Breaking News
light_mode
Senin, 7 September 2026
Beranda » Terkini » Fenomena Janda Usia Sekolah di Jatim Tembus 3.900 Kasus

Fenomena Janda Usia Sekolah di Jatim Tembus 3.900 Kasus

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Di balik torehan positif penurunan angka stunting, Jawa Timur menyimpan ironi sosial yang tak kalah genting. Ribuan remaja perempuan justru kehilangan masa depan pendidikannya dan berstatus sebagai janda di usia yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah. Fenomena janda usia sekolah (JUS) ini mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir.

Data terbaru Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Timur mencatat, jumlah JUS pada 2023 mencapai 3.700 orang. Angka tersebut kini melonjak menjadi 3.900 orang. Lonjakan ini disinyalir kuat sebagai buntut dari masih maraknya praktik perkawinan anak di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia tersebut.

“Ini jangan lagi ada peningkatan,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, dalam Rapat Evaluasi Program Bangga Kencana 2025 yang digelar di Surabaya, Jumat (27/2/2026). Ia membeberkan bahwa dari hasil pendataan, terdapat sekitar 3.900 kasus pernikahan di bawah usia 19 tahun. Usia tersebut secara hukum masih dikategorikan sebagai anak-anak dan dinilai belum siap secara emosional maupun ekonomi untuk membangun rumah tangga.

“Kalau di bawah 19 tahun itu masih anak-anak. Nah, data kami real-nya ada 3.900 pernikahan anak. Ini tentu berdampak pada berbagai hal, termasuk perceraian dan ketahanan keluarga yang tidak bagus,” tutur perempuan yang akrab disapa Maria itu.

Dampak berantai dari perkawinan anak tidak berhenti pada putus sekolah dan perceraian. Maria menjelaskan bahwa hampir 90 persen pasangan yang menikah di usia anak berpotensi melahirkan generasi yang mengalami stunting. Hal ini menciptakan lingkaran setan kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan, dan terancamnya kualitas sumber daya manusia di masa depan. Tekanan sosial, beban ekonomi, serta tanggung jawab mengasuh anak di usia muda menjadi beban berat yang harus dipikul para janda usia sekolah.

Baca Juga  Aksi Cepat Bupati Subandi Tangani TPS3R Ngampelsari, Membuat Warga Lega

“Dampaknya bukan hanya pada pasangan itu sendiri, tetapi juga pada anak yang dilahirkan dan lingkungan sosialnya,” imbuhnya.

Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, BKKBN Jatim mencatat sejumlah capaian strategis. Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total Jawa Timur berada di angka 1,96 yang mengindikasikan stabilitas demografi relatif terkendali. Prestasi lainnya, angka stunting di Jatim tercatat 14,7 persen, lebih baik dibanding rata-rata nasional yang menyentuh 19,8 persen.

“Keberhasilan ini bukan semata-mata karena BKKBN, tetapi karena sinergitas dan kolaborasi yang luar biasa antara perwakilan provinsi dan OPD KB kabupaten/kota,” jelas Maria.

Untuk menekan angka perkawinan anak dan fenomena JUS, BKKBN Jatim memperkuat berbagai intervensi melalui program berbasis keluarga, seperti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL). Pendampingan khusus juga diberikan kepada keluarga berisiko dan pasangan yang sudah terlanjur menikah di usia anak guna membangun ketahanan keluarga.

“Kita berharap yang sudah menikah ini kita dampingi supaya ketahanan keluarganya bisa lebih bagus. Jika pondasi keluarga kuat, terutama fungsi keagamaannya, maka akan lahir generasi berakhlak baik dan ketahanan keluarga yang kokoh. Dari keluarga yang kuat, kita menuju bangsa yang luar biasa,” tegasnya.

Maria mengajak media massa dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal isu krusial ini. Ia berharap sosialisasi masif dapat menyadarkan orang tua dan remaja untuk tidak menikah dini, terutama di daerah-daerah dengan angka perkawinan anak yang masih tinggi.

