Ironi Cinta Seorang Ibu yang Terbuang, Jangan Buang Ibu Siap Menggetarkan Layar Lebar
- account_circle Ruang Ilham
- calendar_month 42 menit yang lalu
- print Cetak

Ironi cinta ibu yang terbuang hadir dalam film Jangan Buang Ibu. Drama keluarga pilu tentang ibu di panti jompo, dibintangi Nirina Zubir, tayang 25 Juni 2026. (Foto: @IG_amandamanopo)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Sebuah ironi cinta yang menyayat hati akan segera menggetarkan layar lebar. Rumah produksi Leo Pictures menghadirkan Jangan Buang Ibu, sebuah drama keluarga yang memotret pilunya pengorbanan seorang bunda yang justru tersisih di masa senjanya. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 25 Juni 2026.
Diproduseri Agung Saputra dan disutradarai Hadrah Daeng Ratu, film ini mengisahkan Ibu Ristiana, perempuan yang membesarkan tiga anaknya dengan sepenuh jiwa. Namun, cinta yang ia tanam sepanjang hayat justru berujung sunyi di balik dinding panti jompo, tempat di mana ia dititipkan oleh anak-anaknya sendiri.
Agung Saputra mengungkapkan bahwa Jangan Buang Ibu lahir dari realitas sosial yang kian memprihatinkan. Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, sosok ibu kerap terlupakan, bahkan terabaikan saat raga mereka mulai renta.
“Jangan Buang Ibu adalah sebuah kisah yang akan mengajak kita kembali memahami arti cinta, pengorbanan, dan kehadiran seorang ibu dalam hidup kita. Semoga kita juga bisa berefleksi untuk terus bisa memuliakan seorang ibu yang telah melahirkan kita,” ujar Agung dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/6/2026).
Di balik narasi yang memilukan, kekuatan akting Nirina Zubir menjadi nadi utama film ini. Memerankan Ibu Ristiana, ia dihadapkan pada tantangan menghidupkan karakter dalam tiga fase usia yang kontras: 40, 50, dan 60 tahun. Transformasi itu tidak hanya bersandar pada riasan, melainkan juga perubahan gestur, cara bertutur, hingga sorot mata yang merekam luka.
“Ini bukan perkara mudah. Setiap gerak-gerik, cara berjalan, dan tatapan mata harus berubah mengikuti usia karakter. Saya harus membayangkan bagaimana fisik dan batin saya dua dekade mendatang,” ungkap Nirina.
Naskah yang ditulis Widya Arifianti ini juga dibintangi oleh Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, dan Basmalah Gralind. Nama-nama seperti Erika Carlina, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, serta Fadly Faisal turut memperkuat jajaran pemain.
Menjelang penayangannya, Jangan Buang Ibu telah menggelar gala premiere di 20 kota. Sambutan hangat dari penonton menjadi sinyal bahwa kisah tentang ibu selalu menemukan jalan pulang ke hati masyarakat.
Bagi Refal Hady, keterlibatan dalam film ini menjadi pengingat yang begitu personal. Di tengah proses syuting, kerinduan pada sosok ibunda yang telah tiada justru menjadi kekuatan emosional yang ia tuangkan dalam peran.
“Seorang ibu adalah sosok yang tidak pernah tergantikan. Film ini menjadi pembelajaran dan refleksi yang sangat berarti bagi saya, terutama sebagai seorang anak,” tuturnya.
Dengan balutan kisah yang hangat sekaligus mengoyak perasaan, Leo Pictures berharap Jangan Buang Ibu tidak sekadar menjadi tontonan. Lebih dari itu, film ini diharapkan menjadi cermin bagi setiap anak untuk tidak pernah membuang cinta yang telah diberikan seorang ibu sepanjang hidupnya.
- Penulis: Ruang Ilham
