Breaking News
light_mode
Minggu, 12 Juli 2026

Tiket Piala Dunia 2026 Mendadak Turun hingga 60 Persen, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

  • account_circle Ruang Wawan
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Pasar tiket sekunder untuk babak perempat final Piala Dunia 2026 mencatatkan penurunan harga secara signifikan. Kondisi ini terjadi setelah tim nasional Amerika Serikat dan Portugal dipastikan tersingkir dari babak 16 besar.

Kedua tim yang sebelumnya difavoritkan lolos itu gagal melangkah lebih jauh. Akibatnya, permintaan tiket di platform jual beli merosot tajam menjelang dimulainya fase delapan besar.

Harga Tiket Anjlok Hingga 60 Persen

Data dari platform penjualan tiket sekunder TickPick menunjukkan fluktuasi harga yang ekstrem. Salah satu pertandingan yang terdampak paling terlihat adalah laga antara Spanyol melawan Belgia di Los Angeles.

Harga tiket masuk termurah untuk pertandingan tersebut semula menyentuh angka USD2.950 atau setara sekitar Rp47,9 juta. Namun, angka itu kini menyusut menjadi USD1.200 atau kira-kira Rp19,5 juta saja.

Penurunan harga mencapai hampir 60 persen dalam waktu singkat. Sebelumnya, banyak pihak memperhitungkan Amerika Serikat sebagai tuan rumah akan tampil di laga tersebut, namun realitas berbicara lain.

Fenomena serupa juga terjadi pada pertandingan perempat final yang digelar di Miami. Tiket laga tersebut sempat menyentuh harga sekitar USD4.000 atau setara Rp65 juta.

Setelah Meksiko gagal melaju ke babak delapan besar, harga tiket langsung terkoreksi ke kisaran USD2.000 atau sekitar Rp32,5 juta. Penurunan ini berada pada level 50 persen dari harga awal.

Co-Chief Executive Officer TickPick, Brett Goldberg menjelaskan bahwa ekspektasi tinggi terhadap tim-tim tertentu menjadi pemicu utama inflasi harga di pasar sekunder. Ia menyebut hasil di lapangan memiliki korelasi langsung terhadap dinamika pasar tiket.

“Ketika mereka tersingkir, permintaan tiket langsung turun secara signifikan. Dampaknya segera terlihat di pasar penjualan kembali,” ujar Goldberg menjelaskan.

Gugurnya Tim Favorit Mengubah Pasar

Tersingkirnya Portugal turut menyumbang penurunan permintaan. Pasukan Roberto Martinez dihentikan oleh Spanyol pada babak 16 besar, sekaligus mengakhiri perjalanan Cristiano Ronaldo di turnamen ini.

Kehadiran penyerang berusia 41 tahun itu semula menjadi magnet tersendiri bagi penonton. Prediksi sebelum pertandingan menempatkan laga potensial antara Amerika Serikat melawan Portugal sebagai salah satu yang termahal di babak perempat final.

Dengan gagalnya kedua tim melaju, para pemegang tiket di pasar sekunder ramai-ramai menurunkan harga jual. Stok tiket yang berlebih tidak diimbangi oleh minat pembeli yang antusias.

Dampak ke Sektor Usaha

Penurunan permintaan tiket ini tidak hanya memengaruhi pembeli dan penjual. Pelaku usaha di sekitar lokasi pertandingan juga mulai memperhitungkan potensi penurunan pendapatan selama perempat final berlangsung.

Berkurangnya animo penonton dari kalangan tertentu membuat estimasi kunjungan ke area stadion ikut melandai. Kondisi ini menjadi efek domino dari tersingkirnya tim-tim dengan basis penggemar besar.

Meski demikian, Goldberg menekankan bahwa volatilitas harga tiket di pasar sekunder merupakan cerminan alami dari pasokan dan permintaan. Pihaknya terus memantau pergerakan angka seiring berjalannya turnamen.

“Pasar ini sangat sensitif terhadap hasil pertandingan. Begitu tim besar gugur, harganya langsung menyesuaikan,” tambahnya.

Fase perempat final Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan segera bergulir. Perhatian kini beralih pada tim-tim yang masih bertahan, yang berpotensi mendongkrak kembali minat dan harga tiket di laga-laga berikutnya. (Sumber)

  • Penulis: Ruang Wawan
expand_less