Ruang.co.id – Ratusan jamaah memadati Masjid Asakinah Putra Bangsa, Surabaya, untuk mengikuti Safari Ramadan dan santunan anak yatim, Selasa (10/3/2026). Kegiatan bertema “Islam yang Menyelamatkan” ini menghadirkan Ustadz Marzki Imron serta memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa di sekitar masjid sebagai wujud nyata kepedulian sosial di bulan suci.
Ketua Yayasan Masjid Asakinah Putra Bangsa, Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H., menjelaskan bahwa acara ini merupakan gabungan dari program rutin bulanan dengan buka puasa bersama. “Sebetulnya ini kegiatan rutin kita setiap bulan, yaitu santunan untuk anak yatim dan para dhuafa di sekitar Masjid Asakinah. Karena bertepatan dengan Ramadan, maka kita gabungkan dengan acara buka puasa bersama,” ujarnya di sela-sela acara.
Pengurus masjid menyiapkan 300 porsi hidangan berbuka bagi jamaah yang hadir. Program santunan menyasar warga kurang mampu di secara bergilir wilayah sekitar, seperti Wiyung dan Deles, dengan proses seleksi melibatkan RT, RW, dan tim remaja masjid untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Alhamdulillah, hari ini yang datang bahkan melebihi undangan. Ini menunjukkan bahwa kegiatan masjid benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Ketua Yayasan Prof. Dr. Hufron.

Dukungan dari donatur dan pengurus, termasuk bendahara masjid Tony, memungkinkan berbagai program kemaslahatan umat ini berjalan lancar. Selain santunan, Masjid Asakinah rutin mengadakan makan siang gratis bagi jamaah setiap Senin hingga Kamis. Program ini berhasil meningkatkan jumlah jamaah dari tiga menjadi empat hingga lima shaf. “Alhamdulillah, ini menunjukkan masjid semakin hidup dan memberikan manfaat,” jelas Hufron.
Selama Ramadan, pengurus juga menyediakan sekitar 20 porsi sahur gratis setiap harinya. Program ini khusus diperuntukkan bagi jamaah, termasuk para pekerja malam seperti pengemudi ojek online yang kerap singgah di masjid.
Salah satu pengemudi ojek online, Lukman, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran program ini. “Saya senang sekali singgah di sini. Masjid ini benar-benar memanusiakan orang, rasanya seperti di rumah sendiri. Kadang kalau narik penumpang jauh dan sudah mendekati waktu magrib, saya mampir dulu ke sini,” tuturnya. Ia menambahkan, “Takjilnya enak, apalagi rawonnya,” sambil tersenyum.
Pengurus masjid memandang para pekerja seperti Lukman sebagai bagian dari keluarga besar Masjid Asakinah. Mereka dipersilakan beristirahat, menunggu penumpang, hingga beribadah di lingkungan masjid. Ke depan, pengurus berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan serta sosial yang dicintai masyarakat.

