Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Daerah » Fakta LKPJ ke Perkada: Anggaran Sidoarjo Terhambat, Aspirasi Masyarakat Tersandera

Fakta LKPJ ke Perkada: Anggaran Sidoarjo Terhambat, Aspirasi Masyarakat Tersandera

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id — Ketegangan politik melanda Kabupaten Sidoarjo setelah DPRD secara resmi menolak Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024. Ini pertama kalinya terjadi dalam dua dekade terakhir, mengguncang ranah politik lokal.

“Ini bukan soal politik, ini soal akuntabilitas dan fungsi DPRD,” tegas Abdillah Nasih, Ketua DPRD Sidoarjo, Kamis (7/8/2025), dalam wawancara pers.

Penolakan ini menimbulkan potensi diberlakukannya Peraturan Kepala Daerah (Perkada), menggantikan Perda dalam menjalankan anggaran pembangunan.

Hari itu, Nasih menerima dua kelompok massa: @WAS (Aliansi Warga Sidoarjo) dan Non Blok, yang menyuarakan kekhawatiran akan dampak politik ini pada masyarakat. Kedua kelompok menolak dituding berpihak pada DPRD maupun eksekutif.

“Apa yang terjadi kemarin di Paripurna adalah bagian dari fungsi pengawasan terhadap eksekutif,” jawab Nasih kepada massa.

Thole, perwakilan @WAS, mengingatkan, “Kami berharap DPRD dan pemerintah menjunjung tinggi aturan, komunikasi publik, dan etika bernegara, jangan sampai rakyat kembali jadi korban pertarungan kekuasaan elit seperti tahun 1999”.

Sementara Luddy pendekar aktivis kelompok Non Blok, menyitir puisi satir KH. Mustofa Bisri (Gus Mus): “Kau ini bagaimana? Kau suruh aku memilih kamu, sekarang sudah kupilih kau berbuat semaumu”.

Ia melanjutkan dengan nada sarkastik, “Kalau ini berlanjut sampai pembahasan APBD, mbok rasane koyok Tjitibeh, mati siji mati kabeh. Maksudku, nek mati, sampeyan ae sing mati, awak dewe ojok.”

Penolakan LKPJ disebut DPRD berdasarkan temuan Badan Anggaran atas deviasi belanja dan capaian pembangunan.

Proyek fisik mangkrak, serapan anggaran rendah, dan program prioritas terlambat.

Di lapangan, dampaknya terasa, jalan rusak, bantuan UMKM tertahan, dan program stunting tak berjalan.

“Kami ingin tahu bagaimana DPRD bisa menjamin pelayanan publik nantinya tidak sampai terganggu,” kata Badrus Zaman, aktivis 98 sekaligus Ketua Nelayan Sidoarjo.

Baca Juga  Kosong Tanpa Pelaku, Arena Sabung Ayam di Ponokawan Tetap Dibongkar Polsek Krian

Dr. Ubaidillah, akademisi dari Umsida, dari kelompok Non Blok menilai, “Kalau produk Perkada ya tidak bisa maksimal. Kalau bicara rugi, ya semua rugi. Pemkab rugi, dewan ikut rugi, warga juga rugi”.

Menurutnya, ini bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang mau mendengar suara rakyat.

Ia mengingatkan, “Ketika dua gajah bertarung, jangan sampai rumput yang tumbuh di bawahnya mati terinjak”.

Meski begitu, Abdillah Nasih meyakinkan publik, bahwa penerapan Perkada tidak serta-merta merugikan rakyat. DPRD masih dapat melakukan pengawasan, bahkan lebih intensif jika terjadi pelanggaran.

“Kalau DPRD menerima LKPJ, maka muncul Perda. Kalau kita menolak LKPJ muncullah Perkada. Tapi kalau menghendaki tanpa hak penolakan dewan supaya tidak ada Perkada, ya hapuslah undang-undangnya dulu,” ujar Nasih.

Dasar penolakan DPRD ini merujuk pada UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, PP No. 13 Tahun 2019, dan Tata Tertib DPRD yang memberi kewenangan memberikan rekomendasi positif atau negatif terhadap LKPJ.

Wahyu Lumaksono, Wakil Ketua Fraksi Golkar, yang mendampingi Nasih dalam audiensi kedua kelompok pengunjuk rasa itu mengatakan, soal penolakan LKPJ Bupati kapan lalu, sudah dipikirkan oleh parlemen dan mempertaruhkan nama parpolnya masing – masing dihadapan rakyat.

“Kami nggak mungkin dalam memutuskan penolakan itu. Ya tentu kami bertanggung jawab atas putusan itu, dan tetap berusaha bagaimana DPRD mengawal agar proses PAK nantinya bis tetap berjalan,” tandas Wahyu.

LKPJ Ditolak, Perkada Bergerak, Dana Rakyat Tersendat

Pemkab tetap menyusun anggaran tahun depan, tapi harus mempertimbangkan rekomendasi DPRD. Kritik DPRD bisa menjadi bahan evaluasi gubernur, bahkan Kementerian Dalam Negeri.

Namun, Pemkab tak bisa lagi mengusulkan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) melalui Perda.

Baca Juga  Jayandaru Jazz Kebun 2025: Energi Baru Gelorakan Ikon Kota Festival!

