Ruang.co.id – Mengantisipasi bahaya cuaca Ekstrem, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghimbau kepada masyarakat yang sedang berlibur menyambut tahun baru agar menghindari tempat-tempat wisata yang berdekatan dengan perairan.
Himbauan gubernur ini dikatakan menyusul rilis baru dari BMKG terkait adanya potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur hingga akhir tahun 2025.
“Dengan adanya cuaca ekstrem tersebut, saya menghimbau kepada masyarakat yang berlibur untuk menghindari tempat-tempat wisata dekat air. Seperti sungai pantai dan lainnya. Kalau lah berlibur di tempat tersebut, harus patuh dan nurut dengan aturan yang dibuat pihak keamanan tempat wisata tersebut. Seperti misalnya tidak boleh mandi di pantai atau masuk ke sungai saat mendung atau hujan,” terang Khofifah.
Selain mengimbau pada masyarakat. Menghadapi cuaca ekstrem ini gubernur juga merespons cepat pemberitahuan dari BMKG tenta g cuaca ekstrem ini dengan menginstruksikan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Kegiatan modifikasi cuaca yang biasa dilangsungkan bareng pemerintah pusat ini, kini disiapkan Pemprov Jatim secara mandiri bersama BMKG dan Puspenerbal Juanda.
Tujuannya, untuk mengurangi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi yang diakibatkan cuaca ekstrem, seperti, banjir, banjir bandang, longsor dan angin puting beliung.
Namun demikian, Khofifah juga mengatakan bahwa modifikasi cuaca ini habya bisa dilakukan untuk hujan. Sedangkan untuk memodifikasi angin, menurut BMKG hingga saat ini belum ditemukan teknologinya.
“Selama ini, modifikasi cuaca yang kita lakukam yaitu membuat hujan buatan dengan meratakan air hujan agar turunya tidak terlalu ekstrem. Namun untuk Angin belum ada teknologi untuk memodifikasinya. Sehingga yang bisa kita lakujan adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap datangnya angin disekitar kita. Sehingga kita bisa bersiap untuk melakukan mitigasi agar tifak banyak kerusakan yang ditbulakn oleh angin, ” pungkas Khofifah.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, mengatakan, kegiatan OMC tersebut sudah dilaksanakan pihaknya sejak jumat (15/12) lalu.
Kegiatan OMC yang berpusat di Baseops Lanudal Juanda ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2025 ini.
“Jadi, jika BMKG mendeteksi adanya awan di langit Jawa Timur yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem, maka kita akan lakukan OMC, untuk menghindari bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut,” tandasnya.

