Discover to Deliver, Siswa SD Khadijah Wonorejo Ciptakan Payung Otomatis hingga Pangan Inovatif

SD Khadijah Wonorejo
Puncak proyek Discover to Deliver SD Khadijah Wonorejo Surabaya suguhkan inovasi payung otomatis hingga pangan kreatif. (Ist)
Mascim
Mascim
Print PDF

Ruang.co.id – SD Khadijah Wonorejo Surabaya memamerkan puluhan proyek inovatif bertema teknologi ramah lingkungan dan pangan kreatif dalam puncak presentasi bertajuk Discover to Deliver di aula sekolah, Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang merupakan hasil dari program minat bakat intensif ini menjadi bukti nyata keberhasilan metode pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PjBL) dalam mencetak siswa yang mampu berpikir kritis dan solutif sejak dini. Jajaran Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang hadir langsung memberikan apresiasi atas lahirnya inovator-inovator muda dari sekolah tersebut.

Aula sekolah tampak semarak dengan berbagai stan inovasi karya siswa kelas 6. Di stan teknologi, salah satu prototipe yang menjadi sorotan utama adalah Weather Wise Canopy atau Payung Teduh Otomatis, sebuah solusi untuk melindungi warga sekolah dari hujan mendadak. Naura Shafia Annida, perwakilan dari kelompok 1 menjelaskan bahwa alat tersebut menggunakan sensor tetesan air (raindrops sensor) dan motor servo agar dapat membuka kanopi secara otomatis saat mendeteksi rintik hujan, mencegah lantai basah yang berisiko menyebabkan warga sekolah terpeleset.

Kepala Sekolah SD Khadijah Wonorejo, Dr. H. M. Rochman Firdian, menegaskan bahwa program ini jauh melampaui kegiatan akademik biasa. “Program ini bukan sekadar kegiatan akademik biasa, tetapi menjadi proses pembelajaran nyata bagi anak-anak untuk mengenal kehidupan, memahami masalah, lalu mencari solusi bersama,” ujarnya di hadapan para tamu undangan. Ia menambahkan, pameran ini adalah puncak dari tahapan metode PjBL, yaitu Discover, Define, Design, hingga Deliver, yang memaksa siswa untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga berkreasi dan berkolaborasi.

Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati. Secara spesifik, ia menyoroti pentingnya keberanian siswa dalam mengurai masalah. “Anak-anak hari ini tidak cukup hanya pintar menghafal. Mereka harus mampu berpikir kritis, kreatif, bekerja sama, dan berani menyampaikan gagasan. Itulah kompetensi 4C, kecakapan abad 21 yang terus kami bangun di sekolah ini,” tegasnya. Febrina juga menginstruksikan agar pendekatan serupa bisa direplikasi untuk mengatasi masalah lokal, seperti pengolahan sampah organik sekolah.

Baca Juga  8 Negara Ikuti Cap Kapal Checkmate Fide Rated International Chess Tournament 2025

Selain inovasi teknologi, sektor pangan kreatif juga menjadi sorotan. Siswa berhasil mengolah bahan pangan yang jarang dimanfaatkan menjadi produk bernilai jual, menunjukkan bahwa mental kewirausahaan juga turut diasah dalam program ini. Suasana presentasi berlangsung interaktif; para siswa dengan percaya diri menjawab pertanyaan dari orang tua dan tamu undangan yang hadir memenuhi ruangan.

Melihat antusiasme tersebut, Kepala Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya untuk memperluas dampak program ini. “Kami ingin sekolah ini menjadi laboratorium hidup. Seperti persoalan sampah, ini harus selesai di lingkungan sekolah sendiri. Anak-anak harus belajar bahwa menjaga lingkungan juga bagian dari tanggung jawab mereka,” pungkas Febrina Kusumawati. Melalui program ini, SD Khadijah Wonorejo membuktikan bahwa kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua mampu membentuk siswa yang tangguh dan berkarakter.