Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Daerah » Kirab Budaya Grebeg Suro Sidokepung: Harmoni Spiritual Eyang Sapujagad dan Persatuan Sidoarjo

Kirab Budaya Grebeg Suro Sidokepung: Harmoni Spiritual Eyang Sapujagad dan Persatuan Sidoarjo

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Sabtu sore, 19 Juli 2025, udara Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, membuncah riang. Ratusan warga bersuka cita merayakan Grebeg Suro, rangkaian kegiatan peringatan 1 Muharram 1447 Hijriah sekaligus haul akbar Mbah Sapujagad, tokoh spiritual yang amat dihormati di desa ini.

Kirab budaya yang dimulai pukul 15.00 WIB di lapangan desa ini melibatkan 65 komunitas pelaku budaya dari berbagai latar.

Mereka mengenakan busana adat Jawa dan membawa bendera Merah Putih, menciptakan nuansa religi sekaligus nasionalisme. Elemen seni dan religi berpadu dalam harmoni estetis dan spiritual.

“Kami ingin menghidupkan kembali tradisi Grebeg Suro agar generasi muda tetap mengenal akar budayanya,” ucap Pj. Kepala Desa Sidokepung, M. Zainal Arifin, penuh keyakinan.

Sebagai inspirasi bersama, ia menekankan pentingnya tradisi ini sebagai penjaga nilai persatuan dan budaya.

Sukartini, Kepala Bidang Kebudayaan Dispendikbud Sidoarjo, menambahkan, “Kirab budaya yang melibatkan 65 kelompok komunitas ini merupakan pertama kali diselenggarakan. Kami berharap acara ini menjadi agenda tahunan di Sidoarjo”.

Harapannya, acara ini tak hanya meriah, tetapi juga menjadi penguat identitas daerah dan jembatan antar generasi.

Rangkaian acara berikutnya adalah tradisi Nyadran di pesarean Mbah Sapujagad. Warga berkumpul di makam, mengenakan busana adat Jawa, yakni busana hitam dan batik mendominasi.

Doa bersama, kenduri, dan pembacaan riwayat spiritual tokoh leluhur berlangsung dalam khidmat.

Seorang sesepuh adat menyampaikan, “Tradisi ini bukan hanya ritual tahunan, tapi juga bentuk nyata dari jati diri budaya kita yang harus terus dijaga.”

Kalimat ini menyentuh rasa kebersamaan dan kesadaran historis kaum muda dan tua.

 

Kiprah Spiritual Eyang Sapujagad Menginspirasi Antar Generasi

Eyang Sapujagad, yang punya nama aslinya Raden Aryo Kasman Singodiarjo, dikenal juga sebagai Ki Ageng Sapujagad Dadappurno atau Syeh Ahmanuddin Hasyim bin Pangeran Kusuma Hadi (Kusumawardani), keturunan Prabu Hayam Wuruk dan Sayid Abdullah Asyari (Sunan Bejagung Tuban).

Baca Juga  Sidoarjo Krisis Kepala Sekolah, Mutasi Tertahan Regulasi Baru Pemerintah Pusat Bikin Pusing Bupati Subandi

Sosoknya dikenal sebagai tokoh spiritual dan leluhur di Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Makamnya terletak di kompleks Pesarean, Jalan Sapujagad No. 31, Sidokepung.

Kompleks makam tersebut kini dilengkapi fasilitas seperti prasarana umum, jaringan air bersih & listrik, akses jalan, musholla, dan toilet bersih.

Riwayat spiritualnya, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas komunitas di sana. Ia hidup pada abad ke‑16, masa transisi dari Majapahit menuju Demak Bintoro.

Menjadi murid ulama Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang dan lainnya. Ia dikenal memiliki kesaktian luhur, mendirikan sumber air dan “kawah zedi” untuk membantu masyarakat setempat sembari mengajarkan Islam.

Dalam gelaran kirab budaya ini, simbol kesejahteraan hadir dalam tumpeng polo wijo, buah-buahan, jajanan pasar, dan puncaknya saat warga berebut “Gunungan”, simbol kelimpahan hasil bumi.

Suasana adegan natural ini menyiratkan harapan, agar keberkahan leluhur hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pagelaran Wayang Kulit hingga dini hari menutup serangkaian acara dengan rasa syukur dan kekaguman terhadap tradisi.

