Ruang.co.id – Perpecahan mewarnai kawasan elite Graha Famili, Surabaya Barat, menyusul rencana pembangunan fasilitas baru bernama The Nook oleh PT Surya Agung Sari (SAS). Sebagian warga mendukung, namun kelompok lain menolak karena menginginkan lapangan tenis.
Pembangunan The Nook disebut akan menghadirkan ruang terbuka hijau dan area olahraga ringan. Namun, kelompok warga yang kontra menilai fasilitas tersebut tidak sesuai ekspektasi mereka.
“Kami sejak awal menantikan lapangan tenis, bukan konsep lain. Ini sudah kami sampaikan berkali-kali,” ujar perwakilan warga penolak, yang enggan disebut namanya, kepada ruang.co.id, Selasa (8/4).
Kelompok pendukung justru menilai The Nook dapat meningkatkan nilai kawasan. Mereka mengapresiasi adanya area aktivitas sehat yang lebih inklusif bagi seluruh penghuni, termasuk lansia.
“Fasilitas seperti ini bisa menambah nilai kawasan dan menjadi tempat aktivitas warga yang variatif,” kata salah satu penghuni pendukung yang juga anggota paguyuban setempat.
Manajemen PT SAS dalam pernyataan tertulisnya menegaskan akan tetap mengedepankan musyawarah. Mereka mengklaim telah melakukan sosialisasi bertahap sejak enam bulan lalu.
“Kami menghormati aspirasi warga. The Nook dirancang untuk kepentingan bersama, bukan menggantikan fungsi lapangan tenis yang belum pernah ada di masterplan,” ujar Manajer Proyek PT SAS, Andri Wijaya.
Konflik di perumahan dengan harga rumah mulai Rp5 miliar hingga puluhan miliar ini menjadi bukti bahwa gesekan sosial tidak hanya terjadi di kalangan menengah ke bawah. Perbedaan selera dan kepentingan dapat memicu ketegangan di semua lapisan.
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman menyatakan siap memediasi jika kedua pihak tidak menemukan titik temu dalam dua pekan ke depan.
Warga dari kedua kubu diimbau untuk tidak melakukan tindakan anarkistis dan tetap mengedepankan jalur komunikasi resmi melalui pengurus perumahan.

