Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Coreng Moreng SPMB SMPN di Sidoarjo 2025: Gelembung Angka ‘Titipan’ Lebihi Pagu Sudah Lama Ada!  

Coreng Moreng SPMB SMPN di Sidoarjo 2025: Gelembung Angka ‘Titipan’ Lebihi Pagu Sudah Lama Ada!  

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang co.id – Saat ini aktivitas daftar ulang siswa sekolah terutama yang lolos diterima di SMPN di Sidoarjo, tengah berlangsung. Namun, pemadam rasa kecewa warga Sidoarjo yang lama terbelenggu, kini masih tumpah tak terbendung.

Penerimaan siswa baru sekolah di Sidoarjo masih dinilai buruk. Gelembung angka jumlah penerimaan siswa melebihi Pagu, terkuak grafiknya tampak cukup mencolok.

Padahal, jauh hari tertanggal 19 Maret 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), telah mengingatkan dalam Surat Edarannya (SE), dan mewanti – wanti agar tidak ada kecurangan soal ini.

Tak ketinggalan pula Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, juga mewanti – wantinya. Agar Penanggungjawab Pendidikan di Sidoarjo, jangan sampai terjadi ada Rasuah atu suap menyuap yang menjadi bagian dari korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Karena dari Laporan Survei Penilaian Integritas Pendidikan Tahun 2024 lalu Jenjang Pendidikan Dasar di Kabupaten Sidoarjo, dalam pengawasan rentan terjadinya KKN.

Hasil surveinya menguatkan kekhawatiran, yang menunjukkan bahwa indikasi perlakuan khusus dalam penerimaan siswa di Sidoarjo mencapai 73%, di atas rata-rata nasional.

Amanah sistem penerimaan itu juga diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor: 100.3.3.2/ (G2 /438.1.1.3/2025, tentang Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Baru di Kab. Sidoarjo.

Namun, gelembung angka cukup fantastis di tahun ajaran baru 2024/2025 ini masih saja ada. Terdeteksi, penerimaan melalui Jalur Domisili SPMB 2025 SMPN Sidoarjo, dengan perbandingan Pagu Vs Realisasinya. Sedangkan melalui jalur Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi siswa, masih tersimpan rapi tak terdeteksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sidoarjo.

Data Dinas Pendidikan Sidoarjo, pagu yang telah ditetapkan untuk jalur Domisili, sebanyak 5.937 kursi Siswa. Namun dalam pelaksanaannya, realisasi penerimaan melonjak hingga 6.575 siswa, atau terdapat kelebihan sebesar 638 kursi di luar pagu yang ditetapkan secara resmi.

Baca Juga  Duo Kakak Adik Made Satria-Ketut Leo, Kontribusi Nyata Bangun Pura Paibon Arya Kuta Waringin

Tercatat pula, penggelembungan penerimaan siswa rata – rata di angka 142 hingga 176 jumlah siswa dan yang tertinggi ada di SMPN Kec. Prambon dan Tarik. Sedangkan berdasarkan angka Pagunya, kisaran dari 87 hingga rata – rata 144 siswa.

Analis data, pemerhati pendidikan pun ikut angkat bicara. “Gelembung angka jumlahnya itu sudah lama ada di setiap penerimaan siswa baru,” begitulah sorotan tajamnya.

Gelembung Angka ‘Titipan’ SPMB Rugikan Publik Sidoarjo

Sorotan tajam datang dari Badrus Zaman, aktivis 98 yang juga Analis Data dan Ketua Serikat Nelayan NU (SNNU) Sidoarjo yang Mei kemarin belum lama dilantik.

Menguapnya angka fantastis siswa baru dari perbedaan antara Pagu dan realitas data angka siswa yang lolos diterima, sebenarnya sudah lama terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Kab. Sidoarjo.

“Setiap SPMB, kami punya data detail angka – angka penguapannya. Kalau di total semua sekolah jumlahnya lumayan fantastis yang nitip siswanya. Saya rasa ini bukan sekadar fenomena, mungkin sudah terbiasa di Kabupaten Sidoarjo,” tukas Badrus.

Ia menganalisa, bukan menuduh, tengara gelembung angka itu, tidak mungkin ‘titipan siswa’ ini yang dapat berpotensi transaksi uang di bawah tangan sebagai imbalan, dan merupakan sirkel sebuah orkestrasi dengan pihak – pihak lain.

“Sudah bukan rahasia umum lagi, temuan kami dari data gelembung angka di  setiap PPDB ibarat sebuah orkestrasi. Berpotensi dipantau serius KPK. Inilah fakta potret pendidikan di Sidoarjo yang tak bisa disembunyikannya,” ungkapnya.

Ibarat sebuah gejala penyakit turun temurun, Dr. Hasan Ubaidillah, Akademisi Univ. Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) juga turut menyoroti tajam.

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di jenjang SMP Negeri Kabupaten Sidoarjo, menurutnya menunjukkan sebuah anomali administratif yang patut mendapat perhatian serius dari perspektif kebijakan publik.

Baca Juga  DPRD Sidoarjo Soroti Krisis Retribusi Parkir: Transparansi Lemah, Regulasi Rapuh, dan Desakan e-Parking

“Fenomena ini tidak sekadar persoalan teknis administratif. Tapi mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan kebijakan dengan pelaksanaan di lapangan,” tegas Obet, sapaan akrabnya.

Dalam konteks manajemen kebijakan publik, menurutnya, ini menandakan lemahnya fungsi implementasi, pengawasan, dan akuntabilitas dari kebijakan yang seharusnya berjalan dengan prinsip transparansi, keadilan, dan kesetaraan akses.

