Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Daerah » LKPJ Bupati Subandi Diboikot? Sidang Paripurna Sidoarjo Sepi Wakil Rakyat

LKPJ Bupati Subandi Diboikot? Sidang Paripurna Sidoarjo Sepi Wakil Rakyat

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana tampak cukup lengang di deretan depan diperuntukkan bangku anggota parlemen Sidoarjo, di ruang Sidang Paripurna DPRD Kab. Sidoarjo, Selasa siang (6/5). Dimana digelar dua sidang paripurna yakni Paripurna 1 yang digelar pada sesi 2 tentang Pembacaan surat masuk; Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Sidoarjo atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sidoarjo tahun 2025; dan penyampaian pidato Bupati Subandi.

Sedangkan sidng Paripurna 2 yang berlangsung di sesi pertama, tentang Laporan DPRD Kabupaten Sidoarjo atas pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sidoarjo Tahun 2024; Penyerahan Rekomendasi DPRD Kabupaten Sidoarjo kepada Bupati; dan Sambutan resmi dari Bupati Sidoarjo.

Di dua paripurna itu, dipimpin oleh Ketua DPRD Abdillah Nasih, dihadiri 16 orang anggota dari 50 anggota parlemen, atau hampir 70 persen anggota dari berbagai fraksi yang ada tidak mengikutinya. Bangku deretan separuh ke belakang paripurna itu justru dipadati anggota forkompimda, sekretaris daerah dan jajaran pemkab., pimpinan BUMD dan pimpinan cabang BUMN, pimpinan perguruan tinggi, undangan LSM, dan para jurnalis peliput.

Ketidakhadiran sebagian besar anggota DPRD ini dikaitkan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Bupati Subandi?. “Kalau ketidakhadiran sebagian besar anggota ini disebut semata karena kecewa dengan bupati, saya kira tidaklah. Cuma hubungan anggota eksekutif dengan legislatif saat ini memang kurang harmonis. Itu tidak bisa dipungkiri,” ujar M. Nizar, Ketua Fraksi Golkar di sidang paripurna.

Sebelum sidang digelar nampaknya ada aroma yang kurang sedap di ruang paripurna. Sempat beredar kasak-kusuk tentang sikap sebagian besar anggota DPRD yang konon akan melakukan ‘boikot’.

Benarkah mereka masih belum bisa menerima atas statemen yang pernah terlontar dari abah Bandi sapaan akrab Bupati Subandi?, yang pernah mengungkapkan bahwa kinerja DPRD hanya menghambur-hamburkan uang. Bahkan isu terakhir berhembus soal sikap Bupati Subandi yang cenderung kurang menghormati lembaga legislatif ini.

Baca Juga  DPRD Sidoarjo Tolak Bongkar Tembok Mutiara Regency, Kotak Pandora Tata Ruang Mulai Terkuak

Disinggunh soal memenuhi kuorum, yang semestinya minimal 2/3 dari jumlah anggota hadir dalam paripurna, Ketua DPRD Abdillah Nasih menjawab dalam sidang paripurna kali ini agendanya bukan pengambilan keputusan, sehingga anggota dewan yang hadir, tidak harus memenuhi kuorum. Artinya berapa pun jumlah anggota yang hadir tidak berpengaruh, sidang paripurna bisa dilanjutkan.

“Diantara yang tidak hadir, empat orang beralasan karena kesibukan, empat orang lagi tengah menunaikan ibadah haji. “Kalau mau jujur, sebenarnya hal ini juga sering terjadi di mana-mana. Dan kalaupun ada alasan lain, bahwa sebagian besar anggota absen karena kecewa, itu pun juga bisa saya pahami,” ujar Nasih. Dua agenda paripurna pun tetap dilanjutkan dan berlangsung lancar hingga berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.

Keputusan anggota DPRD untuk tidak hadir dalam rapat paripurna LKPJ Bupati sebagian dapat dipahami dalam konteks tertentu. Jika anggota DPRD dikategorikan melakukan boikot sebagai bentuk protes terhadap kebijakan atau kinerja Bupati, perlu dipertimbangkan apakah tindakan ini efektif dan konstruktif dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Usman, legislator DPRD Sidoarjo beberapa saat usai paripurna dalam sebuah obrolan perdebatan WhatsApp Group / WA grup, mengaitkan ketidakhadiran sebagian besar anggota dewan di paripurna itu, salah satunya merupakan wujud protes legislator terhadap kinerja Bupati.

“Tidak hadir (legislator) Rapat Paripurna itu jangan diartikan malas / tidak menjalankan tugas. Tapibisa juga karena mengambil sikap politik anggota DPRD. Karena antara Bupati dan DPRD kedudukannya sejajar tapi dalam fungsi yang berbeda. Jadi jangan sekali kali masing – masing pihak merasa paling kuasa,” tukas Usman.

Ketidakhadiran kebanyakan legislator diluar yang izin menunaikan ibadah Haji, memang telah menjadi haknya yang diatur dalam regulasi. Merupakan hak legislator bila memang menolak hadir pada paripurna DPRD, yang telah diatur dalam UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, yakni mengatur tentang tugas, wewenang, dan kewajiban anggota DPRD. Dalam Tata Tertib DPRD, mengatur tentang prosedur dan mekanisme kerja DPRD, termasuk ketentuan tentang kehadiran anggota dalam rapat paripurna.

