KH Nurul Huda Djazuli Raih Suara Terbanyak AHWA Muktamar NU Jombang
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

Hasil pemilihan AHWA Muktamar NU ke-35 di Jombang menempatkan KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso sebagai peraih suara tertinggi dengan 485 suara. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, Ruang.co.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang menetapkan sembilan kiai dan ulama sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Penetapan dilakukan berdasarkan rekapitulasi suara dari enam bilik atau panel.
Total terdapat 4.703 suara yang diberikan kepada 34 nama calon anggota AHWA. Dari hasil rekapitulasi tersebut, KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso meraih suara terbanyak dengan 485 suara.
Posisi kedua ditempati TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu dengan 477 suara. Perolehan keduanya hanya terpaut delapan suara.
Sementara itu, AG Dr KH Baharuddin HS, MA berada di peringkat ketiga dengan 392 suara.
Berikut daftar sembilan ulama yang memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai anggota AHWA Muktamar NU ke-35:
- KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) – 485 suara
- TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) – 477 suara
- AG Dr KH Baharuddin HS, MA – 392 suara
- KH Miftachul Akhyar – 350 suara
- KH Afifuddin Muhajir – 339 suara
- KH Anwar Iskandar – 326 suara
- KH Anwar Manshur (Lirboyo) – 303 suara
- Prof Dr KH Said Aqil Siroj – 273 suara
- Dr KH Abun Bunyamin, MA – 268 suara
Sembilan nama tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai anggota AHWA terpilih dalam Muktamar NU ke-35.
Penetapan anggota AHWA menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Muktamar NU ke-35. AHWA memiliki posisi strategis dalam mekanisme pemilihan Rais Aam PBNU serta menjadi wadah para ulama dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi.
Masuknya sejumlah kiai sepuh dari berbagai pesantren dan wilayah di Indonesia juga menjadi perhatian. Di antaranya ulama dari Ploso, Waled, Lirboyo, serta sejumlah tokoh senior NU lainnya.
Proses pemungutan suara berlangsung sejak pagi hingga sore hari di area muktamar. Enam panel disediakan untuk mengakomodasi seluruh peserta yang memiliki hak suara. Setelah penghitungan selesai, panitia langsung membacakan hasil rekapitulasi di hadapan muktamirin.
Dengan terbentuknya AHWA baru, agenda muktamar selanjutnya dijadwalkan membahas mekanisme pemilihan Rais Aam serta penyusunan kepengurusan PBNU periode berikutnya.
- Penulis: Ruang Gentur

