Breaking News
Sabtu, 13 Juni 2026
Trending Tags
Beranda » Terkini » Seniman Reog Surabaya Bertolak ke Ponorogo Rebut Piala Presiden

Seniman Reog Surabaya Bertolak ke Ponorogo Rebut Piala Presiden

  • account_circle Ruang M Andik
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Pemerintah Kota Surabaya secara resmi melepas keberangkatan Persatuan Unit-unit Reog Surabaya (Purbaya) menuju ajang Grebeg Suro 2026, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI di Kabupaten Ponorogo. Pelepasan ini menandai kesiapan kontingen Kota Pahlawan untuk memperebutkan Piala Presiden dalam festival yang mengusung tema “Reogvolution” tersebut pada Jum’at (12/6/2026).

Asisten I Pemerintah Kota Surabaya, Mohammad Fikser, memimpin langsung prosesi pelepasan sebagai wujud dukungan penuh terhadap pelestarian seni tradisional. Purbaya diharapkan mampu membawa harum nama Surabaya dalam kompetisi seni budaya bergengsi tingkat nasional itu.

“Pemerintah Kota Surabaya memberikan dukungan penuh kepada Purbaya. Kami berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kota Surabaya,” ujar Fikser saat melepas kontingen.

Ia menambahkan bahwa keikutsertaan dalam festival bukan sekadar kompetisi, melainkan juga bagian dari strategi kebudayaan daerah. Pemerintah kota menilai seni reog merupakan aset budaya yang harus terus diperkenalkan kepada khalayak luas. Fikser juga menyampaikan apresiasinya kepada para pihak yang selama ini mendukung pelestarian reog di Surabaya. “Kami pemerintah kota mengucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat Ponorogo, tokoh reog yang ada di Surabaya, yang kemudian mewadahi kegiatan ini. Ke depannya, pemerintah kota juga akan memfasilitasi Purbaya dengan gedung serbaguna milik pemerintah kota di MERR, yang bisa dipakai secara rutin untuk pelatihan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fikser menegaskan bahwa Purbaya merupakan binaan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya, yang fokus pada pelestarian kesenian. Komitmen ini diperkuat dengan perhatian besar Wali Kota Surabaya yang telah menerima anugerah sebagai pemerhati budaya untuk reog pertama di Indonesia. “Di setiap acara, reog selalu menjadi tampilan seni utama yang mendapat kesempatan untuk dimunculkan. Di luar Ponorogo yang menjadi tempat asal reog, Surabaya memiliki perhatian luar biasa terhadap kesenian ini,” tambahnya.

Budi Sutrisno, Ketua Reog Purbaya Surabaya

Budi Sutrisno, Ketua Reog Purbaya Surabaya

Sementara itu, Ketua Purbaya Budi Sutrisno mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan secara intensif. Seluruh personel menjalani latihan rutin dan pematangan materi pertunjukan selama lebih dari dua bulan untuk menghadapi persaingan ketat.

“Kami telah berlatih secara serius selama lebih dari dua bulan. Dengan dukungan dari Pemkot Surabaya dan kerja keras seluruh anggota, kami optimistis dapat memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil yang membanggakan,” katanya.

Budi menargetkan Purbaya minimal mampu menembus nominasi lima besar. Optimisme itu didasari oleh kekompakan tim serta pengalaman sejumlah anggota yang pernah tampil di festival serupa sebelumnya.

Optimisme serupa juga disampaikan oleh Sugiri Heru Sangoko, Pembina Purbaya. Ia berpesan agar kontingen Kota Surabaya menunjukkan jiwa pahlawan dan tampil dengan gagah tanpa rasa grogi. “Festival ini merupakan momen yang paling ditunggu, terlebih para pemain sudah melakukan persiapan matang, baik latihan selama lebih dari dua bulan maupun mendatangkan pelatih terbaik,” ujarnya. Menurutnya, masuk sebagai juara 1 tentu akan menjadi kebanggaan bagi Kota Surabaya. Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para seniman reog, baik dari pihak pembina Purbaya maupun Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan bonus bagi kontingen yang berhasil meraih juara 1 atau setidaknya masuk lima besar.

Hal tersebut dipertegas oleh Mohammad Fikser yang menyatakan bahwa Wali Kota Surabaya telah menyiapkan bonus sebesar 100 juta rupiah bagi Purbaya jika berhasil menjadi juara 1. “Pak Wali Kota memberikan bonus 100 juta untuk tim Purbaya bila juara 1. Ada pula bonus-bonus lain yang disiapkan untuk menyemangati tim. Mudah-mudahan di Festival Reog Nasional di Ponorogo ini, tim Surabaya bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” pungkasnya.

Festival Nasional Reog Ponorogo merupakan agenda tahunan yang menjadi barometer perkembangan seni reog di Indonesia. Ajang ini rutin digelar dalam rangkaian Grebeg Suro dan selalu menarik perhatian peserta dari berbagai provinsi.

Kehadiran Purbaya dalam festival kali ini diharapkan dapat memperkuat diplomasi budaya antardaerah. Kontingen Surabaya juga membawa misi memperkenalkan karakter seni reog khas pesisiran yang menjadi identitas komunitas seniman di ibu kota Jawa Timur tersebut.

  • Penulis: Ruang M Andik
expand_less