Baca Juga  REI Sidoarjo Santuni dan Buka Puasa Ramadan 1.000 Anak Yatim di Pendopo Delta Wibawa, di Terpaan Penjualan Anjlok 30 Persen

Atau terdapat pula dalam Peraturan DPRD yang memiliki peraturan internal, mengatur tentang sanksi dan konsekuensi bagi anggota yang tidak hadir dalam rapat paripurna tanpa alasan yang sah. Alasan itu meliputi izin sakit atau keadaan darurat, tugas resmi lainnya yang tidak dapat ditinggalkan, dan izin dari pimpinan DPRD.

Sedangkan sanksi bagi anggota yang tidak hadir tanpa alasan yang sah dapat berupa teguran, potongan tunjangan, atau sanksi lainnya yang diatur dalam Tata Tertib atau peraturan DPRD. Regulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa DPRD dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan efektif dan efisien.

Dalam beberapa kasus, boikot dapat menjadi pilihan terakhir jika anggota DPRD merasa bahwa kehadiran mereka tidak akan membawa perubahan positif. Namun, perlu diingat bahwa tindakan ini juga dapat berdampak pada proses legislasi dan pengawasan yang sedang berjalan.

Pada akhirnya, keputusan untuk hadir atau tidak hadir dalam rapat paripurna LKPJ Bupati harus didasarkan pada pertimbangan yang matang dan tujuan yang jelas.

Perlu dipertimbangkan beberapa aspek dari tidak hadirnya legislator di Paripurna, antara lain sebagai lembaga legislatif, DPRD memiliki tugas untuk mengawasi dan menilai kinerja pemerintah daerah, termasuk LKPJ Bupati. Kehadiran dan partisipasi aktif dalam rapat paripurna sangat penting untuk menjalankan fungsi ini.

LKPJ Bupati merupakan salah satu mekanisme akuntabilitas dan transparansi pemerintahan daerah. Dengan tidak hadir, anggota DPRD mungkin melewatkan kesempatan untuk memperoleh informasi penting dan melakukan pengawasan yang efektif.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendekatan - zodiak yang terkenal selingkuh

    Waduh, Hati-Hati! 5 Zodiak Ini Katanya Sering Selingkuh, Mitos atau Fakta?

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernah enggak sih kamu denger rumor kalau zodiak tertentu itu lebih sering selingkuh? Misalnya, Gemini yang dikenal suka gonta-ganti pasangan atau Scorpio yang dianggap misterius dan suka main api. Nah, kali ini kita bakal bahas beberapa zodiak yang sering dikaitkan dengan perselingkuhan. Tapi ingat, ini cuma prediksi berdasarkan sifat umum zodiak ya, […]

  • Film Cocote Tonggo

    Cocote Tonggo: Satir Pedas Keluarga Jawa yang Mengocok Perut dan Pikiran

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Industri film Indonesia kembali menunjukkan taringnya dengan menghadirkan Cocote Tonggo, sebuah film komedi satire yang mengangkat kehidupan keluarga Jawa dengan segala kompleksitasnya. Disutradarai oleh Bayu Skak dan diproduksi oleh Tobali Film, karya ini siap tayang pada 15 Mei 2025 dengan membawa angin segar bagi pencinta film lokal. Judul Cocote Tonggo sendiri merupakan sebuah […]

  • Jadwal Film Pengantin Iblis

    Jadwal Tayang Film Pengantin Iblis di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Berani menerima takdir yang gelap? Film horor Pengantin Iblis akan membawa Anda ke dalam dunia yang penuh dengan ketegangan dan misteri. Ranti, seorang ibu yang rela melakukan apa saja demi kesembuhan anaknya, harus berhadapan dengan kekuatan jahat yang tak terbayangkan. Apakah ia akan mampu melindungi keluarganya dari ancaman iblis atau justru menjadi korban […]

  • Film Keajaiban Air Mata Wanita

    Dari Kisah Nyata, Film “Keajaiban Air Mata Wanita” Bikin Penonton Nangis Sesenggukan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film berjudul Keajaiban Air Mata Wanita dibuat berdasarkan kisah nyata dari buku Best Seller ‘Rahasia Magnet Rezeki’. Film ini menyajikan kisah perjuangan seorang wanita yang berada di titik terendah hidupnya, namun berhasil bangkit melalui kekuatan doa, keyakinan, dan kasih sayang seorang sahabat. Saya pribadi, sebagai seseorang yang kadang suka terjebak overthinking soal masalah […]

  • Sentra Kuliner Gajahmada Sidoarjo

    Sentra Kuliner Gajahmada Sunyi, Wabup Mimik Idayana Gerilya Turun Tangan Hidupkan Asa Pedagang

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sunyi yang menggema di Sentra Kuliner Gajahmada Sidoarjo, kini menggugah kepedulian banyak pihak. Dari 80 stan yang disediakan Pemkab Sidoarjo untuk pelaku UMKM, kini hanya 42 stan yang aktif berjualan, sisanya tutup laksana “hidup segan matipun enggan”, akibat sepinya pembeli. Kondisi ini menyayat hati para pedagang, yang dulunya sempat berjaya sebelum pandemi […]

  • Ijazah Gratis

    Ijazah Ditahan Karena Tak Bayar Infaq Lalu “Lapor Buwas”, Kini Bisa Diambil Gratis

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Di balik senyum hangat Kharisma Nur Hikmah, tersimpan kisah perjuangan sunyi yang akhirnya tembus ke ruang publik. Siswi alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo itu, harus menahan asa selama tiga tahun karena ijazahnya tertahan akibat tunggakan infaq sekolah sebesar Rp 2 juta dan SPP tiga bulan senilai Rp 600 ribu. Namun, keberaniannya […]

expand_less