Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Pendidikan » Menghidupkan Kembali Keris: Warisan Leluhur yang Tak Lekang Zaman di Tengah Perubahan

Menghidupkan Kembali Keris: Warisan Leluhur yang Tak Lekang Zaman di Tengah Perubahan

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Keris, sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia, menjadi topik utama dalam diskusi publik bertajuk “Keris, Warisan Leluhur yang Tak Lekang oleh Zaman”. Acara yang digelar oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya ini berlangsung di lapangan Tugu Pahlawan Surabaya, menghadirkan sejumlah tokoh budaya dan sejarah sebagai pembicara.

Diskusi ini dihadiri oleh Basuki Teguh Yuwono, seorang Empu Keris dari Museum Brojobuwono Surakarta, Hidayat sebagai kolektor Keris asal Surabaya, serta Nanang Purwono, seorang pegiat sejarah dan budaya Kota Surabaya.

Keris: Lebih dari Sekadar Benda Fisik

Dalam paparannya, Basuki Teguh Yuwono mengungkapkan bahwa Keris adalah simbol budaya yang memuat nilai-nilai luhur bangsa. “Keris jangan dilihat hanya dari bentuk fisiknya, tetapi maknanya sebagai warisan budaya tak benda (intangible heritage). Keris mencerminkan keteguhan, kewibawaan, dan keragaman bangsa Indonesia,” ujar Basuki.

Ia juga menambahkan bahwa Keris harus mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan di masa kini dan mendatang. Menurutnya, meskipun era terus berubah, nilai-nilai dalam Keris tidak boleh hilang.

Pentingnya Peran Generasi Muda dan Pemerintah

Salah satu peserta diskusi dari komunitas Pasopati menyatakan perlunya keterlibatan pemerintah dalam mempromosikan Keris kepada generasi muda. Ia menilai bahwa kegiatan seperti pameran dan edukasi budaya perlu diperbanyak agar anak muda memahami pentingnya pelestarian Keris.

Basuki pun mengungkapkan harapannya terkait peran Kementerian Kebudayaan yang baru dibentuk. “Saya berharap kementerian ini bisa menangani isu-isu kebudayaan, termasuk pelestarian Keris, dengan lebih terarah,” ujarnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang juga Ketua Umum Sekretariat Nasional Keris Indonesia, sebelumnya menekankan pentingnya pameran, penerbitan buku, dan edukasi di dalam maupun luar negeri untuk mendukung pelestarian Keris.

Baca Juga  Keajaiban Alam Beku Benua Antartika yang Harus Kamu Tahu

Keris dan Jejaknya di Surabaya

Di Surabaya, Keris bukanlah hal baru. Hidayat menjelaskan bahwa sejarah mencatat keberadaan Empu pembuat Keris di beberapa kampung, seperti Ampel Gading dan Pandean. Informasi ini bahkan tercantum dalam serat kuno seperti Asmaradana dan Dandanggula.

Nanang Purwono menambahkan, simbolisasi Keris terlihat dalam sejarah perjuangan masyarakat Surabaya. Salah satu bukti nyata adalah patung Trip di Jalan Gunungsari, yang menggambarkan Keris sebagai senjata yang digunakan para pejuang.

Keris sebagai warisan budaya tak benda

Aksara Jawa: Tradisi Intektual yang Seiring Sejalan dengan Keris

Hidayat juga menggarisbawahi bahwa pelestarian Keris serupa dengan pelestarian Aksara Jawa. Menurutnya, aksara ini adalah bentuk tradisi intelektual yang digunakan para leluhur di Surabaya sejak abad ke-15 hingga ke-19. “Aksara Jawa layak dimasukkan dalam sejarah Kota Surabaya, bahkan menjadi bagian dari Museum Pendidikan,” katanya.

Peninggalan Baru untuk Museum Tugu Pahlawan

Diskusi ini juga mencatat momen bersejarah dengan penyerahan sebilah Keris dari keluarga Kanjeng Pangeran Adipati Aryo Karyonagoro Surakarta kepada Museum Tugu Pahlawan. Kepala Disbudporapar, Hidayat Syah, menerima hibah ini sebagai bagian dari upaya memperkaya koleksi museum dan mengedukasi masyarakat.

