Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Lifestyle » Lima Penyebab Orang Sering Melewatkan Salat Tarawih dan Cara Mengatasinya

Lima Penyebab Orang Sering Melewatkan Salat Tarawih dan Cara Mengatasinya

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang hanya dilakukan di bulan Ramadan. Keutamaannya luar biasa, mulai dari pengampunan dosa, pahala berlipat ganda, hingga meningkatkan kesehatan tubuh, terutama bagi wanita. Apa Penyebab Penyebab orang Malas Salat Tarawih.

Namun, meskipun memiliki banyak manfaat, banyak orang justru melewatkan Salat Tarawih. Ada yang karena kesibukan pekerjaan, rasa malas, hingga aktivitas lain yang lebih menarik. Padahal, Salat Tarawih termasuk sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.

Berikut adalah penyebab utama orang sering atau malas meninggalkan Salat Tarawih serta solusi agar tetap semangat beribadah!

1. Terlalu Kenyang Setelah Berbuka Puasa

Makan berlebihan saat berbuka adalah salah satu alasan utama seseorang merasa mengantuk dan lemas sehingga akhirnya melewatkan Salat Tarawih. Saat perut penuh, tubuh cenderung kehilangan energi untuk beraktivitas dan justru ingin beristirahat.

Cara Mengatasinya:
  • Pilih makanan ringan saat berbuka seperti kurma dan air putih, lalu makan besar setelah Tarawih.
  • Hindari makanan berlemak dan tinggi karbohidrat yang membuat tubuh cepat lelah.
  • Jangan makan berlebihan dalam satu waktu, lebih baik makan secara bertahap.

2. Sibuk dengan Pekerjaan atau Tugas

Banyak orang yang merasa terbebani dengan pekerjaan, terutama bagi karyawan atau pelaku bisnis yang dikejar deadline dan target harian. Bahkan ada yang tetap bekerja hingga larut malam, sehingga tidak sempat Salat Tarawih.

Cara Mengatasinya:
  • Atur jadwal kerja dengan lebih efektif agar tidak bentrok dengan waktu ibadah.
  • Selesaikan tugas lebih awal sebelum waktu Maghrib agar tidak terburu-buru.
  • Jika memungkinkan, ambil jeda untuk beribadah, terutama bagi pekerja kantoran yang masih memiliki waktu setelah Isya.

3. Terlalu Asyik dengan Aktivitas Lain

Banyak orang yang lebih memilih menonton TV, bermain HP, atau nongkrong setelah berbuka daripada melaksanakan Salat Tarawih. Bahkan ada yang sibuk berjualan takjil atau menerima pesanan kue lebaran, sehingga ibadah menjadi terlupakan.

Baca Juga  Sabrina Carpenter Bakal Guncang Dunia Musik dengan Album Baru ‘Man’s Best Friend’ – Simak Detailnya!
Cara Mengatasinya:
  • Kurangi waktu menonton TV atau bermain media sosial setelah berbuka puasa.
  • Prioritaskan Salat Tarawih sebelum aktivitas lain yang kurang bermanfaat.
  • Jika berjualan, atur waktu agar bisa tetap beribadah, misalnya menutup lebih awal.

4. Rasa Malas dan Menunda-Nunda

Di awal Ramadan, semangat Tarawih biasanya masih tinggi. Namun, memasuki minggu kedua dan seterusnya, banyak orang mulai kehilangan motivasi. Rasa malas sering muncul, apalagi jika badan sudah terasa lelah setelah seharian beraktivitas.

Cara Mengatasinya:
  • Pahami bahwa Tarawih adalah kesempatan langka, karena hanya ada di bulan Ramadan.
  • Ajak teman atau keluarga untuk salat berjamaah, agar lebih termotivasi.
  • Buat target pribadi, misalnya tidak melewatkan Tarawih selama sebulan penuh.

5. Menganggap Tarawih Tidak Sepenting Salat Wajib

Banyak orang berpikir bahwa karena Salat Tarawih adalah sunnah, maka tidak masalah jika melewatkannya. Padahal, Salat Tarawih adalah ibadah yang mendekatkan kita pada Allah, dan keutamaannya sangat besar.

Cara Mengatasinya:
  • Sadari bahwa Tarawih adalah bentuk ketaatan kepada Allah yang hanya bisa dilakukan di bulan Ramadan.
  • Jadikan Salat Tarawih sebagai kebiasaan, seperti halnya salat wajib.
  • Bayangkan betapa besar pahala yang bisa diperoleh, terutama jika dilakukan secara konsisten.

