ARJUNU AWARD 2026, Puncak Apresiasi untuk Kerja Sunyi Pengelola Jurnal PTNU

ARJUNU AWARD 2026
Penghargaan ARJUNU AWARD 2026 bagi pengelola jurnal PTNU di Auditorium UNUSA Surabaya. Foto: Istimewa
Ruang redaksi
Print PDF

Ruang.co.id – ARJUNU AWARD 2026 menjadi momentum sakral untuk merayakan kerja sunyi dan dedikasi tak kenal lelah para pengelola jurnal di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Gelaran bertema “Sinergi PTNU melalui Peran LPPM dan Pengelola Jurnal” ini berhasil menyatukan 260 peserta yang terdiri atas pengelola jurnal dan pimpinan LPPM PTNU se-Indonesia di Auditorium Lantai 9 Tower UNUSA Kampus B Jemursari, Surabaya, pada Selasa (10/2/2026). Acara ini tidak sekadar seremoni, tetapi penegasan bahwa perjalanan panjang membangun jurnal ilmiah yang bermartabat kini menuai apresiasi setinggi-tingginya.

Ketua Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal PTNU (ARJUNU), Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, M.Pd., dengan tegas menyatakan bahwa ARJUNU AWARD melampaui makna simbolis sebuah piala. “Ini bukan tentang sertifikat atau tepuk tangan. ARJUNU AWARD adalah tentang perjuangan panjang para pengelola jurnal tentang kerja sunyi yang dilakukan dengan tekun, konsisten, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Penghargaan ini lahir untuk menciptakan ekosistem di mana jurnal-jurnal PTNU bisa tumbuh bermartabat dengan tata kelola kokoh, namun para pengelolanya tidak merasa berjalan sendirian.

Pernyataan senada disampaikan Pembina ARJUNU, Ali Formen, M.Eng., Ph.D., yang mengingatkan bahwa kelahiran sebuah jurnal selalu berawal dari proses sederhana nan penuh ketekunan. Ia menjelaskan bahwa kunci keberlangsungan jurnal, baik yang sudah mapan maupun yang baru dirintis, terletak pada dua hal fundamental. “Sebagaimana disampaikan Rektor, kunci pengelolaan jurnal ada pada kolaborasi. Kita memiliki modal yang sangat kuat, bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai jamaah yang dibangun atas dasar kepercayaan,” tutur Ali Formen.

Lebih jauh, Ali Formen menekankan pentingnya menghidupkan tradisi saling percaya, kerendahan hati, dan belajar bersama dalam mengelola jurnal. Sistem jurnal, menurutnya, tidak boleh dibangun dengan kekakuan yang saling membatasi. Sebaliknya, semangat saling mendukung dan menguatkan antarjurnal harus menjadi rohnya. Tradisi saling memberi komentar dan masukan dinilainya sebagai kekuatan akademik yang mampu membentuk ekosistem keilmuan berkelanjutan.

Dalam perspektif yang lebih luas, jurnal tidak hanya dipandang sebagai media publikasi semata. Jurnal juga berfungsi sebagai etalase dan ruang promosi keilmuan untuk menggali kekayaan tradisi Nahdlatul Ulama dan pesantren. Warisan intelektual ulama seperti tradisi memberi syarah dan catatan kritis atas karya sebelumnya dinilai masih sangat relevan untuk dihidupkan dalam konteks publikasi akademik modern hari ini.

Baca Juga  Webinar Nasional ARJUNU dan RJI Bentengi Website Jurnal dari Serangan Judol

Gelaran ARJUNU AWARD 2026 juga menjadi kesempatan untuk mencatat prestasi gemilang jurnal-jurnal PTNU. Data yang terungkap menunjukkan capaian signifikan dengan enam jurnal telah terindeks Scopus, delapan jurnal meraih peringkat SINTA 1, dan 18 jurnal lainnya berhasil terindeks SINTA 2. Puluhan jurnal lain juga tercatat berada di peringkat SINTA 3 hingga SINTA 6, menandakan dinamika yang sehat dalam ekosistem publikasi ilmiah PTNU.

Baca Juga  IJMLST Unusa Cetak Sejarah! Jurnal Analis Kesehatan Pertama di Indonesia yang Tembus Scopus dan SINTA 1

Namun, di tengah capaian ini, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah mengingatkan agar euforia indeksasi tidak menjadikan pengelola lupa diri. “Setiap indeks hanyalah penanda perjalanan. Semakin tinggi indeksnya, semakin besar tanggung jawab moral dan integritas ilmiah yang harus dijaga,” tegasnya. Pesan ini sekaligus menjadi penyemangat bagi pengelola jurnal baru agar tidak berkecil hati, karena setiap jurnal besar pasti pernah melewati fase awal yang penuh tantangan.

Baca Juga  Unusa Berjaya! 14 Jurnal Ilmiah Raih Akreditasi SINTA 2025, Siap Melenggang ke Scopus

Sebagai penutup, Dr. Fifi mengumumkan babak baru perjalanan ARJUNU dengan diresmikannya Publisher ARJUNU. Lembaga penerbitan baru ini akan menaungi 11 jurnal baru sebagai bagian dari upaya strategis membangun ekosistem ilmiah yang lebih luas. Langkah ini merupakan persiapan konkret untuk menyiapkan generasi jurnal PTNU yang tidak hanya kuat di tingkat nasional, tetapi juga berorientasi pada indeksasi bereputasi internasional, mengukuhkan komitmen untuk terus berkembang dan bersinergi.