Kelebihan jumlah penerimaan menimbulkan sejumlah konsekuensi seriusBer, yakni Berpotensi menurunnya kualitas layanan pendidikan. “Karena ruang kelas, guru, dan fasilitas tidak didesain untuk kapasitas siswa yang melebihi pagu,” jelasnya.

Terulang Munculnya rasa ketidakadilan dan lemahnya kepercayaan publik. “Karena warga mempertanyakan, mengapa beberapa siswa dapat diterima di luar pagu sementara yang lain tidak,” tukasnya.

Yang tak kalah pentingnya menurut Ubaidillah, ditengarai potensi praktik penyalahgunaan wewenang, melalui manipulasi domisili atau surat keterangan tidak berdasar.

“Selain itu, juga dapat merusak kepercayaan publik terhadap integritas sistem zonasi yang kini berganti sistem domisili, dan keadilan akses pendidikan,” tandasnya.

Sedangkan temuan hasil angka survei KPK, telah menunjukkan adanya asimetri informasi, di mana publik tidak memperoleh akses penuh terhadap dasar pengambilan keputusan penerimaan di luar pagu.

Selain itu, tidak adanya komunikasi publik dan akuntabilitas vertikal dari pelaksana kebijakan memperburuk persepsi masyarakat terhadap sistem.

“Hemat saya, diperlukan pendekatan kebijakan yang lebih progresif untuk menjawab tantangan ini,” ujarnya lagi.

Dijelaskan oleh dosen manajemen Umsida ini,  dibutuhkan sistem verifikasi domisili yang ketat dan berbasis data Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil). Penetapan buffer kuota resmi (misal 5-10%) untuk kondisi darurat, dengan mekanisme pengesahan formal.

Diperlukan Audit sosial melalui partisipasi komite sekolah dan warga. Dan terahir, butuh transparansi penuh terhadap data pagu dan realisasi penerimaan melalui platform digital yang dapat diakses publik Sidoarjo.

Baca Juga  Tanda Batas Jadi Penjaga Damai Tanah Warga Sidoarjo, Gemapatas Solusi Sengketa Tanah di Sidoarjo
  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Validasi Jalur Afirmasi

    Validasi Jalur Afirmasi dan Prestasi SMP Surabaya Berlangsung Hingga 15 Juni  

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id — Proses validasi jalur afirmasi dan prestasi SMP Surabaya 2026, resmi berlangsung hingga 15 Juni 2026, sesuai jadwal yang ditetapkan Dinas Pendidikan. Tahapan ini menjadi krusial, untuk memastikan data calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur afirmasi maupun prestasi, benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Setelah validasi selesai, Dispendik Surabaya akan membuka uji coba […]

  • Tambahan anggaran DPRD Jatim 2025

    Lima Komisi DPRD Jatim Usulkan Tambahan Anggaran untuk APBD 2025

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Lima komisi DPRD Jawa Timur mengajukan tambahan anggaran pada sejumlah pos APBD 2025 melalui Rapat Paripurna, Kamis (14/11). Setiap komisi mempresentasikan rincian alokasi anggaran tambahan sesuai kebutuhan di masing-masing bidang. Usulan tambahan anggaran ini mencakup peningkatan dana untuk sektor hukum, pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat demi menunjang berbagai program prioritas di Provinsi […]

  • Disperpusip Jatim Bagikan Digital Library

    Dukung Literasi Digital, Disperpusip Jatim Berikan 102 Spot Baca Digital di Ngawi

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Ngawi, Ruang.co.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur membagikan fasilitas digital library kepada 102 perpustakaan di Kabupaten Ngawi. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., yang juga menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Ngawi, pada Senin (11/11/2024). Acara penyerahan berlangsung di sela-sela upacara peringatan Hari Pahlawan […]

  • cara daftar SPAN-PTKIN 2025

    Pendaftaran SPAN-PTKIN Resmi Diperpanjang, Jadwal dan Informasi Lengkap 2025

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) kembali menjadi salah satu jalur favorit bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang ingin melanjutkan studi ke PTKIN di Indonesia. Kabar baiknya, masa pendaftaran dan pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa) untuk seleksi SPAN-PTKIN 2025 resmi diperpanjang oleh panitia nasional. Ini tentu menjadi peluang […]

  • Kenali bentuk tubuh untuk pakai celana

    Pilih Celana yang Tepat Sesuai Bentuk Tubuh, Auto Stylish!

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ada satu fashion item yang sering dipakai tapi sering juga bikin bingung saat memilihnya: celana. Pasti banyak yang suka bingung celana apa yang cocok sesuai bentuk tubuh. Salah pilih celana bisa bikin badan terlihat kurang proporsional atau bahkan kurang nyaman dipakai. Misalnya, memakai skinny jeans saat tubuh berbentuk pear bisa bikin bagian bawah […]

  • pria meninggal trotoar Kapas Krampung

    Pergi dalam Sunyi, Mustakim Ditemukan Tak Bernyawa di Trotoar Kapas Krampung

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Warga Jl. Kapas Krampung, Surabaya, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang pria di trotoar depan sebuah rumah pada Senin (4/11) pagi. Korban, Mustakim (59), diketahui sebagai warga Jl. Kapasari Pedukuhan, Surabaya. Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh Saji, seorang juru parkir di sekitar lokasi Kapas Krampung, Surabaya, Sekitar pukul 08.00 WIB, Saji dihubungi oleh […]

expand_less