Breaking News
light_mode
Kamis, 22 Oktober 2026
Beranda » Pendidikan » ARJUNU AWARD 2026, Puncak Apresiasi untuk Kerja Sunyi Pengelola Jurnal PTNU

ARJUNU AWARD 2026, Puncak Apresiasi untuk Kerja Sunyi Pengelola Jurnal PTNU

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – ARJUNU AWARD 2026 menjadi momentum sakral untuk merayakan kerja sunyi dan dedikasi tak kenal lelah para pengelola jurnal di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Gelaran bertema “Sinergi PTNU melalui Peran LPPM dan Pengelola Jurnal” ini berhasil menyatukan 260 peserta yang terdiri atas pengelola jurnal dan pimpinan LPPM PTNU se-Indonesia di Auditorium Lantai 9 Tower UNUSA Kampus B Jemursari, Surabaya, pada Selasa (10/2/2026). Acara ini tidak sekadar seremoni, tetapi penegasan bahwa perjalanan panjang membangun jurnal ilmiah yang bermartabat kini menuai apresiasi setinggi-tingginya.

Ketua Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal PTNU (ARJUNU), Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, M.Pd., dengan tegas menyatakan bahwa ARJUNU AWARD melampaui makna simbolis sebuah piala. “Ini bukan tentang sertifikat atau tepuk tangan. ARJUNU AWARD adalah tentang perjuangan panjang para pengelola jurnal tentang kerja sunyi yang dilakukan dengan tekun, konsisten, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Penghargaan ini lahir untuk menciptakan ekosistem di mana jurnal-jurnal PTNU bisa tumbuh bermartabat dengan tata kelola kokoh, namun para pengelolanya tidak merasa berjalan sendirian.

Pernyataan senada disampaikan Pembina ARJUNU, Ali Formen, M.Eng., Ph.D., yang mengingatkan bahwa kelahiran sebuah jurnal selalu berawal dari proses sederhana nan penuh ketekunan. Ia menjelaskan bahwa kunci keberlangsungan jurnal, baik yang sudah mapan maupun yang baru dirintis, terletak pada dua hal fundamental. “Sebagaimana disampaikan Rektor, kunci pengelolaan jurnal ada pada kolaborasi. Kita memiliki modal yang sangat kuat, bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai jamaah yang dibangun atas dasar kepercayaan,” tutur Ali Formen.

Lebih jauh, Ali Formen menekankan pentingnya menghidupkan tradisi saling percaya, kerendahan hati, dan belajar bersama dalam mengelola jurnal. Sistem jurnal, menurutnya, tidak boleh dibangun dengan kekakuan yang saling membatasi. Sebaliknya, semangat saling mendukung dan menguatkan antarjurnal harus menjadi rohnya. Tradisi saling memberi komentar dan masukan dinilainya sebagai kekuatan akademik yang mampu membentuk ekosistem keilmuan berkelanjutan.

Dalam perspektif yang lebih luas, jurnal tidak hanya dipandang sebagai media publikasi semata. Jurnal juga berfungsi sebagai etalase dan ruang promosi keilmuan untuk menggali kekayaan tradisi Nahdlatul Ulama dan pesantren. Warisan intelektual ulama seperti tradisi memberi syarah dan catatan kritis atas karya sebelumnya dinilai masih sangat relevan untuk dihidupkan dalam konteks publikasi akademik modern hari ini.

Baca Juga  Webinar Nasional ARJUNU dan RJI Bentengi Website Jurnal dari Serangan Judol

Gelaran ARJUNU AWARD 2026 juga menjadi kesempatan untuk mencatat prestasi gemilang jurnal-jurnal PTNU. Data yang terungkap menunjukkan capaian signifikan dengan enam jurnal telah terindeks Scopus, delapan jurnal meraih peringkat SINTA 1, dan 18 jurnal lainnya berhasil terindeks SINTA 2. Puluhan jurnal lain juga tercatat berada di peringkat SINTA 3 hingga SINTA 6, menandakan dinamika yang sehat dalam ekosistem publikasi ilmiah PTNU.

Baca Juga  IJMLST Unusa Cetak Sejarah! Jurnal Analis Kesehatan Pertama di Indonesia yang Tembus Scopus dan SINTA 1

Namun, di tengah capaian ini, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah mengingatkan agar euforia indeksasi tidak menjadikan pengelola lupa diri. “Setiap indeks hanyalah penanda perjalanan. Semakin tinggi indeksnya, semakin besar tanggung jawab moral dan integritas ilmiah yang harus dijaga,” tegasnya. Pesan ini sekaligus menjadi penyemangat bagi pengelola jurnal baru agar tidak berkecil hati, karena setiap jurnal besar pasti pernah melewati fase awal yang penuh tantangan.

