De Red FC Kalah 0-1, Aji Santoso Bongkar 3 Faktor yang Jadi Biang Kekalahan
- account_circle Ruang Wawan
- calendar_month 24 menit yang lalu
- print Cetak

Pemain De Red FC saat Melawan Kendal Tornado FC pada laga perdana Championship 2026/2027. (Pho : Official de Red)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – De Red FC harus mengawali perjalanan di Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil pahit setelah kalah 0-1 dari Kendal Tornado FC di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Sabtu sore. Pelatih Aji Santoso mengungkap tiga faktor utama yang membuat timnya gagal mengamankan poin dalam laga perdana Grup Timur tersebut.
Menurut Aji, persoalan pertama terletak pada penyelesaian akhir. De Red FC sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan bagus, terutama pada babak pertama, tetapi peluang tersebut tidak berubah menjadi gol sehingga momentum pertandingan akhirnya berpihak kepada Kendal Tornado FC.
“Babak pertama ada tiga peluang yang seharusnya gol, tetapi tidak bisa kami konversi menjadi gol, ini faktor pertamanya,” kata Aji Santoso seusai pertandingan.
Hasil tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah bagi De Red FC. Apalagi, tim asal Surabaya itu datang dengan target membangun fondasi kompetitif bersama Aji Santoso setelah memastikan diri tampil di Championship 2026/2027.
Tiga Faktor De Red FC Kalah dari Kendal Tornado FC
Kekalahan tipis ini sebenarnya tidak menggambarkan seluruh jalannya pertandingan. De Red FC mampu menciptakan peluang dan menunjukkan keberanian untuk bermain menyerang, namun beberapa momen kecil justru menentukan hasil akhir.
Aji Santoso melihat ada tiga situasi yang saling berkaitan. Ketajaman di depan gawang, kehilangan jumlah pemain untuk sementara, serta cedera pemain kreatif menjadi rangkaian masalah yang akhirnya membuat De Red FC kehilangan kendali.
1. Tiga peluang emas gagal menjadi gol
Faktor pertama sekaligus yang paling disoroti Aji adalah efektivitas. De Red FC mendapatkan tiga peluang yang menurut sang pelatih seharusnya bisa berujung gol pada babak pertama.
Situasi seperti ini memang sering menjadi pembeda dalam pertandingan kompetitif. Ketika peluang sudah tercipta tetapi penyelesaian akhir tidak maksimal, lawan hanya membutuhkan satu kesempatan untuk mengubah jalannya laga.
Karena itu, pekerjaan rumah pertama De Red FC bukan sekadar meningkatkan jumlah peluang. Tim juga perlu memperbaiki kualitas keputusan di area penalti, mulai dari ketenangan penyerang hingga akurasi umpan terakhir.
2. De Red FC sempat bermain dengan 10 pemain
Masalah kedua muncul ketika Hattam Pratama harus meninggalkan lapangan. De Red FC sempat bermain dengan 10 pemain selama kurang lebih satu menit sebelum kembali memiliki komposisi pemain lengkap.
Kendal Tornado FC langsung membaca situasi tersebut. Tim tamu membangun serangan melalui sisi kanan dan menemukan ruang yang ditinggalkan Hattam.
“Kemasukannya memang ketika kami dalam kondisi 10 pemain, dan ancaman itu munculnya dari tempatnya Hattam, di mana Hattam dalam kondisi sudah di luar lapangan,” ujar Aji.
Momen tersebut menjadi contoh bahwa konsentrasi tidak boleh turun meski hanya dalam waktu singkat. Dalam pertandingan dengan margin skor tipis, satu celah kecil bisa berubah menjadi gol yang menentukan tiga poin.
3. Fafa keluar, kreativitas De Red FC ikut terganggu
Faktor ketiga berkaitan dengan kondisi Fellipe Cabral Veloso atau Fafa. Playmaker De Red FC tersebut mengalami masalah pada otot sehingga Aji harus menariknya keluar dari pertandingan.
Keluarnya Fafa membuat permainan De Red FC sedikit kehilangan tekanan di lini depan. Aji menilai lawan kemudian lebih leluasa memberikan tekanan setelah pemain kreatif tersebut meninggalkan lapangan.
“Playmaker kami, si Fafa, ototnya agak ketarik sehingga dia harus keluar. Sejak dia keluar, kami agak sedikit ditekan oleh lawan,” jelas Aji.
Situasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya kedalaman skuad. De Red FC masih membutuhkan pemain yang mampu menjaga intensitas permainan ketika salah satu kreator serangan harus meninggalkan lapangan.
Aji Santoso Tetap Melihat Sisi Positif
Meski menelan kekalahan, Aji Santoso tidak ingin melihat pertandingan ini hanya dari skor akhir. Ia menilai permainan anak asuhnya masih memiliki prospek untuk berkembang, terutama karena De Red FC memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda.
Menurut Aji, regulasi yang membuka ruang bagi pemain muda justru bisa menjadi keuntungan jangka panjang bagi tim. Kompetisi memberi kesempatan kepada pemain yang sebelumnya minim pengalaman untuk merasakan atmosfer pertandingan dengan tekanan yang sebenarnya.
