Sidoarjo, Ruang.co.id – Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi mengungkap fakta mengenai tingginya angka kekerasan anak di lingkup domestik, saat membuka edukasi parenting bagi ribuan ibu di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (13/1/2026).
Sriatun di hadapan perwakilan warga, Muslimat, dan GOW (Gabungan Organisasi Wanita) untuk menyuarakan urgensi ketahanan keluarga.
Ia menegaskan bahwa rumah yang seharusnya menjadi surga, kini sering kali berubah menjadi lokasi paling rawan bagi aksi perundungan atau bullying. Merujuk data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, rumah menduduki peringkat teratas lokasi kekerasan terhadap anak dibandingkan sekolah atau area publik.
“Kekerasan terbanyak justru terjadi di rumah sendiri. Tidak ada jaminan keluarga mampu atau tidak mampu terbebas dari ancaman ini, termasuk kasus bullying,” tegas Sriatun Subandi.
Di tengah gempuran disrupsi teknologi, ia memacu para ibu untuk tidak “gaptek” (gagap teknologi) dalam mengawasi penggunaan gawai (gadget). Menurutnya, ibu adalah madrasah pertama yang wajib memiliki literasi digital mumpuni agar tidak kecolongan oleh dampak negatif ruang siber.
Program ini sejalan dengan mandat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang mewajibkan orang tua menjamin hak asuh secara optimal.
“Anak yang baik kuncinya ada di keluarga. Ibu harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menjadi contoh nyata dalam menggunakan teknologi,” lanjutnya.
Hadir sebagai narasumber penguat, psikolog Nishrina Khamida, M.Psi., menekankan bahwa, pendekatan psikologis yang hangat jauh lebih efektif daripada disiplin berbasis rasa takut.
Sementara itu, Fajar Shiddiq selaku guru spiritual mengingatkan bahwa, mencetak anak yang akhlakul karimah (memiliki akhlak mulia) adalah investasi langit yang tidak bisa ditawar.
Sriatun menutup narasinya dengan pesan provokatif yang membakar semangat juang para ibu. Ia meminta setiap rumah di Sidoarjo kembali menjadi ruang kasih sayang demi mencetak generasi religius dan mandiri. “Ayo kita perkuat ketahanan keluarga agar anak tumbuh optimal secara fisik, mental, maupun spiritual,” pungkasnya.
Kegiatan ini merupakan komitmen nyata untuk menyuarakan kebenaran, demi melindungi masa depan anak-anak Sidoarjo dari balik dinding rumah mereka sendiri.

