Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Daerah » Coreng Moreng SPMB SMPN di Sidoarjo 2025: Gelembung Angka ‘Titipan’ Lebihi Pagu Sudah Lama Ada!  

Coreng Moreng SPMB SMPN di Sidoarjo 2025: Gelembung Angka ‘Titipan’ Lebihi Pagu Sudah Lama Ada!  

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang co.id – Saat ini aktivitas daftar ulang siswa sekolah terutama yang lolos diterima di SMPN di Sidoarjo, tengah berlangsung. Namun, pemadam rasa kecewa warga Sidoarjo yang lama terbelenggu, kini masih tumpah tak terbendung.

Penerimaan siswa baru sekolah di Sidoarjo masih dinilai buruk. Gelembung angka jumlah penerimaan siswa melebihi Pagu, terkuak grafiknya tampak cukup mencolok.

Padahal, jauh hari tertanggal 19 Maret 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), telah mengingatkan dalam Surat Edarannya (SE), dan mewanti – wanti agar tidak ada kecurangan soal ini.

Tak ketinggalan pula Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, juga mewanti – wantinya. Agar Penanggungjawab Pendidikan di Sidoarjo, jangan sampai terjadi ada Rasuah atu suap menyuap yang menjadi bagian dari korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Karena dari Laporan Survei Penilaian Integritas Pendidikan Tahun 2024 lalu Jenjang Pendidikan Dasar di Kabupaten Sidoarjo, dalam pengawasan rentan terjadinya KKN.

Hasil surveinya menguatkan kekhawatiran, yang menunjukkan bahwa indikasi perlakuan khusus dalam penerimaan siswa di Sidoarjo mencapai 73%, di atas rata-rata nasional.

Amanah sistem penerimaan itu juga diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor: 100.3.3.2/ (G2 /438.1.1.3/2025, tentang Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Baru di Kab. Sidoarjo.

Namun, gelembung angka cukup fantastis di tahun ajaran baru 2024/2025 ini masih saja ada. Terdeteksi, penerimaan melalui Jalur Domisili SPMB 2025 SMPN Sidoarjo, dengan perbandingan Pagu Vs Realisasinya. Sedangkan melalui jalur Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi siswa, masih tersimpan rapi tak terdeteksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sidoarjo.

Data Dinas Pendidikan Sidoarjo, pagu yang telah ditetapkan untuk jalur Domisili, sebanyak 5.937 kursi Siswa. Namun dalam pelaksanaannya, realisasi penerimaan melonjak hingga 6.575 siswa, atau terdapat kelebihan sebesar 638 kursi di luar pagu yang ditetapkan secara resmi.

Baca Juga  Mayoritas Fraksi DPRD Sidoarjo Tolak LPJ APBD 2024, Subandi Terpojok dan Ditinggal Pendukungnya!

Tercatat pula, penggelembungan penerimaan siswa rata – rata di angka 142 hingga 176 jumlah siswa dan yang tertinggi ada di SMPN Kec. Prambon dan Tarik. Sedangkan berdasarkan angka Pagunya, kisaran dari 87 hingga rata – rata 144 siswa.

Analis data, pemerhati pendidikan pun ikut angkat bicara. “Gelembung angka jumlahnya itu sudah lama ada di setiap penerimaan siswa baru,” begitulah sorotan tajamnya.

Gelembung Angka ‘Titipan’ SPMB Rugikan Publik Sidoarjo

Sorotan tajam datang dari Badrus Zaman, aktivis 98 yang juga Analis Data dan Ketua Serikat Nelayan NU (SNNU) Sidoarjo yang Mei kemarin belum lama dilantik.

Menguapnya angka fantastis siswa baru dari perbedaan antara Pagu dan realitas data angka siswa yang lolos diterima, sebenarnya sudah lama terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Kab. Sidoarjo.

“Setiap SPMB, kami punya data detail angka – angka penguapannya. Kalau di total semua sekolah jumlahnya lumayan fantastis yang nitip siswanya. Saya rasa ini bukan sekadar fenomena, mungkin sudah terbiasa di Kabupaten Sidoarjo,” tukas Badrus.

Ia menganalisa, bukan menuduh, tengara gelembung angka itu, tidak mungkin ‘titipan siswa’ ini yang dapat berpotensi transaksi uang di bawah tangan sebagai imbalan, dan merupakan sirkel sebuah orkestrasi dengan pihak – pihak lain.

“Sudah bukan rahasia umum lagi, temuan kami dari data gelembung angka di  setiap PPDB ibarat sebuah orkestrasi. Berpotensi dipantau serius KPK. Inilah fakta potret pendidikan di Sidoarjo yang tak bisa disembunyikannya,” ungkapnya.

Ibarat sebuah gejala penyakit turun temurun, Dr. Hasan Ubaidillah, Akademisi Univ. Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) juga turut menyoroti tajam.

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di jenjang SMP Negeri Kabupaten Sidoarjo, menurutnya menunjukkan sebuah anomali administratif yang patut mendapat perhatian serius dari perspektif kebijakan publik.

Baca Juga  Nyoman Mulyadi Berkomitmen Dukung Olahraga di Tabanan, Awali dengan Nobar Timnas Indonesia

“Fenomena ini tidak sekadar persoalan teknis administratif. Tapi mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan kebijakan dengan pelaksanaan di lapangan,” tegas Obet, sapaan akrabnya.

Dalam konteks manajemen kebijakan publik, menurutnya, ini menandakan lemahnya fungsi implementasi, pengawasan, dan akuntabilitas dari kebijakan yang seharusnya berjalan dengan prinsip transparansi, keadilan, dan kesetaraan akses.

