Gus Yahya Usai Purna Tugas PBNU Fokus Perkuat Dialog Antaragama dan R20
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 41 menit yang lalu
- print Cetak

Gus Yahya tegaskan purna tugas dari PBNU tidak menghentikan kiprah globalnya. Ia fokus pada dialog antaragama, R20, dan Islam Kemanusiaan. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, Ruang.co.id – K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa purna tugas sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak akan menghentikan kiprahnya di kancah internasional. Ia justru akan kembali berkonsentrasi mengembangkan dialog antaragama dan gerakan Islam Kemanusiaan melalui lembaga global yang didirikannya.
Pernyataan itu disampaikan Gus Yahya saat bertemu jajaran Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) di Jombang, Senin (31/8/2026).
Gus Yahya memiliki dua pijakan lembaga internasional yang selama ini menjadi hub kerja sama dengan PBNU. Pertama, Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama. Kedua, Bayt ar-Rahmah, yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat.
“Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah,” kata Gus Yahya.
CSCV sendiri bertindak sebagai sekretariat permanen yang mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20). Forum ini menjadi ruang pertemuan pemimpin agama dunia untuk merumuskan nilai-nilai peradaban bersama.
“Yayasan yang didirikan oleh saya, yang bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20), adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV),” ujarnya.
Gus Yahya menjelaskan, kerja-kerja tersebut bertujuan mempertemukan berbagai tradisi keagamaan dalam percakapan yang lebih luas soal persoalan kemanusiaan dan masa depan peradaban.
Agenda internasional mantan Katib Aam PBNU itu sudah terjadwal dalam waktu dekat. Pada Desember mendatang, ia dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan tokoh lintas agama.
“Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama,” kata Gus Yahya.
Dengan demikian, berakhirnya masa kepemimpinan di PBNU menjadi babak baru bagi Gus Yahya. Ia bergerak dari pusat dinamika organisasi menuju ruang dialog global, membawa agenda Islam Kemanusiaan sebagai jembatan perdamaian dan kerja sama antaragama.
Sementara itu, pihak YANMU menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama program dengan Gus Yahya, khususnya di bidang kemaslahatan umat.
“Kita akan teruskan kerjasama program-program dengan Gus Yahya,” ujar Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana H Baswara.
YANMU merupakan lembaga filantropi dan kemanusiaan yang aktif mendukung program sosial, kesehatan, serta dakwah.
- Penulis: Ruang Gentur