“Mudah-mudahan para media juga mengawal supaya daerah-daerah dengan angka perkawinan anak tinggi bisa tersosialisasi, dan orang tua maupun remaja paham untuk tidak menikah dini,” pungkasnya.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilema Anti-Rokok & Petani Tembakau Indonesia

    Antara Warisan Alam dan Regulasi: Menakar Ulang Narasi Anti-Rokok

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    S. Alamsyah (Penulis adalah pendiri Pusat Studi Pembangunan Berbasis Pancasila) Ruang.co.id – Di tengah gencarnya kampanye anti-rokok global, seolah ada satu suara yang terus-menerus mengulang: perokok adalah biang kerok kematian dini. Paru-paru yang hitam, angka kematian akibat kanker, serta pusaran penyakit degeneratif seperti jantung dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) apa penyebabnya? Rokok. Namun, apakah […]

  • Poster Film Home Sweet Loan

    Karyawan Biasa Bisa Menabung Hingga 300Juta dalam Film “Home Sweet Loan”

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Film terbaru yang telah tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 26 September 2024 berjudul “Home Sweet Loan” berhasil memikat penonton Indonesia. Pemeran film ini ada Derby Romero, Yunita Siregar, Ayushita, sampai Ario Wahab. Sinopsis Film Home Sweet Loan Film ini bercerita tentang kehidupan seorang wanita single bernama Kaluna. Ia seorang pekerja keras […]

  • Mulyadi Disambut Ratusan Warga Saat Kampanye di Desa Perean Kangin

    Mulyadi Disambut Ratusan Warga Saat Kampanye di Desa Perean Kangin

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    TABANAN, Ruang.co.id – Calon bupati Tabanan nomor urut 1, Nyoman Mulyadi mendapat sambutan meriah saat melaksanakan kampanye di Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Sabtu (26/7/2024) malam. Sekitar 500-an warga setempat antusias menyambut kedatangan calon bupati yang diusung bersama wakilnya I Nyoman Ardika alis Sengap oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus di Wantilan Banjar Anyar, Desa […]

  • Alun Alun Sidoarjo Baru

    Drama Revitalisasi Alun Alun Sidoarjo, Ada Murka dan Ancaman hingga Jadi Ikon Cantik dan Kado HUT ke-167

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang co.id – Revitalisasi Alun Alun Sidoarjo kini telah memasuki babak akhir. Setelah melalui proses pengerjaan intensif sejak pertengahan tahun 2024, wajah baru pusat kota “Delta” ini dijadwalkan segera dibuka untuk umum. Rampungnya revitalisasi Alun Alun Sidoarjo menjadi angin segar bagi masyarakat, sekaligus kado istimewa menjelang Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 yang diperingati […]

  • turnamen catur junior

    Garam Cap Kapal Kembali Gelar Turnamen Catur Junior Surabaya

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Gelaran turnamen catur junior Checkmate Junior Triple Chess Championship 2025 berlangsung sukses dan lancar. Garam Cap Kapal sebagai sponsor utama kembali menunjukkan komitmennya dalam konsisten menyelenggarakan event olahraga catur bagi generasi muda di Kota Surabaya. Event ini menjadi bukti nyata dedikasi mereka dalam membina bakat-bakat muda dunia percaturan di Jawa Timur. Senin, (15/9/2025). […]

  • Mulyadi-Sengap Janji Atasi Krisis Air Bersih di Tabanan dengan Tata Kelola PDAM yang Profesional

    Mulyadi-Sengap Janji Atasi Krisis Air Bersih di Tabanan dengan Tata Kelola PDAM yang Profesional

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    Bali, Ruang.co.id– Krisis air bersih menjadi perhatian serius Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Nomor Urut 01, I Nyoman Mulyadi- I Nyoman Ardika “Sengap”, saat menyampaikan visi-misi di Debat Perdana Pilkada Tabanan 2024, Kamis (31/10). Debat yang mengusung tema “Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Inklusif” ini menjadi ajang bagi para calon untuk memaparkan […]

expand_less