Sidoarjo, Ruang.co.id – Di bawah terik pagi di arena berkuda Desa Kalidawir, Yussar Stable and Riding Club, di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (2/6/2026), semangat para atlet muda berkuda Sidoarjo terasa menyala.
Derap kaki kuda yang berpacu di lintasan, sebagai simbol harapan besar menuju Porkab. Sidoarjo 2026 dan Porprov Jatim 2027.
Panitia Lomba Berkuda Sidoarjo ini, sebanyak 50 peserta lomba dan 80 kuda yang dilombakan dalam dua kelas, mayoritas 80 persen pesertanya atlet dan ber- eKTP Sidoarjo, sisanya datang dari daerah lain, diantaranya Kediri, hingga terjauh atlet dari Kabupaten Banyuwangi.
Event Lomba Berkuda Sidoarjo 2026 pun, menjadi panggung penting bagi lahirnya talenta-talenta baru olahraga berkuda Kota Delta.
Sorak penonton bercampur tepuk tangan menggema, saat pembukaan lomba digelar.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Irianto, membuka acara dengan penuh semangat dan optimisme, terhadap masa depan atlet-atlet berkuda daerah.
“Kemudian kami menyampaikan kepada para wasit, juri. Tolong nanti berilah penilaian yang sportif. Jadi kita mengagungkan benar bahwa sportivitas ini menjadi pemicu utama untuk adik-adik kita ini bisa bersaing dengan fair,” tegas Yudhi dalam sambutannya, Selasa (2/6/2026).
Atmosfer kompetisi terasa berbeda. Bukan hanya tentang perebutan medali, tetapi juga tentang pembinaan, regenerasi, hingga penguatan sport tourism yang mulai tumbuh di kawasan Kalidawir.
Deretan UMKM lokal, tampak ramai dipadati pengunjung, yang datang dari berbagai daerah.
Dalam sesi wawancara, Yudhi menegaskan bahwa, event ini merupakan bagian dari strategi besar pembinaan atlet menuju Porprov 2027.
“Porcab (Pekan Olah Raga Cabang Olahraga Berkuda) ini, salah satu upaya kami untuk pembinaan mencari prestasi atlet yang nanti kita kirim ke Porprov. Dan hari ini salah satunya sudah dilakukan event Porprov itu dari cabor Pordasi berkuda,” ujarnya.
Ia juga optimistis olahraga berkuda menjadi salah satu kekuatan Sidoarjo di ajang mendatang.
“Ini salah satu cabor unggulan kami. Mudah-mudahan nanti di Porprov 2027 bisa lebih baik dari tahun kemarin,” tambahnya.
Ketika ditanya soal reward atau penghargaan dari Pemkab terhadap atlet peraih medali emas di Porprov di Malang, Yudhi menjelaskan seluruh persoalannya sudah clear tuntas, termasuk uang pembinaan senilai Rp42,5 juta setiap atlet peraih emas.
“Semua persoalan terkait Porprov kemarin alhmdulillah sudah clear, dan uang pembinaan Pemkab juga semua sudah tuntas. Terkait uang pembinaan di Porprov 2027 nantinya, kami masih mengajukan dan minta arahan dari Bupati dan Wakil Bupati, apakah nantinya ada kenaikan nilai uang pembinaan atau nilainya tetap seperti kemarin, atau keputusannya nilainya bagaimana?,” terang Yudhi.
“Semua daerah saat ini mengalami penurunan anggaran, beruntungnya Kabupaten Sidoarjo untuk supot dana olahraga masih lebih bagus dari daerah – daerah lainnya. Kesempatan ini kami berharap KONI kita dapat lebih optimal untuk lebih baik dari tahun kemarin, setidaknya merebut kembali merebut juara Runner up,” terangnya lagi.
Plt Ketua KONI Sidoarjo, Imam Purwanto yang akrab disapa Haji Irwan, menyebut geliat olahraga berkuda, menjadi sinyal positif meningkatnya pembinaan olahraga di Sidoarjo.
“Insyaallah tanggal 15 sampai 30 Juni kami akan mengadakan Porkab (Pekan Olahraga Kabupaten Sidoarjo). Persiapan kami sudah hampir 80 persen dan akan diikuti sekitar 55 cabor,” katanya.
Irwan juga menegaskan evaluasi besar-besaran dilakukan, setelah hasil Porprov sebelumnya dianggap belum maksimal.
“Yang jelas kami evaluasi besar-besaran. Kita berusaha untuk lebih baik dan jangan sampai persoalan kemarin terulang lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua federasi berkuda Sidoarjo, Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) Kab. Sidoarjo, Zahlul Yussar, menyoroti pentingnya sportivitas dan keberanian melawan praktik kecurangan dalam penilaian lomba.
“Kalau memang terbukti bersalah, juri yang curang harus diberi punishment, misalkan larangan menjuri selama enam bulan atau satu tahun,” ujarnya.
Zahlul juga mengungkapkan bahwa, event lomba berkuda Sidoarjo kali ini digelar secara gratis, demi membuka akses bagi atlet dari keluarga kurang mampu.
“Semua gratis. Mulai biaya kandang, biaya pendaftaran sampai fasilitas pertandingan. Biasanya orang ikut lomba bisa habis Rp45 juta sampai Rp50 juta, tapi di sini gratis,” katanya.
Baginya, konsep tersebut menjadi cara nyata menjaring bibit atlet potensial, tanpa melihat latar belakang ekonomi keluarga.
“Banyak anak-anak dari keluarga sederhana, sekarang bisa ikut berkuda karena difasilitasi gratis. Ini bagian dari mencari talenta baru untuk Sidoarjo,” tandasnya.
Di tengah derap kuda dan semangat para atlet muda, Sidoarjo tampaknya sedang menyiapkan sesuatu yang lebih besar.
Sidoarjo bertekad secara kolaboratif ingin mengembalikan kejayaan olahraga berkuda, sekaligus membangun mimpi baru mendulang emas yang lebih banyak di podium Porprov Jatim 2027.

