Ruang.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) beserta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Dr. Soetomo (Unitumo) Surabaya menggelar pertunjukan seni budaya bertjuk Campursari “Guyon Maton” Sabtu (14/2) malam.
Menurut anggota komisi E DPRD Jatim, Dr Rasiyo M.Si yang setia menghadiri acara tersebut dari awal hingga Akhir. Pihaknya selaku anggota komisi E yang mewakili bidang Kesra termasuk didalamnya membawahi bidang kebudayaan, wajib untuk memelihara dan melestarikan budaya Jawa Timur. Sehingga bersama dengan pihak Disbudpar pihaknya menggelar pertunjukan yang akan diagendakan pentas di beberapa tempat.
“Sebagai anggota DPRD saya wajib untuk menguri-uri budaya daerah khususnya di Jatim. Karena itu kami buatkan anggaran pelestarian budaya khususnya mengangkat kesenian tradisional Jawa Timur untuk digunakan Disbudpar dalam melestarikan kesenian jawa timuran seperti campursari Guyon Maton ini,” ujar politikus partai demokrat ini menjelaskan.
Dipilihmya campursari dan Guyon Maton Cak Percil dan kawan-kawan ini karena dalam campursari terdapat unsur alkulturasi budaya. Karena dari alat musiknya, kemudian gaya dan gerak sinden saat nembang yang sudah menunjukkan perpaduan budaya dari luar dengan budaya Jawa.
“Karena ada perpaduan ijilah yang membuat seni campursari banyak diminati semua kalangan dari yang muda hingga usia
lanjut. Inilah yang kami maksud perkembangan budaya yang dengan mudab bisa dirasakan oleh masyarakat. Karena budaya itu pada hakekatnya meningkatkan nilai rasa,” tandas mantan Sekdaprov Jatim ini menerangkan.
Karena itulah, lanjut Rasiyo, pihaknya akan terus memantapkan semua budaya di Jawa Timur bsik itu seni maupun sotus serta bentuk budaya asal Jawa Timur lainnya agar tidak musnah seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dengan berkembangnya saint dan teknologi. Terlebih di era digital ini.
Sedangkan dipilihnya Unitomo sebagai lokasi acara, lanjut Rasiyo, karena pihaknya ingin menunjukkan sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya.
“Lingkungan kampus kami nilai strategis untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada mahasiswa sekaligus memperkuat karakter kebangsaan berbasis budaya lokal,” tambah Legislator yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur ini.
Melalui kegiatan seperti Peregelaran Campursari “Guyon Maton” di Unitomo ini. Rasiyo berharap seni tradisional tetap eksis, adaptif sesuai dengan perkembangan zaman, serta menjadi identitas budaya yang membanggakan.
Senada dengan itu, Rektor Unitomo, Prof Dr Siti Marwiyah SH.MH juga menegaskan, pihakbya sangat mendukung upaya DPRD Jatim dan Disbudpar Jatim dalam upaya melestarikan budaya dengqn menggelar pentas campursari ini. Terlebih kampusnya ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan.
“Kami mendukung dan menyambut baik pagelaran Campursari ini, karena banyak manfaat yang kita petik. Mulai dari perkembangan budaya itu sendiri, banyak masyarakat yang turut menikmati hiburan serta ada nilai ekonomis lainnya seperti banyaknya UMKM yang ambil bagian dalam pagelaran ini,” jelas Siti Marwiyah.
Bahkan, khusus pagelaran ini pihaknya mewajibkan dosen dan mahasiswa untuk menonton. Namun karena harinya berteparan dengan masa libur kuliah sehingga hanya mahasiswa, dosen dan karyawan yang masih tinggal di Surabaya yang menonton pagelaran ini. Namun karena bersifat terbuka dan gratiz bahkz ada hadiah hiburan atau door prize sehingga banyak masyarakat yang datang. Bahjan tidak hanya di sekitar kampus Unitkmo Jl Semolowaru. Tapi juga ada yang datang dari wilayah lain di sekitar kota Surabaya hingga sampai luar kota.
Sementara itu, dalam pagelaran yang berlangsung di pelataran halaman utama Unitomo itu, berlangsung cukup meriah. Bahkan hujan yang sempat menguyur kota Surabaya sejak siang hingga petang. Tidak menyurutkan animo masyarakat. Warga, Mahasiswa dan dosen tumplek blek di lokadi acara untuk menyaksikan langsung pentas Campursari tersebut.