Keris bukan sekadar pusaka, tetapi juga simbol budaya yang memuat nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Diskusi publik ini menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali warisan leluhur agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan generasi muda menjadi kunci utama pelestarian Keris sebagai warisan budaya tak benda.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agung Wibowo

    Aset dan Mobil Mewah Disita, Agung Wibowo Gugat Polda Jatim ke Pengadilan!

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Gugatan praperadilan terhadap Polda Jatim atas dugaan penyitaan aset ilegal memasuki babak baru. Kantor advokat HAS & Partners, mewakili kliennya Agung Wibowo, mengajukan permohonan dengan nomor perkara 11/PidPra/2024/PN Sby ke Pengadilan Negeri Surabaya. Kasus ini menyoroti penyitaan dua unit kendaraan mewah (Toyota Fortuner VRZ dan Lubicorn) serta dua sertifikat hak milik (SHM) […]

  • Perjuangan Marsinah

    Darah dan Doa di Pabrik Arloji: Marsinah, Martir Buruh yang Menantang Zalim

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – May Day 2025 menjadi saksi sejarah ketika Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mendukung pengusungan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan ini bukan sekadar retorika politik, melainkan pengakuan atas pengorbanan seorang buruh perempuan yang nyawanya melayang demi memperjuangkan hak-hak dasar pekerja. Jum’at, (05/4/2025). Asap Pabrik dan Nyala Semangat Perlawanan Marsinah, perempuan kelahiran Nganjuk 10 April […]

  • Fujii Kaze, Penyanyi Jepang

    Mengenal Lebih Dekat Fujii Kaze, Musisi Jepang yang Menaklukkan Dunia

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Fujii Kaze, penyanyi dan penulis lagu asal Jepang, telah berhasil mencuri perhatian penikmat musik di seluruh dunia dengan suara khas dan musiknya yang unik. Lahir pada 14 Juni 1997 di Satosho, Okayama, Jepang, Kaze memulai perjalanan musiknya dengan mengunggah cover lagu di YouTube sejak usia 12 tahun. Musik yang Menjembatani Timur dan […]

  • 10 Rekomendasi Kopitiam Terhits di Surabaya Wajib Kamu Coba

    10 Rekomendasi Kopitiam Terhits di Surabaya Wajib Kamu Coba

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Surabaya sebagai kota metropolitan yang kaya akan budaya, juga menawarkan beragam pilihan kuliner yang menarik. Salah satunya adalah kopitiam, tempat yang menyajikan suasana santai dan cita rasa khas Tionghoa. Kopitiam, kedai kopi khas Asia Tenggara, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner. Selain menyajikan berbagai jenis kopi, kopitiam juga memiliki ciri […]

  • Nine Art Gallery Kerajinan Tangan Sidoarjo

    Nine Art Gallery: Oase Kreativitas Handycraft Sidoarjo Mulai Tembus Pasar Internasional

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Sebuah galeri sederhana di sudut Kota Sidoarjo menarik perhatian publik, terutama setelah kunjungan inspiratif Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, pada Selasa sore (27/5/2025). Nine Art Gallery, UMKM kerajinan tangan lokal yang berada di Jalan Dokter Wahidin Jasem, Kelurahan Bulu Sidokare, menjadi bukti bahwa kreativitas lokal bisa menembus pasar nasional dan internasional bahkan […]

  • Reuni Syawalan Alumni AWS

    Menjahit Rindu di Reuni Syawalan AWS: Kisah Dua Sahabat Jurnalis yang Menghangatkan Hati

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id — Ada yang lebih dari sekadar temu kangen di acara Syawalan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah lintas Alumni AWS (Akademi Wartawan Surabaya) dan STIKOSA-AWS’ (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya) ini. Ada rindu yang dijahit, kenangan yang dipeluk, dan tentu saja, hati yang dijaga. Segalanya bermula seminggu sebelum Ramadhan berakhir. Sebuah pesan singkat […]

expand_less