Kolaborasi Tiga Kampus Surabaya Percepat Program Presiden RI Penuhi Dokter Spesialis

percepat program presiden RI
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendiktisaintek Prof Dr Khairul Munadi ST MEng (Batik), bersama Rektr Universitas di surabaya. Foto: Istimewa
Mascim
Mascim
Print PDF

Ruang.co.id – Surabaya kembali mencatatkan sejarah baru dalam upaya mencetak tenaga medis unggulan. Tiga Fakultas Kedokteran di Kota Pahlawan secara resmi meluncurkan sembilan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru pada Sabtu, 21 Februari 2026. Inisiatif strategis ini digagas oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Universitas Ciputra (UC), dan Universitas Hang Tuah (UHT) sebagai jawaban atas kebutuhan nasional akan tenaga spesialis yang selama ini masih timpang.

Kolaborasi antarkampus ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan tinggi merespons cepat arahan pemerintah pusat. Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA menegaskan pentingnya langkah kolektif ini. “Melalui pembukaan sembilan program PPDS ini, kami berkomitmen mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis yang kompeten. Mereka disiapkan untuk mengabdi secara merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Yang menarik, momentum ini tidak hanya sekadar seremoni belaka. Lebih dari itu, ini adalah eksekusi langsung dari kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang tengah gencar memacu pembukaan 160 program studi spesialis baru di seluruh tanah air. Targetnya sangat ambisius, yakni mencapai total 526 program pada tahun 2026. Surabaya dipilih sebagai salah satu episentrum karena ekosistem pendidikannya yang matang dan dukungan jejaring rumah sakit pendidikan yang mumpuni.

Fakta mencengangkan diungkapkan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendiktisaintek Prof Dr Khairul Munadi ST MEng. Ia menyebut bahwa Indonesia masih membutuhkan puluhan ribu dokter spesialis tambahan. Kondisi ini tentu memprihatinkan, mengingat akses layanan kesehatan berkualitas masih menjadi mimpi bagi sebagian masyarakat di daerah terpencil. “Peningkatan kapasitas hingga 8.600 residen baru per tahun menjadi strategi utama menghapus ketimpangan akses layanan kesehatan antarwilayah,” jelasnya.

Baca Juga  Guru Besar Unusa Cetak Gagasan Softbrain Engineer, Jurus Jitu Hadapi Disrupsi Teknologi

Data terbaru dari Kemdiktisaintek menunjukkan realisasi prodi baru kini telah mencapai 160 unit yang tersebar di 57 fakultas kedokteran. Dengan adanya tambahan dari tiga kampus Surabaya ini, angkanya akan terus bergerak naik. “Penambahan ini mendongkrak jumlah prodi PPDS nasional secara signifikan dari angka semula yang hanya berjumlah 366 prodi,” imbuhnya. Artinya, dalam waktu relatif singkat, Indonesia berhasil menambah hampir 44 persen kapasitas pendidikan spesialisnya.

Kolaborasi Dokter Spesialis
Kolaborasi dalam Percepatan Program Presiden RI Penuhi Dokter Spesialis. Foto: Ist

Dalam kolaborasi strategis ini, masing-masing universitas mendapatkan porsi yang jelas sesuai dengan keunggulan masing-masing. Unusa misalnya, kini resmi mengelola spesialis obstetri dan pulmonologi. Sementara itu, Universitas Ciputra (UC) mengoperasikan program studi obstetri dan bedah. Namun, pembukaan program studi spesialis baru terbanyak dilakukan oleh Universitas Hang Tuah (UHT). Kampus yang dikenal dekat dengan dunia maritim ini menambah lima program studi sekaligus, mencakup spesialis anak, jantung, hingga anestesiologi dan terapi intensif. Dengan demikian, total ada sembilan prodi baru yang siap menerima residen mulai tahun ajaran mendatang.

Tentu saja, mencetak dokter spesialis tidak bisa dilakukan sendirian oleh kampus. Komitmen untuk mencetak dokter spesialis unggul tidak hanya berhenti di ruang kuliah. Dukungan jejaring rumah sakit pendidikan telah disiapkan secara matang oleh ketiga universitas. Tujuannya agar para residen tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga adaptif dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Mereka akan ditempa langsung di lapangan, menghadapi kasus-kasus nyata, sehingga saat lulus nanti benar-benar siap pakai.

Baca Juga  PPDS Boleh Buka Praktik! Ini Strategi Kemenkes Bantu Dokter Spesialis Muda

Acara peresmian juga turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta dekan fakultas kedokteran pembina dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi institusi pendidikan di Surabaya ini diharapkan mampu menjadi model percontohan nasional dalam transformasi sumber daya manusia kesehatan.