Subandi kembali memimpin PKB Sidoarjo,” ujarnya.

Namun, klaim tersebut segera mendapat bantahan dari sejumlah struktur partai lainnya. Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB dan organisasi sayap Perempuan Bangsa menegaskan bahwa, informasi mengenai dukungan kiai bersifat tidak akurat atau hoaks.

Mereka menyampaikan bahwa, struktur partai tetap mengikuti garis komando DPP, dan tidak terlibat dalam deklarasi dukungan individu.

Sikap itu juga disertai imbauan, agar tidak membawa nama organisasi keagamaan, dalam kepentingan politik praktis yang belum terverifikasi.

Penolakan lebih keras datang dari Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB Balongbendo. Ketua DPAC, Sony Widato, secara terbuka menolak kemungkinan kembalinya Subandi ke posisi strategis di partai.

“Tidak ada satupun pengurus DPAC yang mengusulkan. Kami tidak mengharapkan pengkhianat partai kembali memimpin,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pengurus di tingkat PAC dan PB Sidoarjo, juga menyuarakan penolakan dengan alasan menjaga disiplin organisasi. Mereka menilai bahwa konsistensi kader menjadi elemen utama dalam sistem kaderisasi partai.

“Kami ingin pemimpin yang lahir dari proses perjuangan bersama, bukan yang datang dan pergi demi kepentingan tertentu,” ujar Abah Usman, politisi kawakan PKB Sidoarjo, kepada wartawan.

Tidak dipungkiri, Subandi pernah menorehkan luka terhadap pengurus, politisi dan kader PKB Sidoarjo, ketika hengkang dari PKB, sejak Pilkada 2024. Luka akibat aksinya itu, hingga kini masih terngiang dan membuat trauma internal PKB Sidoarjo.

Baca Juga  Resmi Kantongi SK DPP, Khulaim Junaidi Tancap Gas Siapkan Strategi Kembalikan Kejayaan PAN Sidoarjo

Keputusan Subandi meninggalkan PKB Sidoarjo, pada momentum krusial Pilkada Sidoarjo 2024, menjadi titik awal retaknya hubungan dengan internal partai.

Saat itu, ia masih menjabat Ketua DPC PKB Sidoarjo, namun mundur mendadak di detik akhir pendaftaran calon, ketika proses penjaringan belum final, dan skema pasangan dari DPP masih disiapkan.

Langkah tersebut berlanjut dengan keputusan maju melalui koalisi partai lain seperti Golkar, Gerindra, dan Demokrat.

Dalam praktik politik, tindakan ini dikenal oleh politisi PKB, sebagai party switching, atau perpindahan kendaraan politik, yang kerap dipersepsikan sebagai pelanggaran loyalitas kader.

Konsekuensinya, PKB menjatuhkan sanksi tegas berupa penonaktifan hingga pemberhentian dari keanggotaan. Keputusan organisasi itu mencerminkan penilaian bahwa, langkah Subandi tidak sejalan dengan disiplin dan garis kebijakan partai.

Di tingkat kader, peristiwa ini memunculkan persepsi pengkhianatan politik. Subandi dinilai meninggalkan partai yang telah membesarkannya justru pada momentum penentuan kekuasaan. Dalam kultur partai kader, loyalitas tidak hanya administratif, tetapi juga ideologis dan struktural.

Dampaknya masih terasa hingga kini. Sejumlah kader mempertanyakan loyalitasnya, dan menolak kemungkinan kembalinya ke struktur partai. Peristiwa ini membentuk luka politik kolektif, yang terus membayangi dinamika internal PKB Sidoarjo.

Hingga laporan ini disusun, Subandi belum memberikan pernyataan resmi terkait gelombang penolakan yang berkembang.

Situasi internal PKB Sidoarjo masih bergerak dinamis makin memanas menjelang Muscab, dengan DPC dikabarkan akan menggelar rapat pleno untuk merespons perkembangan tersebut.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zodiak yang terkenal dengan ekstrovert

    5 Zodiak Esktrovert Ini Paling Suka Jadi Pusat Perhatian

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Siapa yang tidak suka dikelilingi oleh orang-orang yang ceria dan penuh energi? Sifat ekstrovert memang selalu menarik perhatian. Ada lebih banyak lagi yang bisa kita gali dari kepribadian ekstrovert yang identik dengan energi positif dan semangat juang tinggi. Nah, ternyata kecenderungan untuk menjadi ekstrovert ini juga bisa dilihat dari zodiak kita. Penasaran […]

  • Darurat HIV/ AIDS Sidoarjo

    Jatim Darurat HIV/AIDS, Sidoarjo Episentrum Ancaman Baru Anak-anak dan Catin Positif

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Di balik laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak, Sidoarjo menyimpan persoalan kesehatan yang kian mengkhawatirkan. HIV/AIDS berkembang, menjadi anggapan ancaman serius, yang tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah kelompok tertentu. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo per April 2026 mencatat, jumlah kasus HIV kumulatif mencapai 7.129. Angka tersebut, menjadi yang tertinggi […]

  • Satpol PP dan DKPP patroli laut

    Tak hanya Dijalanan, Satpol PP Gencar Patroli Laut Awasi Penggunaan Alat Tangkap Ikan Ilegal

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Satpol PP bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, kembali melakukan patroli pengawasan laut pada Kamis (9/5/2024). Patroli yang dilakukan di sepanjang perairan Teluk Lamong ini untuk memastikan nelayan tidak menggunakan alat tangkap ikan yang berbahaya bagi ekosistem laut. Wakil Komandan Regu Tim Pancanaka Satpol PP Surabaya, Abdul Mubin menjelaskan bahwa […]

  • Wabup Sidoarjo Bagikan Makanan Gratis

    Wabup Sidoarjo Tuang Kasih ke Piring Rakyat: Susu & Makanan Gratis di Kalipecabean

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Di tengah hiruk pikuk aktivitas politik dan birokrasi, ada secercah harapan datang dari sosok pemimpin yang memilih untuk turun langsung, merasakan denyut nadi rakyat. Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Hidayana, melakukan langkah yang tak biasa namun penuh makna, yakni membagikan makanan dan susu gratis di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi. Ini bukan sekadar […]

  • ICORCS 2025 Universitas KH Abdul Chalim

    ICORCS 2025! Menjembatani Riset dan Pengabdian Masyarakat untuk Membangun Harmoni Global

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto kembali menggelar International Conference on Research and Community Service (ICORCS) yang keempat. Konferensi bertaraf internasional ini digelar di Gedung Islamic Center Surabaya, dan menjadi wadah untuk membahas solusi nyata terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat melalui riset dan pengabdian. Dalam acara pembukaannya, Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar […]

  • Penyertaan modal PT Jamkrida Jatim

    Emil Dardak: Jamkrida Layak Dapatkan Penyertaan Modal, Fraksi PKS Perlu Ada Evaluasi dan Komisi C Masih Akan Bahas

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Usai membacakan jawaban eksekutif tentang usulan Raperda penyertaan modal PT Jamkrida ( Perseroda ) sebesar Rp 300 miliar dalam rapat Paripurna DPRD Jatim, (9/3). Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa PT Jamkrida sebagai BUMD Jatim layak mendapatkan penyertaan modal tambahan. Karena, menurut mantan bupati Trenggalek itu, selama ini kondisi keuangan […]

expand_less