Baca Juga  Unusa Berjaya! 14 Jurnal Ilmiah Raih Akreditasi SINTA 2025, Siap Melenggang ke Scopus

Sebagai penutup, Dr. Fifi mengumumkan babak baru perjalanan ARJUNU dengan diresmikannya Publisher ARJUNU. Lembaga penerbitan baru ini akan menaungi 11 jurnal baru sebagai bagian dari upaya strategis membangun ekosistem ilmiah yang lebih luas. Langkah ini merupakan persiapan konkret untuk menyiapkan generasi jurnal PTNU yang tidak hanya kuat di tingkat nasional, tetapi juga berorientasi pada indeksasi bereputasi internasional, mengukuhkan komitmen untuk terus berkembang dan bersinergi.

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambassador Goes to Kampung KB

    Ambassador Goes to Kampung KB, Wujud Komitmen Penurunan Stunting

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kegiatan Ambassador Goes to Kampung Keluarga Berkualitas (KB) menunjukkan tingginya komitmen untuk melanjutkan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan negara-negara sahabat serta kolaborasi dengan Organisasi Internasional. Hal itu diungkapkan oleh Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim, Benny Sampirwanto saat menghadiri kegiatan gala dinner penutupan kegiatan Ambassador Goes To Kampung KB di Pendopo […]

  • Lagu baru Dewa 19 Tak ada yang sebanding denganmu

    Lirik Lagu Dewa 19 “Tak Ada yang Sebanding Denganmu”

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Dewa 19 kembali menyapa penggemar dengan single terbaru yang mengusung tema cinta. ‘Tak Ada Yang Sebanding Denganmu’ hadir dengan nuansa dan lirik yang berbeda dibandingkan karya-karya Dewa 19 sebelumnya. Ahmad Dhani, sang pentolan band, berhasil menciptakan lagu ballad yang begitu mendalam. Lirik Lagu Dewa 19 “Tak Ada yang Sebanding Denganmu” Tak terasa […]

  • Mengenal apa itu duck syndrome

    Apa sih Duck Syndrome? Rahasia Tersembunyi di Balik Penampilan Tenang

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Bayangkan seorang teman yang selalu terlihat bahagia dan sukses. Dia punya pekerjaan yang bagus, banyak teman, dan kehidupan sosial yang aktif. Namun, di balik senyumnya, ia mungkin sedang berjuang dengan tekanan yang luar biasa. Inilah yang terkenal dengan sebutan duck syndrome. Apa Itu Duck Syndrome? Duck Syndrome adalah istilah yang semakin sering […]

  • Zero ODOL 2027

    Jasa Raharja Dukung Program Pemerintah Bebas ODOL 2027

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pemerintah Indonesia menancapkan target ambisius untuk menciptakan jalan raya yang lebih aman melalui komitmen Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027. Target nasional penghapusan kendaraan ODOL ini bukanlah wacana semata, melainkan sebuah perjalanan strategis yang membutuhkan kolaborasi semua pihak. Gelaran Sosialisasi dan Normalisasi Kendaraan ODOL di Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi bukti nyata […]

  • Festival Catur Piala Wali Kota Surabaya Resmi Ditutup

    Gelaran Festival Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 Tuntas, Hesnud Daulah Dorong Aktivasi Kembali Percasi

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Festival Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 untuk tingkat pelajar SD dan SMP resmi ditutup pada Rabu (25/6/2026). Ajang yang berlangsung selama empat hari di Balai Pemuda Surabaya ini mempertemukan ratusan pecatur muda dari seluruh penjuru kota dan berakhir dalam atmosfer penuh antusiasme. Ketua Pelaksana, Hesnud Daulah, M.Psikolog, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi […]

  • Warga Mutiara Regency Banding Bupati

    Curhatan Penting Warga Mutiara Regency Sidoarjo ke Presiden Prabowo, untuk Melawan Banding Bupati Subandi Pakai APBD

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Warga Mutiara Regency kembali bersuara lantang, menolak dan melawan langkah banding Bupati Subandi, atas putusan PTUN Surabaya. Agus Prastowo, perwakilan warga Mutiara Regency, mengatakan “Kami sudah menang di pengadilan, kenapa masih dilawan dengan uang rakyat?”. Curhatan ini disampaikannya kepada Ruang.co.id, pada Selasa (28/7/2026). Putusan PTUN Surabaya memang jelas memenangkan seluruh gugatan warga. […]

expand_less