Empat Nama ‘Ngunci’ PKB Sidoarjo, Suara Nasih dan Usman Menguat,  Usulan Nama Subandi Disortir

Empat Nama Muscab PKB Sidoarjo
Empat kader resmi masuk bursa Ketua PKB Sidoarjo usai Muscab yang digelar tertutup dan final tanpa tambahan nama. (Ist)
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Hasanuddin Wahid bersama Thoriqul Haq, panitia penjaringan calon ketua Muscab PKB Sidoarjo, menetapkan empat nama bakal calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Sidoarjo melalui sidang pleno tertutup Muscab.

Kata dia, keputusan bersifat final, mencakup Abdillah Nasih, H. Usman, Rizza Ali Faizin, dan Ibnu Firdaus; forum ditujukan kepada kader dan struktur partai di Sidoarjo, berlangsung di Fave Hotel; Sabtu malam kemarin, (4/4/2026).

Sidang pleno itu, ritmenya cepat, tanpa jeda panjang. berjalan hingga pukul 23.30 WIB. Sekitar 200 peserta yang hadir, terdiri dari pengurus cabang, anak cabang, hingga badan otonom.

Keputusan “ngunci” menjadi kata kunci. Istilah ini merujuk pada keputusan final yang tidak membuka ruang penambahan nama. Mekanisme tersebut disusun melalui Tim 7 DPW PKB Jawa Timur dan diverifikasi DPP PKB.

“Empat nama ini hasil penilaian kelayakan, kepatutan, dan kompetensi. Keputusan DPP sudah final,” ujar singkat Thoriqul Haq.

Nama yang masuk daftar mencerminkan spektrum internal PKB Sidoarjo. Bocoran suara, muscab dua nama diunggulkan, Abdillah Nasih dan Usman. Abdillah Nasih, petahana Ketua DPC sekaligus Ketua DPRD, membawa kekuatan struktural dan elektoral. Data DPRD menunjukkan PKB menguasai 15 kursi hasil Pemilu 2024, menjadikannya partai dominan.

H. Usman hadir sebagai figur senior. Ia pernah memimpin DPRD periode 2019–2024 dan dikenal memiliki basis Nahdliyin yang kuat. Rekam jejak legislatifnya terbentang lebih dari satu dekade.

Di sisi lain, Rizza Ali Faizin mewakili arus regenerasi. Ia tumbuh dari struktur organisasi dan aktif dalam konsolidasi kader muda. Ibnu Firdaus muncul sebagai alternatif, dengan jaringan internal yang dinilai solid di tingkat akar rumput.

Satu nama yang tidak muncul adalah Subandi. Dalam dinamika sebelumnya, ia disebut-sebut akan kembali masuk struktur PKB. Namun, forum tidak mencatat usulan tersebut. “Dia kan orang luar, sudah dipecat dari PKB,” kata Thoriqul Haq singkat.

Baca Juga  Atap Kelas SDN Sidodadi Ambruk: Buruknya Konstruksi Jadi Sorotan DPRD Sidoarjo

Pernyataan itu merujuk pada ketentuan internal partai yang diatur dalam AD/ART PKB. Dalam regulasi tersebut, keanggotaan menjadi syarat utama untuk mengikuti proses pencalonan struktural. Tanpa status kader aktif, nama tidak dapat diproses dalam forum resmi.

Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid menegaskan pendekatan baru dalam penentuan kepemimpinan. Ia menyebut konsep “The Dream Team” atau tim impian sebagai arah organisasi ke depan. “Tiga kriteria utama adalah kolektif kolegial, politik kehadiran, dan kemampuan mengurusi masalah,” ujarnya.

Kolektif kolegial berarti kepemimpinan berbasis tim, bukan individu. Politik kehadiran menekankan keaktifan pemimpin di tengah masyarakat setiap hari. Sementara “mengurusi, bukan menjadi urusan” mengacu pada fungsi pelayanan publik yang efektif.

Konsep tersebut selaras dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, yang menegaskan fungsi partai sebagai sarana pendidikan politik, penyalur aspirasi, dan perekrut kepemimpinan nasional maupun daerah.

Dalam praktiknya, DPC memiliki peran strategis. Selain mengelola kaderisasi, DPC menjadi penentu arah dukungan politik lokal, termasuk dalam Pilkada. Posisi ketua DPC beririsan langsung dengan kebijakan legislatif dan komunikasi dengan eksekutif.

Empat nama yang telah “dikunci” akan menjalani tahapan lanjutan di tingkat pusat. Proses tersebut meliputi fit and proper test — uji kelayakan dan kepatutan — tes psikologi, serta audit rekam jejak oleh akademisi independen.

DPP menilai, tahapan ini penting untuk memastikan kapasitas kepemimpinan. Tidak hanya kemampuan administratif, tetapi juga kemampuan lobi politik, komunikasi publik, dan sensitivitas terhadap kebutuhan masyarakat.

Data partisipasi Muscab menunjukkan forum berjalan tanpa gangguan. Agenda berlangsung sesuai jadwal dan ditutup dalam satu hari. Tema “Menghijaukan Sidoarjo, Meraih Kemenangan” menjadi narasi resmi kegiatan.

Di luar forum, dinamika tetap bergerak. Basis Nahdliyin sebagai pemilih utama PKB, menjadi faktor penentu. Konsolidasi di tingkat ranting dan anak cabang akan menjadi indikator awal arah dukungan.

Baca Juga  DPRD Sidoarjo ‘Boikot’ Paripurna LKPJ 2024 Bupati, Pengamat: “Rakyat Tetap yang Jadi Korban!”

Proses Muscab belum berakhir. Empat nama telah masuk tahap berikutnya. Keputusan akhir berada di tangan DPP. Struktur telah disusun. Mekanisme berjalan. Dan arah politik lokal Sidoarjo, kini menunggu satu nama dipilih.