Semarang, Ruang.co.id – Polda Jawa Tengah resmi meluncurkan dua inovasi pelayanan berbasis digital dan transportasi dalam rangka memaksimalkan pelayanan serta pengamanan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Inovasi tersebut adalah layanan Chatbot “Si Polan” yang terintegrasi dalam aplikasi WhatsApp dan program unggulan Valet Ride yang kembali dihadirkan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pemudik sepeda motor yang melintasi jalur pantura Jawa Tengah.
Kedua program tersebut merupakan bagian dari dukungan Polda Jawa Tengah terhadap kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. Layanan Chatbot Si Polan hadir sebagai solusi cepat bagi pemudik untuk mengakses informasi lalu lintas secara realtime, sementara program Valet Ride gratis disiapkan khusus untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan berkendara jarak jauh.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa kehadiran Chatbot Si Polan merupakan wujud komitmen kepolisian dalam memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Layanan ini dapat diakses kapan saja melalui platform WhatsApp yang umum digunakan masyarakat.
“Dalam layanan chatbot ini, pemudik dapat berkomunikasi langsung dengan petugas secara realtime untuk memperoleh informasi arus lalu lintas, saran rute perjalanan, jalur alternatif, lokasi pos pelayanan, hingga berbagai layanan kepolisian lainnya. Ini adalah bagian dari sistem Travel Assistance Corridor atau TAC yang kami kembangkan,” ujar Kombes Pol Artanto, Minggu (14/3/2026).

Melalui Si Polan, pemudik tidak hanya mendapatkan informasi statis, tetapi juga dapat berinteraksi langsung untuk mendapatkan rekomendasi rute tercepat menghindari kemacetan atau mencari tahu lokasi pos pengamanan terdekat jika membutuhkan bantuan darurat. Layanan ini dirancang untuk menjadi “teman perjalanan” virtual bagi masyarakat selama menempuh perjalanan mudik di wilayah Jawa Tengah.
Selain inovasi digital, Polda Jateng juga kembali menggelar program Valet Ride yang terbukti sukses pada pelaksanaan tahun sebelumnya. Program ini secara khusus ditujukan bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor dari arah barat, dengan titik kumpul dan pemberangkatan di Nasmoco Brebes. Sepeda motor para pemudik akan diangkut menggunakan kendaraan towing, sementara pemudik akan diantar menggunakan bus menuju Kota Semarang.
“Tahun lalu Valet Ride cukup sukses dalam melayani masyarakat, animo pemudik sepeda motor yang mengikuti program ini cukup tinggi. Oleh karena itu, tahun ini program Valet Ride kami hadirkan kembali dengan peningkatan kapasitas armada,” jelasnya.
Pada pelaksanaan tahun 2026 ini, Polda Jateng menambah jumlah armada secara signifikan. Dalam setiap gelombang pemberangkatan, disiapkan 10 unit bus untuk mengangkut pemudik dan 10 unit kendaraan towing untuk mengangkut sepeda motor. Program yang sepenuhnya gratis ini akan melayani tiga gelombang pemberangkatan setiap harinya dari Brebes menuju Semarang selama periode puncak arus mudik. Tercatat hingga saat ini, ratusan masyarakat telah mendaftar secara online untuk memanfaatkan layanan tersebut.
Kombes Pol Artanto menambahkan bahwa pemilihan titik keberangkatan di Brebes bukan tanpa alasan. Lokasi ini dipilih karena secara historis merupakan titik kritis di mana pemudik roda dua dari arah Jakarta dan sekitarnya mulai memasuki masa kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.
“Karena titik lelah pemudik, terutama pengendara sepeda motor dari arah barat, ada di antara Cirebon-Brebes. Oleh karena itu, program Valet Ride ini kami hadirkan untuk memberi jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi pemudik roda dua, sehingga mereka bisa beristirahat dan melanjutkan perjalanan dengan bus yang lebih aman dan nyaman. Sepeda motor mereka tetap kami angkut dengan selamat,” paparnya.
Pemudik yang ingin menggunakan fasilitas Valet Ride diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui mekanisme yang telah disiapkan panitia. Pendaftaran dilakukan secara online untuk memudahkan pendataan dan pengaturan kapasitas armada. Setelah mendaftar, pemudik dapat langsung datang ke lokasi pemberangkatan di Nasmoco Brebes pada hari dan jam keberangkatan yang telah dipilih.
Selain kedua program unggulan tersebut, Polda Jawa Tengah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui Call Center 110 yang beroperasi 24 jam. Berbagai fasilitas hospitality juga telah disiapkan di pos pengamanan, pos pelayanan, dan rest area di sepanjang jalur mudik di wilayah Jawa Tengah untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi para pemudik.
Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa seluruh inovasi pelayanan ini merupakan bentuk komitmen institusinya untuk memberikan rasa aman serta kenyamanan kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik. Pihaknya berharap masyarakat dapat memanfaatkan program-program ini dengan sebaik-baiknya.
“Semua upaya ini kami lakukan untuk memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat. Kami ingin mudik tahun ini menjadi pengalaman yang menyenangkan, aman, dan selamat sampai tujuan. Manfaatkan Si Polan untuk informasi terkini dan ikuti program Valet Ride jika Anda pengendara motor dari arah barat. Mari bersama-sama kita wujudkan mudik yang aman dan tertib,” pungkasnya. (Wis)