Penyelenggara, yakni Desa Sidokepung dan Dispendikbud Sidoarjo, menghadirkan kearifan budaya lokal secara inklusif dan edukatif.

Selain menjaga nilai spiritual, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran warga sebagai kontributor pajak daerah.

Grebeg Suro Sidokepung bukan sekadar upacara ritual semata. Sejumlah sesepuh dan tokoh desa ini memberi penajaman, gelaran ini merupakan sebuah refleksi nilai spiritual, persatuan, dan tanggung jawab sosial.

Melalui sinergi doa, budaya, dan partisipasi warga, diyakini masyarakat desa ini, menunjukkan bagaimana tradisi lokal menjadi pilar pemersatu dan inspirasi bagi masa depan.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Janjikan Sekolah Gratis di Tabanan, MS Glowing Yakin PAD Cukup untuk Realisasikan Program

    Janjikan Sekolah Gratis di Tabanan, MS Glowing Yakin PAD Cukup untuk Realisasikan Program

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    BALI, Ruang.co.id- Nyoman Mulyadi, calon Bupati Tabanan nomor urut 1,  menjanjikan sekolah gratis di Kabupaten Tabanan jika terpilih di Pilkada 2024. Hal ini disampaikannya saat kampanye di Wantilan Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti Tabanan pada Sabtu (26/10/2024). Mulyadi menyatakan bahwa program sekolah gratis ini merupakan program yang juga digaungkan oleh pasangan calon Gubernur […]

  • Philipina U-19

    AFF U19, Philipina U-19 Tekuk Timor Leste U-19 2- 0

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Setelah mengalami kekalahan telak 0-6 dari Timnas Indonesia U-19 pada pertandingan pertama, semangat tim Philipina U-19 tidak surut. Pada laga kedua babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19, Philipina berhasil bangkit dan meraih kemenangan 2-0 atas Timor Leste U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu sore (20/7). Sejak awal pertandingan, Philipina tampil […]

  • Jumat Berkah

    Jumat Berkah: 823 Warga Sidoarjo Terima Bantuan Beras

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Jumat pagi (1/8/2025) menjadi momen penuh haru bagi ratusan warga di Desa Kemiri, Kelurahan Sidokare, dan Lemahputro, Sidoarjo. Sebanyak 823 warga penerima bantuan pangan (PBP) mendapat jatah 20 kilogram beras dari pemerintah pusat. Suasana balai desa pagi itu dipenuhi senyum harapan yang jarang terlihat begitu tulus. Bupati Sidoarjo H. Subandi turun langsung […]

  • RSIA Kendangsari

    Groundbreaking RSIA Kendangsari: Surabaya Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan gedung baru, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari, Senin (24/6/2024). Gedung baru RSIA tersebut, nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas layanan kesehatan khusus bagi ibu dan anak. Wali Kota Eri Cahyadi menuturkan, dengan adanya pengembangan gedung baru RSIA Kendangsari, masyarakat bisa memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan layanan […]

  • Dikenal Redflag, Gemini Buktikan Pesonanya

    Dikenal Redflag, Gemini Buktikan Pesonanya

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Gemini merupakan zodiak yang sering dibicarakan. Sering kali dikenal redflag, Gemini buktikan pesonanya dengan memiliki kepribadian yang unik, menarik dan kompleks. Gemini merupakan tanda astrologi ketiga dalam urutan zodiak yang berada di antara 21 Mei hingga 20 Juni. Gemini dengan simbol kembar adalah perwakilan dari unsur udara dalam astrologi dan diperintah oleh […]

  • Peringatan Hari Juang TNI AD ke-79

    Kolaborasi 3 Pilar Simokerto di Pasar Tambakrejo Sambut Nataru dan Hari Juang TNI AD

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Suasana penuh semangat menyelimuti depan Kaza Mall, Jalan Kapas Krampung, Surabaya, Jumat (13/12) pagi. Puluhan anggota TNI AD dari Kodim 0831 Surabaya Timur, Polsek Simokerto, Satpol PP, dan Pramuka berkumpul dalam apel pagi, peringatan Hari Juang TNI AD ke-79 dan HUT Kodam V/Brawijaya ke-76, sebelum memulai karya bakti membersihkan Pasar Tambakrejo. Kegiatan […]

expand_less