Ruang.co.id – Laga panas AC Milan kalah dari Napoli benar-benar terasa datar di sebagian besar waktu. Namun, satu momen di akhir pertandingan langsung mengubah segalanya.
Bermain di Stadio Diego Armando Maradona, AC Milan harus menyerah 0-1 dari Napoli. Gol tunggal Matteo Politano di menit akhir menjadi pembeda dalam laga yang sebenarnya minim peluang.
Hasil ini terasa makin pahit karena Milan tampil cukup solid, terutama di babak pertama. Sayangnya, mereka kembali gagal memaksimalkan peluang yang ada.
Babak Pertama AC Milan Lebih Menjanjikan
Sejak awal laga, Milan langsung bermain rapi dan disiplin. Mereka mencoba mengontrol tempo sambil mencari celah di pertahanan Napoli.
Peluang pertama hadir lewat kombinasi lini tengah, tetapi masih bisa diamankan oleh Vanja Milinković-Savić. Tidak lama berselang, sundulan Strahinja Pavlović juga nyaris membuka keunggulan.
Di sisi lain, Napoli sempat mengancam melalui Leonardo Spinazzola. Namun, hingga turun minum, kedua tim gagal mencetak gol.
Napoli Bangkit di Babak Kedua, Milan Tertekan
Memasuki babak kedua, arah pertandingan berubah. Napoli tampil lebih berani dan mulai menekan pertahanan Milan.
Beberapa peluang berbahaya sempat tercipta, tetapi Mike Maignan tampil sigap di bawah mistar. Ia bahkan menggagalkan peluang emas dari André-Frank Zambo Anguissa.
Milan sendiri sempat mencoba keluar dari tekanan. Namun, serangan mereka kurang efektif dan mudah dipatahkan.
Gol Telat Politano Jadi Pembeda
Saat laga tampak akan berakhir imbang, momen krusial justru hadir di menit akhir. Matteo Politano berhasil memanfaatkan celah di lini belakang Milan.
Gol tersebut langsung mengubah skor menjadi 1-0 untuk Napoli. Milan mencoba merespons cepat, tetapi upaya mereka tidak cukup untuk menyamakan kedudukan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah.
Tren Buruk AC Milan di Laga Tandang
Hasil ini memperpanjang tren negatif Milan. Sebelumnya, mereka juga kalah dari Lazio.
Yang lebih mengkhawatirkan, Rossoneri gagal mencetak gol dalam dua laga tandang terakhir. Ini menjadi sinyal bahwa lini depan mereka sedang tidak dalam kondisi terbaik.
Posisi Klasemen Mulai Terancam
Akibat kekalahan ini, Milan tertahan di 63 poin. Mereka kini turun ke posisi ketiga klasemen Serie A.
Napoli berhasil menyalip, sementara jarak dengan pemuncak klasemen semakin melebar. Situasi ini jelas tidak ideal bagi tim asuhan Massimiliano Allegri.
Meski begitu, peluang untuk lolos ke UEFA Champions League masih terbuka. Namun, mereka tidak boleh lagi kehilangan poin dengan mudah.
Laga Kontra Udinese Jadi Momentum Bangkit
Milan tidak punya banyak waktu untuk meratapi hasil ini. Mereka harus segera bangkit di pertandingan berikutnya.
Laga melawan Udinese di San Siro akan menjadi ujian penting. Kemenangan wajib diraih jika ingin menjaga posisi di zona Liga Champions.
Analisis Singkat: Apa yang Kurang dari Milan?
Ada beberapa catatan penting dari laga ini:
Penyelesaian Akhir Belum Maksimal
Milan punya peluang, tetapi gagal dikonversi menjadi gol.
Konsentrasi Menurun di Akhir Laga
Gol Politano terjadi karena celah kecil yang seharusnya bisa diantisipasi.
Serangan Kurang Variatif
Milan terlihat mudah ditebak saat membangun serangan.
Jika tidak segera diperbaiki, masalah ini bisa berdampak lebih besar di sisa musim.
Detail Pertandingan
NAPOLI (3-4-2-1): Milinković-Savić; Juan Jesus (85′ Beukema), Buongiorno, Olivera; Gutiérrez, Lobotka, Anguissa, Spinazzola (74′ Politano); De Bruyne (85′ Elmas), McTominay; Giovane (70′ Alisson). Subs: Contini, Meret; Mazzocchi; Gilmour. Coach: Conte.
AC MILAN (3-5-2): Maignan; Tomori (72′ Loftus-Cheek), De Winter, Pavlović; Saelemaekers (62′ Athekame), Fofana (73′ Leão), Modrić, Rabiot, Bartesaghi; Nkunku (74′ Pulisic), Füllkrug (62′ Gimenez). Subs: Terracciano, Torriani; Estupiñan, Odogu; Jashari, Ricci. Coach: Allegri.
Wasit: Doveri from Roma 1.
Gol: 79′ Politano (N).
Kartu Kuning: 12′ Buongiorno (N), 81′ Politano (N).

