Breaking News
light_mode
Rabu, 14 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Muktamar NU di Persimpangan Moral, Refleksi Prof Muhibbin Soal Nafsu dan Amanah

Muktamar NU di Persimpangan Moral, Refleksi Prof Muhibbin Soal Nafsu dan Amanah

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jombang, Ruang.co.id – Pengamat Nahdlatul Ulama, Prof. Dr. Achmad Muhibbin Zuhri, menyoroti fenomena politik transaksional dan isu risywah yang mencuat menjelang Muktamar NU ke-35. Ia menekankan bahwa kesalehan ritual tidak otomatis menjadi tameng dari godaan nafsu, ambisi, dan pembenaran diri yang dapat menjerumuskan tokoh agama pada tindakan zalim.

Refleksi itu disampaikan Muhibbin menanggapi dinamika organisasi yang tengah menjadi perhatian publik. Menurutnya, persoalan moral yang dihadapi para elite keagamaan tidak selalu berbentuk dosa yang tampak jelas. Justru godaan paling berbahaya datang ketika seseorang merasa berada di jalur kebenaran, padahal tengah melakukan penyimpangan.

Muhibbin menjelaskan, godaan terhadap manusia bekerja secara bertahap. Pada level awal, setan mendorong manusia berbuat maksiat secara terang-terangan. Tahap ini masih bisa dilawan dengan taubat, istighfar, dan kesadaran keagamaan yang kuat.

Persoalan menjadi lebih kompleks ketika seseorang sudah rajin beribadah. “Ketika manusia sudah rajin beribadah, berdzikir dan beristighfar, maka setan akan menggunakan strategi yang lebih advance,” ujarnya.

Godaan pada tahap itu tidak lagi mengajak manusia meninggalkan agama. Ia menyusup lewat ambisi, fanatisme kelompok, kepentingan pribadi, hingga rasa paling benar. Akibatnya, seseorang bisa melakukan kedzaliman sambil meyakini tindakannya sebagai perjuangan suci.

Dalam konteks Muktamar NU, isu dugaan risywah dan lobi politik menjadi cermin moral bagi seluruh warga nahdliyin. Muhibbin mengingatkan bahwa forum tertinggi organisasi itu seharusnya menjadi ajang memperkuat khidmah kepada umat, bukan sekadar arena kontestasi kepentingan transaksional.

“Yang dipertaruhkan bukan soal siapa menang atau kalah, melainkan marwah organisasi dan kepercayaan umat,” kata Muhibbin.

Ia menambahkan, kelompok yang disebut khawashul ummah atau mereka yang memiliki pengetahuan dan kesalehan tinggi justru rentan terhadap jebakan pembenaran diri. Seseorang bisa merasa sedang membela organisasi atau kepentingan umat, padahal yang dominan adalah hawa nafsu dan ambisi pribadi.

Baca Juga  Jadwal Kapal Kirana 3 Semarang-Sampit Maret 2025: Tiket, Fasilitas, dan Cara Pesan Online

“Kepentingan pribadi dapat terlihat seperti kepentingan umat. Ambisi dianggap amanah. Kedzaliman dibungkus argumentasi pembenaran,” tegasnya.

Karena itu, pertanyaan “mengapa ada kiai tapi dhalim” bukan dimaksudkan untuk menghakimi para ulama. Ia adalah alarm moral bagi siapa pun yang memegang amanah, termasuk pengurus organisasi, peserta Muktamar, dan warga NU secara keseluruhan.

Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula kebutuhan untuk melakukan introspeksi. Sebab godaan tidak selalu hadir dalam bentuk yang jelas haram. Ia bisa tampil sangat religius: menjaga kelompok, membela organisasi, atau merasa paling memahami kebutuhan umat.

Muktamar NU ke-35, kata Muhibbin, idealnya menjadi momentum menunjukkan bahwa tradisi keulamaan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah. Kejujuran, keadilan, amanah, dan keberanian menolak transaksi yang mencederai kehormatan organisasi menjadi ukuran yang tak kalah penting.

