Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3, Kakorlantas: Fatalitas Kecelakaan Turun 45 Persen Berkat Pembatasan Truk

puncak arus mudik 2026
Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho memberikan keterangan fatalitas kecelakaan mudik 2026 turun 45 persen. Pembatasan truk sumbu tiga terbukti efektif. Puncak arus diprediksi H-3 Lebaran. Foto: Istimewa
Ruang redaksi
Print PDF

Jakarta, Ruang.co.id – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat penurunan signifikan angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sebesar 45 persen selama arus mudik Lebaran 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Keberhasilan ini dinilai tidak terlepas dari efektivitas kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas di jalan tol.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen. Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa meskipun volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta baru mencapai 25 persen, persiapan matang dan rekayasa lalu lintas yang tepat guna telah berhasil menekan angka kecelakaan fatal. Puncak arus mudik sendiri diprediksi akan terjadi pada H-3 Lebaran atau Rabu (18/3/2026).

“Yang paling penting, saya sampaikan bahwa fatalitas korban meninggal dunia turun 45 persen. Jadi, fatalitas korban turun 45 persen. Ini adalah catatan positif dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” ujar Irjen. Pol. Agus Suryonugroho saat memantau arus lalu lintas di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Senin (16/3/2026).

Kakorlantas menjelaskan bahwa salah satu faktor kunci penurunan angka kecelakaan fatal adalah kebijakan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas selama periode mudik. Kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) ini terbukti efektif memberikan ruang lebih aman bagi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang.

“Kami menilai kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas selama periode mudik terbukti efektif dalam memberikan ruang bagi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang, sehingga arus lalu lintas dapat tetap mengalir dengan lancar dan risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar bisa diminimalisir,” tegas perwira tinggi Polri tersebut.

Meski data awal menunjukkan tren positif, Polri tetap menyiagakan skenario rekayasa lalu lintas untuk menghadapi puncak arus mudik. Sistem satu arah atau one way dan ganjil-genap akan diberlakukan secara situasional berdasarkan hasil pemantauan traffic counting di lapangan, terutama di titik-titik krusial seperti KM 70 Tol Cikampek hingga Gerbang Tol Kalikangkung.

Baca Juga  BPKB Elektronik Korlantas Polri Solusi Terbaru untuk Keamanan Data Kendaraan di Indonesia

“Kami akan berlakukan one way secara situasional. Jika kepadatan mulai terakumulasi, kami akan segera mengambil tindakan di lapangan untuk mengalihkan atau mengurai arus. Semua demi kenyamanan dan keselamatan pemudik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kakorlantas mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam berkendara dan memanfaatkan waktu istirahat di pos-pos pelayanan yang telah disediakan. Pihaknya juga mengingatkan bahwa pelanggar larangan kendaraan sumbu tiga akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Sekali lagi, kami hadir untuk melayani masyarakat. Mari bersama-sama kita wujudkan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Selamat pergi, selamat kembali,” pungkas Irjen. Pol. Agus Suryonugroho. (Wis)