Mengapa Rasa Cemas pada Ketidakpastian Bisa Membuatmu Terjebak FOMO dan Doomscrolling?
- account_circle Ruang Ilham
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi seseorang yang sedang gelisah memegang ponsel, menggambarkan konsep intolerance of uncertainty dan kecemasan terhadap ketidakpastian. Ilustrasi foto AI ChatGPT
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Menunggu balasan pesan, hasil wawancara kerja, atau kabar dari dokter seringkali memicu rasa gelisah. Dalam psikologi, kecenderungan untuk merasa sangat tidak nyaman saat menghadapi situasi yang belum pasti ini dikenal dengan istilah intolerance of uncertainty (IU). Kondisi ini diyakini menjadi akar dari berbagai perilaku pencarian kepastian yang justru kontraproduktif.
Psikolog R. Nicholas Carleton dari University of Regina, dalam kajiannya berjudul Fear of the Unknown: One Fear to Rule Them All?, menjelaskan bahwa ketakutan terhadap hal yang tidak diketahui merupakan salah satu unsur penting dalam kecemasan. “Pada sebagian orang, yang terasa mengganggu bukan hanya kemungkinan terburuknya, melainkan kondisi ketika mereka belum tahu apa yang akan terjadi,” jelasnya, merujuk pada studi fundamental tentang IU.
Lebih lanjut, penelitian kontemporer menunjukkan bahwa IU memiliki kaitan erat dengan kebiasaan digital yang tidak sehat. Sejumlah studi menemukan intolerance of uncertainty dapat menjadi prediktor signifikan terhadap fenomena doomscrolling, yaitu perilaku terus-menerus menggulir berita negatif di internet. “Individu dengan IU tinggi cenderung mencari informasi secara kompulsif sebagai upaya meredakan kecemasan, namun ironisnya, paparan berita buruk yang terus-menerus justru memperburuk kondisi mental mereka,” ungkap sebuah tim peneliti dalam jurnal Computers in Human Behavior.
Tidak hanya doomscrolling, intolerance of uncertainty juga kerap menjadi jembatan menuju Fear of Missing Out (FOMO) dan penggunaan smartphone bermasalah. Sebuah studi pada mahasiswa mengonfirmasi, “Kebutuhan untuk selalu mengetahui apa yang terjadi agar tidak merasa tertinggal atau kehilangan kendali, secara signifikan memediasi hubungan antara intolerance of uncertainty dengan penggunaan ponsel yang bermasalah.” Dorongan ini membuat seseorang terus-menerus memeriksa ponsel demi memperoleh rasa aman sesaat.
- Penulis: Ruang Ilham

