Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Pendidikan » Kolaborasi Tiga Kampus Surabaya Percepat Program Presiden RI Penuhi Dokter Spesialis

Kolaborasi Tiga Kampus Surabaya Percepat Program Presiden RI Penuhi Dokter Spesialis

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Surabaya kembali mencatatkan sejarah baru dalam upaya mencetak tenaga medis unggulan. Tiga Fakultas Kedokteran di Kota Pahlawan secara resmi meluncurkan sembilan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru pada Sabtu, 21 Februari 2026. Inisiatif strategis ini digagas oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Universitas Ciputra (UC), dan Universitas Hang Tuah (UHT) sebagai jawaban atas kebutuhan nasional akan tenaga spesialis yang selama ini masih timpang.

Kolaborasi antarkampus ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan tinggi merespons cepat arahan pemerintah pusat. Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA menegaskan pentingnya langkah kolektif ini. “Melalui pembukaan sembilan program PPDS ini, kami berkomitmen mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis yang kompeten. Mereka disiapkan untuk mengabdi secara merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Yang menarik, momentum ini tidak hanya sekadar seremoni belaka. Lebih dari itu, ini adalah eksekusi langsung dari kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang tengah gencar memacu pembukaan 160 program studi spesialis baru di seluruh tanah air. Targetnya sangat ambisius, yakni mencapai total 526 program pada tahun 2026. Surabaya dipilih sebagai salah satu episentrum karena ekosistem pendidikannya yang matang dan dukungan jejaring rumah sakit pendidikan yang mumpuni.

Fakta mencengangkan diungkapkan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendiktisaintek Prof Dr Khairul Munadi ST MEng. Ia menyebut bahwa Indonesia masih membutuhkan puluhan ribu dokter spesialis tambahan. Kondisi ini tentu memprihatinkan, mengingat akses layanan kesehatan berkualitas masih menjadi mimpi bagi sebagian masyarakat di daerah terpencil. “Peningkatan kapasitas hingga 8.600 residen baru per tahun menjadi strategi utama menghapus ketimpangan akses layanan kesehatan antarwilayah,” jelasnya.

Baca Juga  Guru Besar Unusa Cetak Gagasan Softbrain Engineer, Jurus Jitu Hadapi Disrupsi Teknologi

Data terbaru dari Kemdiktisaintek menunjukkan realisasi prodi baru kini telah mencapai 160 unit yang tersebar di 57 fakultas kedokteran. Dengan adanya tambahan dari tiga kampus Surabaya ini, angkanya akan terus bergerak naik. “Penambahan ini mendongkrak jumlah prodi PPDS nasional secara signifikan dari angka semula yang hanya berjumlah 366 prodi,” imbuhnya. Artinya, dalam waktu relatif singkat, Indonesia berhasil menambah hampir 44 persen kapasitas pendidikan spesialisnya.

Kolaborasi Dokter Spesialis

Kolaborasi dalam Percepatan Program Presiden RI Penuhi Dokter Spesialis. Foto: Ist

Dalam kolaborasi strategis ini, masing-masing universitas mendapatkan porsi yang jelas sesuai dengan keunggulan masing-masing. Unusa misalnya, kini resmi mengelola spesialis obstetri dan pulmonologi. Sementara itu, Universitas Ciputra (UC) mengoperasikan program studi obstetri dan bedah. Namun, pembukaan program studi spesialis baru terbanyak dilakukan oleh Universitas Hang Tuah (UHT). Kampus yang dikenal dekat dengan dunia maritim ini menambah lima program studi sekaligus, mencakup spesialis anak, jantung, hingga anestesiologi dan terapi intensif. Dengan demikian, total ada sembilan prodi baru yang siap menerima residen mulai tahun ajaran mendatang.

Tentu saja, mencetak dokter spesialis tidak bisa dilakukan sendirian oleh kampus. Komitmen untuk mencetak dokter spesialis unggul tidak hanya berhenti di ruang kuliah. Dukungan jejaring rumah sakit pendidikan telah disiapkan secara matang oleh ketiga universitas. Tujuannya agar para residen tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga adaptif dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Mereka akan ditempa langsung di lapangan, menghadapi kasus-kasus nyata, sehingga saat lulus nanti benar-benar siap pakai.

