Ruang.co.id – Saat ini, nama Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Charles Yohanes Alling bersinar di jajaran elit TNI AD. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa jenderal bintang satu ini adalah seorang “Arek Suroboyo” asli. Oleh karena itu, kisah perjalanannya dari Kota Pahlawan menuju puncak komando sangat menarik untuk diikuti.
Kebanggaan SMAN 11 Surabaya
Dahulu, Charles Alling menempuh pendidikan menengah di SMAN 11 Surabaya. Selain itu, para sahabat mengenalnya sebagai pribadi yang sangat disiplin sejak remaja. Meskipun kini sudah menjadi perwira tinggi, ia tetap aktif menjaga komunikasi dengan kawan lama. Singkatnya, keberhasilan Charles membuktikan bahwa lulusan sekolah negeri Surabaya mampu bersaing di level nasional.
Catatan Emas di Medan Operasi
Selanjutnya, dunia militer mengenal Charles Alling melalui deretan prestasi yang nyata. Ia bukan sekadar jenderal yang bekerja di belakang meja. Sebaliknya, Charles sering memimpin berbagai misi berisiko tinggi dengan sukses. Berikut adalah beberapa pencapaian gemilangnya:
- Komandan Sat-81 Kopassus: Ia pernah memimpin satuan paling elit untuk penanggulangan teror.
- Operasi Tembagapura: Selain sukses di Gultor, Charles terjun langsung membebaskan sandera di Papua.
- Pengamanan G20 Bali: Ia memimpin Tim Bravo demi menjaga keamanan kepala negara dunia.
- Penghargaan Sangkur Perak: Hasilnya, ia meraih predikat lulusan terbaik dalam pendidikan komando.
Pendidikan
Setelah lulus dari Akademi Militer pada tahun 2001, Charles Alling mengikuti berbagai pendidikan dan kursus kemiliteran:
- Sussarcab Infanteri (2002)
- Pendidikan Komando di Pusdiklatpassus Kopassus (2003)
- Kursus Pelatih Para Dasar (2004)
- Pendidikan Jump Master (2005)
- Pendidikan Penanggulangan Teror (2005)
- Pendidikan terjun bebas militer (2007)
- Kursus Intensif Bahasa Inggris (2010)
- Diklapa-II (2011)
Pendidikan di luar negeri:
- Program Magister di Australian National University (ANU)
- Sekolah Staf dan Komando di Australia
- Kursus di NATO School, Jerman (2012)
Charles Alling diketahui telah berpartisipasi dalam sejumlah seminar pasukan khusus dan anti-terorisme yang diselenggarakan di berbagai negara, meliputi Jerman, Prancis, Australia, Filipina, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Turki
Jenderal Intelektual
Selain jago di lapangan, Charles Alling juga memadukan kekuatan fisik dengan kecerdasan otak. Ia sangat aktif menulis buku tentang strategi militer dan kepemimpinan. Oleh karena itu, saat ini ia dipercaya mengemban amanah sebagai Karo TU dan Protokol Setjen Kemhan. Tentu saja, tugas ini menuntut ketelitian tinggi dalam mengelola urusan strategis pertahanan negara.
Karier Cemerlang
- Komandan Batalyon 32/Grup 3 Kopassus (2016–2018)
- Komandan Satuan Intelijen Kopassus (2018–2019)
- Komandan Kodim 0906/Kukar (2019–2022)
- Komandan Satuan 81 Kopassus (2023–2024)
- Asisten Perencanaan Kopassus (2024)
- Koorspri Menhan RI (2024–2025)
- Kabag Dukmin dan Protmen Ro TU dan Protokol Setjen Kemhan (2025)
- Karo TU dan Protokol Setjen Kemhan (2025–Sekarang)
Inspirasi dari Kota Pahlawan
Akhirnya, kisah hidup Charles Alling menjadi inspirasi besar bagi siswa SMAN 11 Surabaya. Ia berhasil membuktikan bahwa integritas akan membawa seseorang ke puncak karier. Maka dari itu, bagi para sahabat, ia tetaplah sosok rendah hati yang tidak pernah melupakan akarnya.
Pada dasarnya, Charles Alling adalah bukti nyata bahwa pemuda Surabaya mampu menjaga kedaulatan bangsa.

