Ruang.co.id – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama akselerasi transisi energi. Momentum Hari Buruh 2026 menjadi titik refleksi perseroan untuk memacu pengembangan talenta unggul dan budaya kerja adaptif demi mewujudkan swasembada energi nasional.
Langkah strategis ini digarisbawahi oleh capaian internasional. Di tengah forum HR Tech Asia 2026 di Singapura, Selasa (5/5), Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, diganjar penghargaan “Best C-Suite Leader”. Penghargaan ini diberikan atas kepemimpinannya yang dinilai berhasil mendorong transformasi human capital di tubuh PLN secara terintegrasi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa transformasi bisnis tidak dapat berjalan tanpa transformasi manusia di dalamnya. Ia menyebut pengelolaan SDM sebagai penggerak utama daya saing perusahaan di tengah dinamika global.
“Saat ini, fungsi human capital di PLN telah berkembang menjadi penggerak utama transformasi perusahaan melalui penguatan budaya kerja, inovasi, dan pengembangan talenta unggul yang siap menghadapi transisi energi guna mewujudkan swasembada energi nasional,” ujar Darmawan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Selaras dengan hal itu, Yusuf Didi Setiarto menjelaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari konsistensi penerapan kepemimpinan yang berpusat pada manusia (people-centric leadership). Sistem human capital yang dibangun tidak hanya mengejar efisiensi digital, tetapi juga membentuk mentalitas baru.
“Transformasi human capital yang kami jalankan tidak hanya berfokus pada digitalisasi proses kerja, tetapi juga membangun SDM yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif sehingga memperkuat kontribusi perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih baik bagi masyarakat,” ungkap Yusuf Didi.
Untuk mendukung hal tersebut, PLN memperluas program capacity building secara agresif. Para pegawai diberikan pendampingan studi lanjutan, baik di dalam maupun luar negeri, guna memastikan penguasaan skillset yang relevan dengan lanskap energi masa depan. Langkah ini diambil agar organisasi semakin agile dalam merespons perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.
Yusuf Didi menambahkan, strategi jangka panjang perusahaan adalah menciptakan ekosistem kerja yang mendorong setiap insan PLN untuk bertumbuh. “Ke depan, kami akan terus memperkuat pengembangan talenta dan menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan setiap insan PLN untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat,” tegasnya menutup sesi.
Sebagai informasi tambahan, pada ajang yang sama, PLN juga tercatat sebagai finalis untuk kategori “Excellence in Workplace Wellness and Wellbeing”. Pencapaian ini mengukuhkan komitmen perseroan dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan produktif, sejalan dengan standar pengelolaan perusahaan bereputasi global. (Chris)