Dalam pagelaran tersebut, pentas dibuka dengan tari-tarian dari Jatim. Bahkan ada sendratari yang menampilkan sosok Barong dalam tarian tersebut.
Usai gelaran tarian, acara dilanjutkan dengan tampilan para pesinden yang melantunkan tembang- tembang jawa maupun pop Jawa. Tampil juga dalam menyanyikan tembang – tembang Pop Jawa tersebut, dua bintang artis Jawa Timur Dike Sabrina dan Lusi Brahman.
Usai musik dan lagu tembang Jawa di susulah pementasan guyon maton cak Percil bersama rekan- rekannya yang bermunculan satu persatu seperti Hengki, Probo dan dua lainnya yang mampu mengocok perut. Acara semakin meriah dan penuh tawa dengan hadirnya Bintang tamu komedian yakni Jadi Galajapo.
Di puncak acara dilakujan pembagaian door prize denfan hafiah utama sepeda motor listrik.
Karena tidak ada kupon maka pembagian hadiah hiburan tersebut dilakukan dengan teka-teki yang pertanyaannta ditentukan para pelawak itu sendiri. Namun khusus hadiah utama, pertanyaan dilakukan oleh Rasiyo. Namun sebelum memberikan pertanyaan Rasiyo sempat melantunkan tembang lawas Campursari berjudul caping gunung yang membuat suasana tambah meriah. Kemudian usai srmua hadiah hiburan sudah diberikan kepad yang berhak. Pentas ini diakhiri dengan tampilnya para seniman dan artis pengisi panggung tersebut.
Judul SEO: Pembekalan Karom Karu KBIHU Bryan Makkah di Graha Mahameru
Slug: karom-karu-kbihu-bryan-makkah-dibekali-graha-mahameru-14-februari-2026
Deskripsi Meta: KBIHU Bryan Makkah bekali Karom dan Karu Kloter 50 di Graha Mahameru, Sabtu 14 Februari 2026. Fokus menyatukan niat dan hati layani 295 jamaah haji.
Tag: KBIHU Bryan Makkah, Pembekalan Karom Karu, Graha Mahameru, Ketua Rombongan Haji, Ketua Regu Haji, Pelayanan Jamaah Haji, Surabaya, Kloter 50
Frasa Kunci Utama: pembekalan karom dan karu di Graha Mahameru, KBIHU Bryan Makkah Surabaya, tugas ketua rombongan haji
Teks Alt: Para peserta mengikuti pembekalan Karom dan Karu KBIHU Bryan Makkah di Graha Mahameru, Surabaya, Sabtu 14 Februari 2026.
Ubah judul utama dibawah ini, tanpa memasukan KBIHU Bryan Makkah. namun lebih fokus pada pentingnya pembekalan Karom dan Karu.
Note:
– Hanya Judul Utama, isi berita jangan di ubah.
Karom dan Karu KBIHU Bryan Makkah Dibekali agar Satu Niat dan Sehati Layani Jamaah
Tentu, berikut adalah beberapa opsi judul utama yang lebih fokus pada pentingnya pembekalan Karom dan Karu, tanpa menyebutkan “KBIHU Bryan Makkah” di judul:
Pembekalan Karom dan Karu: Kunci Satu Niat dan Sehati dalam Melayani Jamaah Haji
Surabaya ā Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, kesiapan para pemimpin rombongan menjadi fondasi utama kelancaran ibadah haji. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Bryan Makkah Surabaya baru-baru ini menggelar pembekalan khusus bagi Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) untuk Kloter 50. Kegiatan yang berlangsung di Graha Mahameru pada Sabtu, 14 Februari 2026 ini bertujuan memastikan para pemimpin memiliki kesamaan visi dalam melayani jamaah, sebuah langkah awal yang krusial sebelum menjalankan misi mulia di Makkah.
KH Much Imam Chambali, selaku penasihat dan pembina KBIHU Bryan Makkah, menegaskan bahwa pembekalan ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, ada empat tujuan utama yang ingin dicapai. Pertama, meluruskan niat semata-mata karena mencari rida Allah. Kedua, menanamkan kesadaran bahwa tugas Karom dan Karu adalah membantu jamaah dalam segala situasi, tanpa memandang kesulitan atau kepentingan yang dihadapi. “Tujuannya satu niat semata-mata niat minta ridanya Allah, yang kedua niat membantu jamaah. Membantu apapun kesulitannya, apapun kepentingannya, jamaah harus selalu dibantu,” tegasnya.
