Bernardo Tavares Kecewa Persebaya Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain atas Dewa United

Bernardo Tavares Pelatih PERSEBAYA (Dok. Ruang)
Bernardo Tavares Pelatih PERSEBAYA (Dok. Ruang)
Ruang Wawan
Ruang Wawan
Print PDF

Ruang.co.id – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengaku kecewa setelah timnya gagal meraih kemenangan saat menjamu Dewa United. Padahal, tim tamu harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama. Persebaya sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Green Force mencetak gol pembuka melalui Francisco Rivera pada menit ke-22. Gol tersebut sempat memberi momentum positif bagi tuan rumah. Namun, Dewa United langsung merespons. Kafiatur menyamakan kedudukan hanya tujuh menit berselang dan mengubah jalannya pertandingan.

Unggul Jumlah Pemain, Persebaya Tak Maksimal

Situasi pertandingan semakin menguntungkan Persebaya setelah Nick Kuipers menerima kartu merah. Sejak momen itu, Dewa United harus bermain dengan 10 pemain hingga laga berakhir. Dengan keunggulan jumlah pemain sejak akhir babak pertama, Persebaya seharusnya mampu menekan lebih agresif. Bernardo Tavares bahkan menilai timnya punya peluang besar untuk menambah dua gol atau lebih. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak berbuah maksimal. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap bertahan 1-1.

Bernardo Tavares Soroti Mental dan Kerja Keras Tim

Bernardo Tavares tak menutupi rasa kecewanya usai laga. Ia menegaskan bahwa hasil imbang di kandang sama saja dengan kehilangan dua poin penting. “Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi,” ujar Tavares. Pelatih asal Portugal itu meminta para pemainnya meningkatkan fokus dan etos kerja. Ia ingin peluang menembus empat besar tetap terjaga hingga akhir musim.

Statistik Bicara: Persebaya Kalah Efektif

Yang membuat Tavares semakin kecewa, Persebaya justru kalah efektif meski unggul jumlah pemain. Data statistik Liga 1 Match memperlihatkan fakta tersebut dengan jelas. Persebaya hanya mencatatkan 43 persen penguasaan bola. Angka itu kalah jauh dari Dewa United yang menguasai 57 persen ball possession meski bermain dengan 10 orang. Dari sisi serangan, Persebaya memang melepaskan 11 tembakan. Namun, hanya dua di antaranya yang mengarah ke gawang.

Baca Juga  Persebaya Kalahkan MU Meski Bermain 10 Orang: Bukti Mental Baja Bajol Ijo

Masalah Akurasi dan Aliran Bola

Jumlah tembakan tepat sasaran Persebaya sama dengan Dewa United. Bedanya, tim tamu melepaskan empat tembakan secara keseluruhan, situasi yang terbilang wajar karena bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit. Dewa United juga unggul dalam akurasi operan. Mereka mencatatkan 86 persen akurasi passing, sedangkan Persebaya hanya mencapai 76 persen. Bernardo Tavares menilai anak asuhnya terlalu lambat dalam mengalirkan bola. Ia menyebut permainan Persebaya kurang cerdas saat membongkar pertahanan lawan.

Sindiran Tajam Tavares untuk Pemain

Tavares bahkan melontarkan analogi tajam untuk menggambarkan situasi tersebut. Ia membandingkan lambannya aliran bola dengan cara kerja zaman lama. “Meski unggul jumlah pemain, kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat. Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos,” ucapnya. Pernyataan itu menegaskan kekecewaan sang pelatih terhadap pengambilan keputusan di lapangan.

Persebaya Tertahan di Papan Atas Klasemen

Hasil imbang ini membuat Persebaya Surabaya masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Super League. Green Force mengoleksi 32 poin dari total laga yang sudah dijalani. Persebaya kini tertinggal 12 poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung. Situasi ini membuat setiap laga ke depan menjadi sangat krusial bagi tim asal Kota Pahlawan tersebut.