Pada akhirnya, refleksi ini mengajak semua pihak kembali pada prinsip sederhana: jangan sampai merasa memperjuangkan kebenaran, sementara cara yang ditempuh justru menjauhkan diri dari nilai-nilai kebenaran itu sendiri.

“Godaan terbesar bagi orang baik bukan selalu mengajaknya menjadi buruk. Kadang godaan itu membuat seseorang melakukan kesalahan sambil meyakini dirinya sedang melakukan hal yang benar,” pungkas Muhibbin.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Sidoarjo soroti APBD 2025

    Fraksi DPRD Sidoarjo Kritik Efisiensi Anggaran Jangan Terjebak Target WTP

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo, 1 Juli 2026, menjadi panggung kritik tajam fraksi – fraksi, terhadap pertanggungjawaban APBD 2025. Ketua DPRD Abdillah Nasih memimpin rapat paripurna tersebut. Anggota DPRD yang hadir tercatat sebanyak 25 orang. Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo , Mimik Idayana hadir di Paripurna tersebut, mewakili undangan Bupati Subandi. Fraksi Gabungan Nasdem–Demokrat […]

  • Tim Persebaya saat menghadapi Arema FC di Liga 1 2025. (Dok Official PERSEBAYA)

    Persebaya Gagal Menang vs Arema FC, Drama Penalti Warnai Derby Panas Liga 1 2025

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Persebaya kembali harus berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 vs  Arema FC pada laga pekan ke-30 Liga 1 2024/2025. Meski mendominasi pertandingan, Bajol Ijo tetap kesulitan mengonversi peluang menjadi gol tambahan. Para pemain Persebaya melepaskan 16 tembakan, dengan tujuh di antaranya tepat sasaran. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat skor tetap imbang. Persebaya […]

  • Perjuangan Diponegoro

    Peristiwa Diponegoro, Ketika Rakyat Jawa Melawan Kolonialisme ala Game Strategi

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Bosan dengan pelajaran sejarah yang itu-itu aja? Kali ini kita bakal bahas salah satu peristiwa terbesar di Indonesia, yaitu Perjuangan Diponegoro, ceritanya seru banget, kayak lagi main game strategi gitu! Perjuangan Diponegoro itu bukan cuma peristiwa biasa. Lebih tepatnya, ini adalah sebuah gerakan perlawanan rakyat Jawa yang super kreatif dan bikin Belanda […]

  • Minuman Deotx untuk kulit lebih cerah dan glowing

    5 Resep Minuman Detox Alami untuk Kulit Lebih Cerah dan Sehat

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pernah merasa kulit wajah terlihat kusam meskipun sudah pakai skincare mahal? Atau jerawat tiba-tiba bermunculan tanpa sebab yang jelas? Bisa jadi tubuh kamu sedang mengirim sinyal SOS karena kebanyakan makan junk food atau kurang minum air putih. Nah, sebelum panik dan boros beli skincare baru, coba deh perbaiki dari dalam dulu. Minuman detox […]

  • Dampak Jangka Panjang Jika Sering Membentak Anak di Depan Umum

    10 Dampak Jangka Panjang Jika Sering Membentak Anak di Depan Umum

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, seorang anak menjatuhkan es krimnya. Orang tua yang lelah setelah seharian bekerja mungkin merasa kesal dan tanpa sadar membentak si kecil di depan banyak orang. Meskipun tampak sepele, tindakan ini bisa meninggalkan jejak mendalam pada perkembangan mental anak. Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang dampak jangka panjang dari […]

  • Fashion show Imlek

    Peluang Bisnis Ifashion Imlek 2025, Dari Surabaya untuk Indonesia

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Imlek 2025 semakin dekat, dan antusiasme masyarakat Tionghoa di Indonesia untuk merayakan Tahun Baru China mulai terasa. Selain menjadi momen berkumpul keluarga, Imlek juga membawa peluang emas bagi para pelaku bisnis, khususnya di sektor fashion. Tradisi membeli pakaian baru untuk menyambut tahun baru menjadi simbol perubahan dan permulaan baru yang selalu ditunggu-tunggu. […]

expand_less