Ruang.co.id – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur menata ulang struktur Kepengurusannya. Pengumuman restrukturisasi ini disampaikan resmi dalam rapat paripurna DPRD Jatim, yang dipimpin wakil ketua DPRD Deni Wicaksono, Rabu (18/2).
Dalam penataan susunan pengurus tersebut, posisi Ketua Fraksi diamanahkan kepada Muhammad Ashari, menggantikan Fauzan Fuadi yang menjabat pada periode sebelumnya. Perubahan juga terjadi di posisi Sekretaris Fraksi yang kini dijabat Nur Faizin. Kader muda ini menggantikan Ahmad Tamim. Sementara posisi Bendahara Fraksi dipercayakan kepada Salim Azhar yang menggantikan Siti Mukiyarti.
Penunjukan Muhammad Ashari (Ari Rangkuti), Nur Faizin, dan Salim Azhar ini sekaligus menandai dominasi representasi generasi milenial dalam pucuk pimpinan Fraksi PKB di parlemen Jatim.
Mantan Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim, Fauzan Fuadi, menhstakan bahwa perubahan ini merupakan hal lumrah dalam dinamika kelembagaan sekaligus bentuk kaderisasi partai yang sehat dan berkelanjutan.
Fauzan, yang kini menjabat sebagai Penasihat Fraksi, menyatakan langkah ini diambil untuk memacu performa kinerja fraksi agar lebih optimal dalam mengawal program strategis.
“Penyegaran dilakukan agar performa kinerja program kerja fraksi meningkat, dengan meneruskan hal positif dan memperbaiki yang kurang baik,” kata Fauzan.
Ketua Fraksi PKB yang baru, Muhammad Ashari, menyatakan kesiapannya memikul tanggung jawab dengan mengandalkan fondasi kuat yang telah diletakkan kepengurusan sebelumnya. Politisi asal daerah pemilihan (Dapil) Nganjuk–Madiun tersebut memuji kinerja Fauzan yang dinilai sukses menjaga soliditas internal.
“Di PKB kami guyub rukun. Mas Fauzan terus mendukung saya, dan saya berkomitmen untuk meneruskan serta menyempurnakan capaian yang telah dirintis,” ukar Ashari.
Memasuki tahun kedua periode pemerintahan Khofifah-Emil, Ashari mengisyaratkan Fraksi PKB akan tampil lebih agresif dan terukur dalam mendorong percepatan pembangunan di Jawa Timur. Ashari menegaskan fraksinya telah menyiapkan serangkaian agenda strategis untuk memperkuat fungsi pengawasan serta menjadi penyambung lidah masyarakat secara kritis.
“Pasti kita akan membuat gebrakan, tunggu saja tanggal mainnya,” pungkasnya.