Salat Tarawih adalah ibadah spesial yang hanya bisa dilakukan di bulan Ramadan. Sayangnya, banyak orang sering meninggalkannya karena berbagai alasan seperti terlalu kenyang, kesibukan pekerjaan, rasa malas, atau aktivitas lain yang lebih menarik.

Namun, dengan niat yang kuat dan strategi yang tepat, kita bisa tetap menjaga kebiasaan Salat Tarawih hingga akhir Ramadan. Ingatlah bahwa kesempatan untuk mendapatkan pahala ini hanya datang setahun sekali, jadi jangan sia-siakan!

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • RPS Award IV

    RPS Award IV Nyalakan Harapan Sidoarjo 2026, Satu – Satunya Bupati Swasta Rasa Negeri Beri Penghargaan Anggota Dewan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – RPS (Ruang Publik Sidoarjo), hanya ada di Sidoarjo, punya Bupati Swasta sebagai pengambil kebijakan dan keputusan pemerintahannya. Sujani, kepala pemerintahannya, akrab disapa Buwas (Bupati Swasta). Uniknya, ia cukup sukses menggelar RPS Award. Di 2015 ini, sudah yang ke- 4 kalinya RPS Award digelar. RPS Award kali ini, menghadirkan penghormatan publik kepada 18 […]

  • Dinkes keluarkan SP

    Polemik Proyek RSUD Sedati: Dinkes Sidoarjo Keluarkan SP pada Kontraktor PT. Ardi Tekindo Perkasa

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Impian Bupati Subandi untuk segera mempunyai rumah sakit baru milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, masih terganggu hal teknis pekerjaan di lapangan. RSUD Sedati nama rumah sakit itu, proses pembangunannya tidak hanya mengecewakan Bupati Subandi. Kondisi riil di lapangan, sejak Juli 2025 hingga sekarang Tiang Pancang belum juga tertancap tegak lurus. Sudah sekitar […]

  • Pordasi Sidoarjo Target Porprov

    Lompatan Baru Berkuda Sidoarjo, Bidik Perolehan Emas Porprov 2027 Lewati Capaian Lama

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Di bawah terik pagi di arena berkuda Desa Kalidawir, Yussar Stable and Riding Club, di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (2/6/2026), semangat para atlet muda berkuda Sidoarjo terasa menyala. Derap kaki kuda yang berpacu di lintasan, sebagai simbol harapan besar menuju Porkab. Sidoarjo 2026 dan Porprov Jatim 2027. Panitia Lomba Berkuda Sidoarjo ini, […]

  • Margriet meninggal

    Akhir Tragis Margriet di Penjara, Pemb*nvh Angeline Gadis Kecil Bali

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pada tahun 2015, Indonesia diguncang oleh tragedi memilukan yang melibatkan seorang gadis kecil bernama Angeline. Gadis berusia 8 tahun itu ditemukan tewas mengenaskan di rumah ibu angkatnya, Margriet Christina Megawe, di Denpasar, Bali. Kasus ini mengundang perhatian nasional karena detail yang mencengangkan dan perjalanan panjang proses hukum yang menyertainya. Angeline yang semula […]

  • Budi Noviantara Mantan Dirut PT INKA

    Budi Noviantara, Mantan Dirut PT INKA Ditahan Kejati Terkait Dugaan Korupsi Rp 25,6 Miliar

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati) resmi menahan mantan Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantara, atas dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi terkait proyek pemberian dana talangan pada proyek solar photovoltaic power plant 200 MW dan Smart City di Kinshasa, Republik Kongo. Kerugian negara dari kasus ini diperkirakan mencapai Rp 25,6 miliar. […]

  • Kejari Tanjung Perak Tahan HT Direktur PT Wahyu Tirta Manik

    Kejari Tanjung Perak Tahan HT, Direktur PT Wahyu Tirta Manik atas Dugaan Korupsi Senilai Rp 34 Miliar

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak resmi menahan HT (67), Direktur PT Wahyu Tirta Manik, terkait kasus dugaan korupsi pemberian kredit dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) senilai Rp 34 miliar. Penahanan ini dilakukan setelah HT menjalani serangkaian pemeriksaan di Gedung Kejari Tanjung Perak Kamis (19/09). […]

expand_less