Kelebihan jumlah penerimaan menimbulkan sejumlah konsekuensi seriusBer, yakni Berpotensi menurunnya kualitas layanan pendidikan. “Karena ruang kelas, guru, dan fasilitas tidak didesain untuk kapasitas siswa yang melebihi pagu,” jelasnya.

Terulang Munculnya rasa ketidakadilan dan lemahnya kepercayaan publik. “Karena warga mempertanyakan, mengapa beberapa siswa dapat diterima di luar pagu sementara yang lain tidak,” tukasnya.

Yang tak kalah pentingnya menurut Ubaidillah, ditengarai potensi praktik penyalahgunaan wewenang, melalui manipulasi domisili atau surat keterangan tidak berdasar.

“Selain itu, juga dapat merusak kepercayaan publik terhadap integritas sistem zonasi yang kini berganti sistem domisili, dan keadilan akses pendidikan,” tandasnya.

Sedangkan temuan hasil angka survei KPK, telah menunjukkan adanya asimetri informasi, di mana publik tidak memperoleh akses penuh terhadap dasar pengambilan keputusan penerimaan di luar pagu.

Selain itu, tidak adanya komunikasi publik dan akuntabilitas vertikal dari pelaksana kebijakan memperburuk persepsi masyarakat terhadap sistem.

“Hemat saya, diperlukan pendekatan kebijakan yang lebih progresif untuk menjawab tantangan ini,” ujarnya lagi.

Dijelaskan oleh dosen manajemen Umsida ini,  dibutuhkan sistem verifikasi domisili yang ketat dan berbasis data Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil). Penetapan buffer kuota resmi (misal 5-10%) untuk kondisi darurat, dengan mekanisme pengesahan formal.

Diperlukan Audit sosial melalui partisipasi komite sekolah dan warga. Dan terahir, butuh transparansi penuh terhadap data pagu dan realisasi penerimaan melalui platform digital yang dapat diakses publik Sidoarjo.

Baca Juga  Gerakan Kembali ke Meja Makan Harganas ke31
  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pordasi Sidoarjo Target Porprov

    Lompatan Baru Berkuda Sidoarjo, Bidik Perolehan Emas Porprov 2027 Lewati Capaian Lama

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Di bawah terik pagi di arena berkuda Desa Kalidawir, Yussar Stable and Riding Club, di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (2/6/2026), semangat para atlet muda berkuda Sidoarjo terasa menyala. Derap kaki kuda yang berpacu di lintasan, sebagai simbol harapan besar menuju Porkab. Sidoarjo 2026 dan Porprov Jatim 2027. Panitia Lomba Berkuda Sidoarjo ini, […]

  • Tolak Keluarnya HGB PT KAI

    Tolak Keluarnya HGB PT KAI Warga Sidotopo Ratapi Nasib Rumah Hunian

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tolak Keluarnya HGB PT KAI, warga dan perangkat kampung di Sidotopo, RT, RW, dan Gabungan Kelompok Masyarakat (Gabukmas), secara tegas menolak keluarnya Hak Guna Bangunan (HGB) yang dimiliki oleh PT KAI. Penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran warga yang telah menempati rumah-rumah mereka secara turun-temurun namun tidak dapat mengurus surat tanah yang sama. […]

  • cuplikan lagu SaWaDiKa

    Lisa BLACKPINK Goda Penggemar dengan Cuplikan SaWaDiKa Jelang Rilis EP PRESS PLAY

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kalau kamu bagian dari penggemar K-pop, khususnya yang mengikuti gerak-gerik Lisa BLACKPINK, beberapa hari terakhir ini linimasa media sosial pasti ramai dengan satu hal. Sebuah potongan lagu pendek, tapi langsung bikin penasaran. Judulnya unik, tidak biasa, dan terdengar seperti sapaan khas yang melekat di telinga: ‘SaWaDiKa’. Cuplikan itu muncul sebagai single pra-rilis menuju […]

  • Penyebab Orang Malas Salat Tarawih

    Lima Penyebab Orang Sering Melewatkan Salat Tarawih dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang hanya dilakukan di bulan Ramadan. Keutamaannya luar biasa, mulai dari pengampunan dosa, pahala berlipat ganda, hingga meningkatkan kesehatan tubuh, terutama bagi wanita. Apa Penyebab Penyebab orang Malas Salat Tarawih. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat, banyak orang justru melewatkan Salat Tarawih. Ada yang karena kesibukan pekerjaan, rasa malas, […]

  • Kasus Korupsi Ikan Fiktif

    Dua Tersangka Korupsi Ikan Fiktif Terjaring, Negara Rugi Rp3 Miliar

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya berhasil mengungkap kasus korupsi pengadaan ikan fiktif yang merugikan negara hingga Rp3 miliar. Dua tersangka utama dalam kasus ini adalah FD selaku Kepala PT PI Unit Surabaya dan P sebagai Direktur PT SRBLI. Keduanya diduga kuat terlibat dalam manipulasi dokumen pengadaan ikan cakalang dan baby tuna melalui pembuatan […]

  • layanan SIM Ramadhan

    Polres Gresik Jemput Bola Urus SIM Santri di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Gresik, Ruang.co.id – Satuan Lalu Lintas Polres Gresik Polda Jawa Timur menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk SIM Santri Trendi (Taat dan Tertib dalam Mengemudi) sebagai solusi jemput bola bagi para santri selama bulan Ramadhan. Program ini dirancang agar para pelajar pondok pesantren tetap dapat mengurus Surat Izin Mengemudi tanpa harus meninggalkan kewajiban ibadah dan kegiatan […]

expand_less