400 Atlet Serbu Stadion Jenggala Sidoarjo, Woodball Jatim Bidik Prestasi Internasional

Woodball Jatim
400 atlet dari sembilan provinsi bertanding di Woodball Jatim Open 2026 Sidoarjo, bidik prestasi nasional hingga dunia. (Din)
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Pembukaan Piala Gubernur Woodball Jatim Open 2026 di Stadion Jenggolo, Kabupaten Sidoarjo, Selasa, 15 Mei 2026, menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga woodball di Indonesia.

Ajang ini tidak hanya mempertemukan ratusan atlet dari berbagai daerah, tetapi juga menandai dimulainya sistem poin nasional woodball yang pertama kali diterapkan di Jawa Timur.

Sebanyak 400 peserta dari sembilan provinsi, delapan klub, serta puluhan kabupaten dan kota, ambil bagian dalam kejuaraan tersebut di Stadion Jenggala Sidoarjo hingga 17 Mei 2026.

Atmosfer kompetisi semakin terasa, setelah prestasi atlet woodball Jawa Timur di level internasional turut disorot dalam pembukaan acara.

Pengurus PB IWbA Perwosi, menyebut Jawa Timur kini menjadi barometer perkembangan Woodball nasional.

Menurutnya, keberhasilan atlet-atlet Jawa Timur di ajang internasional, menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan serius dan konsisten.

“Dalam waktu dekat kita juga akan menghadapi agenda besar yaitu Kejuaraan Nasional dan Indonesia Open. Oleh karena itu saya mengajak seluruh atlet, pelatih dan pengurus untuk mulai mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik dari segi teknik, mental maupun secara organisasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa PB Woodball Indonesia tengah memperjuangkan agar cabang olahraga tersebut kembali dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional dan SEA Games 2027.

Ketua Perwosi Jawa Timur, Arumi Bachsin, mengatakan capaian atlet Jawa Timur di berbagai ajang internasional menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk memperkuat pembinaan atlet muda.

“Prestasi-prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi kita semua, sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet, pelatih dan juga organisasi olahraga woodball yang ada di Jawa Timur,” kata Arumi.

Ia menambahkan, atlet-atlet Jawa Timur sebelumnya berhasil menyumbangkan medali pada ajang PON hingga kejuaraan internasional, termasuk SEA Games dan Hong Kong China International Woodball Championship 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, menilai Woodball memiliki prospek besar menjadi olahraga unggulan baru di Jawa Timur.

“Semakin sering pertandingan, semakin peluang prestasinya semakin besar. Jangan harap prestasi kalau tidak ada event,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa prestasi Woodball Jawa Timur bukan kebetulan. Menurut dia, raihan medali pada PON dan SEA Games menunjukkan kualitas atlet yang terus berkembang.

“Jawa Timur punya prestasi yang mulai menjanjikan. Itu sesuatu yang luar biasa, dan saya pastikan bukan sesuatu yang kebetulan,” katanya.

Sebagai tuan rumah, Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan kebanggaannya karena Kabupaten Sidoarjo dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat nasional tersebut.

“Sidoarjo akan terus bersaing untuk kabupaten lainnya, karena ini baru pertama kali kegiatan ini dilakukan terutama di Sidoarjo. Ini kita harus bangga,” ujar Subandi.

Ia juga memastikan, pemerintah daerah akan menyiapkan dukungan uang pembinaan dan penghargaan bagi atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sidoarjo maupun Jawa Timur di tingkat nasional dan internasional.

Pemkab Sidoarjo juga mempertimbangkan penyelenggaraan turnamen tingkat daerah, sebagai bagian pembinaan olahraga baru tersebut.

“Kalau nanti ini berprestasi untuk membanggakan nama Jawa Timur, ya harus kita kasih penghargaan. Kemarin kurang lebih Rp45 juta,” kata Subandi.

Meski belum tersiapkan, reward tersebut kata bupati akan dibahas dan disiapkan dalam penganggaran APBD Kab. Sidoarjo.