Baca Juga  PPDS Boleh Buka Praktik! Ini Strategi Kemenkes Bantu Dokter Spesialis Muda

Acara peresmian juga turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta dekan fakultas kedokteran pembina dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi institusi pendidikan di Surabaya ini diharapkan mampu menjadi model percontohan nasional dalam transformasi sumber daya manusia kesehatan.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji ke-13 2025

    Gaji ke-13 2025 Bakal Lebih Awal Cair! Ini Daftar Penerima dan Syaratnya yang Wajib Dicek Sekarang

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi jutaan aparatur negara, gaji ke-13 bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan angpao tahunan yang dinanti untuk memenuhi kebutuhan menjelang tahun ajaran baru. Tahun ini, kebijakan terbaru dari Presiden Prabowo melalui Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2025 memastikan pencairan gaji ke-13 akan dilakukan lebih awal, yakni Juni 2025. Namun, tidak semua orang berhak menerimanya. […]

  • Lirik Lagu Unik “Bla Bli Blu”, Bahasa Cinta Valentina Ploy

    Lirik Lagu Unik “Bla Bli Blu”, Bahasa Cinta Valentina Ploy

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Valentina Ploy sukses bikin kita semua jatuh cinta dengan lagu “Bla Bli Blu”! Gemes banget kan pas denger lirik lagu “Bla Bli Blu” itu artinya “I love you” dalam bahasa cinta unik ciptaannya sendiri! Lagunya yang unik dan catchy bikin kita ikutan jatuh cinta sambil ngebayangin punya bahasa cinta rahasia sama gebetan. […]

  • Cek Kesehatan Gratis 2025

    Simak Cara Daftar Program Cek Kesehatan Gratis 2025 dan Dapatkan Manfaatnya!

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 telah resmi dimulai pada 10 Februari 2025, memberikan peluang bagi masyarakat Indonesia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Dalam program ini, ada beberapa jenis pemeriksaan yang dapat diikuti, termasuk pemeriksaan rutin berdasarkan usia dan ulang tahun. Seiring dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mari kita simak […]

  • Pesona Kawah Ijen

    Petualangan ke Kawah Ijen dengan Keajaiban Blue Fire

    • calendar_month Minggu, 11 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kawah Ijen, sebuah destinasi wisata yang semakin populer di Indonesia, menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para petualang. Terletak di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, kawah ini terkenal dengan keindahan alamnya yang unik dan fenomena alam yang langka, yakni api biru yang terkenal dengan sebutan blue fire. Keindahan Alam yang Memukau […]

  • Insect Repellent Alami

    Insect Repellent Alami Jawaban Cerdas Para Smart Mom Indonesia

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Geliat para Smart Mom Indonesia dalam memilih produk terbaik untuk keluarga mendapatkan pengakuan tertinggi melalui sebuah penghargaan bergengsi. Produk insect repellent alami berhasil dinobatkan sebagai pemenang BRAND CHOICE 2025 Award pada kategori Mom & Kids, membuktikan bahwa keamanan dan bahan alami menjadi prioritas utama. Prestasi gemilang ini bukanlah pencapaian yang instan, melainkan hasil […]

  • Subvarian Omicron Dominan di Indonesia

    Gelombang Baru Omicron Mengintai Indonesia: Varian Terkini dan Kiat Tangkal Penularannya

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Indonesia kembali menghadapi ancaman subvarian baru Omicron yang kini mendominasi penyebaran Covid-19. Menurut Dicky Budiman, Epidemiolog Griffith University, varian ini telah menggantikan Delta dan Kappa sejak awal tahun. Mutasi pada protein spike-nya membuat virus lebih mudah menular, meski tidak lebih mematikan. “Ini seperti balapan antara vaksin dan mutasi virus. Kabar baiknya, kekebalan komunitas […]

expand_less