Pandangan tersebut cukup penting bagi De Red FC yang baru mempersiapkan perjalanan kompetitifnya bersama komposisi skuad musim 2026/2027. Dalam peluncuran skuad, klub memang membawa banyak pemain muda dan menjadikan pembangunan karakter sebagai bagian dari fondasi tim.
Debut pemain muda jadi modal berharga
Aji memberikan contoh dari posisi bek kanan. Pemain tersebut belum memiliki pengalaman tampil di kompetisi, tetapi mampu bermain selama sekitar 75 menit dengan cukup baik.
Bagi sebuah tim yang sedang membangun identitas, pengalaman seperti ini punya nilai tersendiri. Pemain muda tidak hanya belajar soal teknik, tetapi juga memahami bagaimana menjaga konsentrasi ketika pertandingan berubah cepat.
Karena itu, kekalahan dari Kendal Tornado FC tidak otomatis menjadi tanda bahwa proyek De Red FC berjalan buruk. Sebaliknya, laga tersebut bisa menjadi bahan evaluasi konkret untuk memperbaiki detail permainan sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
De Red FC Segera Cari Solusi untuk Laga Berikutnya
Aji juga berharap pemain asing ketiga yang sedang disiapkan manajemen dapat segera bergabung. Tambahan tersebut diharapkan membuat pilihan taktikal De Red FC semakin banyak pada pertandingan selanjutnya.
Kebutuhan terhadap pemain tambahan terasa semakin penting setelah Fafa mengalami masalah otot dalam laga pembuka. Kedalaman skuad akan membantu Aji menjaga kualitas permainan ketika tim menghadapi jadwal kompetisi yang semakin padat.
De Red FC sendiri menyiapkan perjalanan panjang di Grup Timur Championship 2026/2027. Setelah menghadapi Kendal Tornado FC, klub Surabaya tersebut dijadwalkan menghadapi RANS Nusantara FC di Stadion Gelora 10 November pada 19 September 2026.
Dengan demikian, pertandingan kedua akan menjadi kesempatan bagi Aji untuk menguji respons tim setelah kekalahan perdana. Fokusnya bukan hanya memburu kemenangan, tetapi juga memastikan kesalahan yang sama tidak kembali muncul.
Genta Alparedo Janji De Red FC Berbenah
Dari sisi pemain, Genta Alparedo mengakui hasil pertandingan melawan Kendal Tornado FC bukan sesuatu yang diharapkan. Ia memastikan para pemain akan melakukan evaluasi terhadap kesalahan yang terjadi sepanjang pertandingan.
“Untuk pertandingan hari ini mungkin bukan hasil yang kita harapkan. Tetapi saya perwakilan pemain siap mengevaluasi untuk kesalahan kita di pertandingan hari ini,” kata Genta.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ruang perbaikan masih terbuka lebar. De Red FC tidak hanya perlu memperbaiki penyelesaian akhir, tetapi juga meningkatkan konsentrasi saat kehilangan pemain dan menjaga kualitas permainan ketika pemain kunci harus keluar.
Tantangan Aji bukan hanya mengejar hasil
Aji Santoso kini menghadapi tantangan ganda. Ia harus membawa De Red FC meraih hasil kompetitif, sekaligus membentuk tim yang mampu berkembang dengan banyak pemain muda.
De Red FC sebelumnya memperkenalkan 32 pemain untuk menghadapi Championship 2026/2027 dan menempatkan Aji sebagai figur utama dalam proyek tersebut. Klub juga menggunakan Stadion Gelora 10 November sebagai kandang, sebuah tempat yang punya kaitan kuat dengan perjalanan Aji di sepak bola Surabaya.
Artinya, kekalahan dari Kendal Tornado FC memang menyakitkan, tetapi perjalanan masih sangat panjang. Jika tiga persoalan yang diidentifikasi Aji segera dibenahi, laga perdana ini justru bisa menjadi pelajaran mahal yang berguna untuk perjalanan De Red FC sepanjang musim.
Apa yang Harus Diperbaiki De Red FC?
Ada tiga pekerjaan utama yang layak menjadi perhatian Aji Santoso menjelang pertandingan berikutnya. Pertama, De Red FC harus lebih klinis ketika mendapatkan peluang karena kesempatan besar tidak selalu datang berulang kali.
Kedua, komunikasi ketika pemain keluar lapangan perlu diperkuat agar lawan tidak mendapatkan ruang kosong. Ketiga, De Red FC membutuhkan alternatif kreator permainan sehingga tekanan tidak langsung meningkat ketika satu pemain kunci mengalami cedera.
Pada akhirnya, sepak bola memang ditentukan oleh gol. Namun, proses menuju gol juga bergantung pada konsentrasi, kedalaman skuad, pengambilan keputusan, serta kemampuan tim menjaga ritme pertandingan.
Kekalahan 0-1 dari Kendal Tornado FC menjadi pengingat awal bagi De Red FC. Aji Santoso kini punya kesempatan untuk membuktikan bahwa tim barunya mampu belajar cepat dan bangkit pada pertandingan berikutnya
- Penulis: Ruang Wawan