Lebih lanjut, KH Much Imam Chambali menjelaskan bahwa tujuan ketiga adalah membangun keharmonisan. Ia menekankan pentingnya saling mengenal antar pengurus agar terbangun chemistry yang kuat. “Yang ketiga, supaya selalu sehati, kita perlu kenal. Maka dengan kenalan itu, supaya menjadi sehati dalam rangka melayani jamaah,” imbuhnya. Tujuan terakhir yang tak kalah penting adalah menjaga kekompakan jamaah itu sendiri. Ia berharap agar semua jamaah Bryan Makkah tetap guyub rukun, mulai dari persiapan, pelaksanaan ibadah, hingga setelah pulang ke tanah air.
Di tengah keberagaman organisasi keagamaan di Indonesia, isu perbedaan kerap kali muncul. Menyikapi hal ini, KBIHU Bryan Makkah memiliki pendekatan yang unik. Mereka memilih untuk tidak membahas perbedaan, terutama yang berkaitan dengan masalah ubudiah. “Bryan Makkah selalu mengedepankan kebersamaan, sehingga apapun golongan organisasinya tidak menjadi perbedaan, apakah NU, Muhammadiyah, Salafi, LDII atau apa saja, yang penting niatnya ke sana, niat ibadah mencari rida Allah,” ujar KH Much Imam Chambali. Filosofi ini menjadi perekat yang menyatukan 295 jamaah KBIHU Bryan Makkah musim ini, yang akan menempati tujuh bus.
Sementara itu, Dr. KH. Muhammad Syukron Djazilan Badri selaku ketua KBIHU Bryan Makkah memberikan perspektif lebih teknis. Ia menjelaskan bahwa pemahaman akan tugas pokok dan fungsi menjadi poin vital dalam pembekalan ini. “Kegiatan ini sangat penting agar ketua rombongan (Karom) dan ketua regu (Karu) bisa mengerti dan paham dengan tugasnya,” terangnya. Lebih dari sekadar memahami tugas, ia menambahkan bahwa Karom dan Karu harus mampu bersinergi dengan petugas kloter. Sinergi ini diperlukan agar penatalaksanaan ibadah haji dapat berjalan secara benar, mandiri, dan sempurna.
Dr. KH. Muhammad Syukron Djazilan Badri kemudian merinci tugas utama para pemimpin rombongan ini. Mereka bertugas mengoordinir seluruh kegiatan jamaah di dalam kloter, menjadi jembatan informasi, dan menampung aspirasi. “Jadi tugas Karom dan Karu adalah memberikan semua informasi terkait pelaksanaan haji untuk disampaikan ke jamaah haji, selain itu Karom dan Karu juga harus mendengar keluhan jamaah haji agar bisa disampaikan ke ketua kloter atau pembimbing haji,” ujarnya. Tugasnya sangat luas, mencakup layanan umum, ibadah, dan kesehatan, termasuk hal-hal teknis seperti distribusi konsumsi dan koordinasi perpindahan dari Makkah ke Madinah. “Seperti masalah konsumsi, Karom dan Karu bertugas mendistribusikan makan dari mulai pagi siang yang sampai malam. Kemudian berkoordinasi ketika pembagian paspor, kemudian koordinasi terkait nanti perpindahan dari Makkah ke Madinah atau sebaliknya dan masih banyak hal-hal yang bersifat teknis lainnya,” paparnya.
Sebagai bagian dari persiapan menyeluruh, KBIHU Bryan Makkah secara konsisten menggelar manasik haji. Hingga saat ini, mereka telah melaksanakan manasik sebanyak enam kali dari total 12 kali pertemuan yang direncanakan. Menariknya, manasik perdana sudah dimulai lebih awal di Masjid Al-Jihad, Surabaya, dan diikuti oleh sekitar 238 calon jamaah. Pembekalan untuk Karom dan Karu di Graha Mahameru ini menjadi rangkaian penting, dan akan dilanjutkan dengan manasik praktik di Asrama Haji sebagai tahap akhir sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