Satu-satunya jalan adalah Perkada, tanpa persetujuan DPRD. Mekanisme ini berisiko memperlambat serapan anggaran.

Karena proses revisi dan relokasi jadi lebih rumit, serta pengadaan barang dan jasa rawan tertunda.

Meski begitu, Ketua DPRD Abdillah Nasih menekankan, bahwa solusi tetap ada. DPRD mengusulkan Forum Mediasi Pembangunan Daerah, yang melibatkan kampus, tokoh agama, LSM, dan lembaga pengawas seperti BPK dan KPK. Forum ini akan menjembatani komunikasi antara legislatif dan eksekutif.

“Sehingga ketika tidak terjadi persetujuan kemudian menjadi PAK, maka Perkada itu bisa dijadikan dasar untuk melaksanakan PAK,” ujar Nasih.

Etika Politik dan Masa Depan Pembangunan

Ubaidillah menyoroti penolakan LKPJ ini bukan semata-mata prosedural, melainkan mencerminkan krisis kepercayaan antara eksekutif dan legislatif. Perkada memang sah, tapi tidak cukup adaptif menghadapi kebutuhan baru.

Menurutnya, pembangunan bisa stagnan, layanan publik terganggu, dan daya serap anggaran rendah.

Badrus Zaman menambahkan, meski fungsi kontrol DPRD sah, risiko politiknya jelas: legitimasi melemah, pembangunan terhambat, dan aspirasi rakyat tak bisa dieksekusi karena tak masuk skema Perkada.

Kelompok Non Blok menyimpulkan, “Perkada bukan solusi ideal”. Jalan keluar satu-satunya adalah rekonsiliasi politik, kembali ke meja dialog untuk menyepakati Perda PAK, demi pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat.

Hariadi, yang juga pendekar aktivis kelompok Non Blok khawatir, penolakan LKPJ Bupati kemarin telah memantik Aparat Penegak Hukum (APH), bisa Jaksa, Polisi, atau KPK, untuk bergerak meringsek menindaklanjuti atas temuan materi dugaan – dugaan parlemen atas kebocoran anggaran 2024.

“Bila tidak, maka Sidoarjo bisa jatuh dalam jebakan demokrasi prosedural, yang seolah sah di atas kertas, tapi gagal menghadirkan perubahan di akar rumput,” tutup Badrus.

Baca Juga  GRIB JAYA Jatim Sambut Ramadhan dengan Sholawat, Santuni 1.500 Anak Yatim di Sidoarjo
  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahasia Makeup Artist: Tips dan Trik untuk Hasil Makeup yang Profesional

    Rahasia Makeup Artist, Tips dan Trik untuk Hasil Makeup yang Profesional

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Siapa yang pernah mengalami momen “sudah makeup satu jam, tapi hasilnya kayak lima menit”? Atau foundation yang awalnya flawless tapi lama-lama malah bikin wajah kayak kilang minyak? Tenang, kamu nggak sendirian! Rahasia dari makeup artist profesional bukan hanya soal produk mahal, tapi juga teknik yang tepat. Banyak yang mengira bahwa makeup yang sempurna […]

  • PHK Sidoarjo

    Hearing DPRD Sidoarjo Hadapi Tantangan PHK, Tenaga Kerja Terampil Jadi Daya Saing Global

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sidoarjo sebagai kota industri, menghadapi dinamika ketenagakerjaan yang kompleks. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025, tercatat 5,75% atau sekitar 69.500 orang dari total angkatan kerja 1,18 juta. Angka itu menunjukkan tren penurunan signifikan, dibanding masa pandemi Covid-19, ketika pengangguran sempat menyentuh 9%. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, […]

  • Menginap Murah Cuma Rp 200 Ribu di Bedugul Bali

    Menginap Murah Cuma Rp 200 Ribu di Bedugul Bali

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    Ruang.co.id, Bali- Tunjung Sari Villa Bedugul kini menawarkan pengalaman menginap murah cuma Rp 200 ribu per malam. Terletak di Jalan Puncak Mangu, Tabanan, Bali villa ini menyediakan akomodasi nyaman. Tepatnya di kawasan Bedugul yang dikenal dengan keindahan alamnya. Tunjung Sari Villa Bedugul menawarkan fasilitas lengkap, termasuk kolam renang pribadi, taman yang asri, dan akses mudah, […]

  • Dr Rosidi Roslan Karantina Kesehatan Surabaya

    Dr Rosidi Roslan Tokoh Pembaharuan Wajah Karantina Kesehatan di Surabaya

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sebagai pelopor dalam membangun pembaharuan wajah karantina Kesehatan. Dimana dalam dunia yang telah berubah selamanya oleh pandemi COVID-19 yakni sosok Dr. Rosidi Roslan, SIP, SKM, SH, MPH, MH. Sejak menjabat sebagai kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya pada Mei 2023, Dr. Rosidi Roslan telah mengubah karantina kesehatan dari sesuatu yang ditakuti menjadi […]

  • pola asuh anak agar tidak merasa disisihkan

    Pola Asuh yang Tepat agar Anak Tidak Merasa Disisihkan, Terhindar dari Pilih Kasih

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di dalam keluarga, kasih sayang seharusnya dibagikan secara adil kepada setiap anak. Namun, tanpa disadari, ada momen-momen di mana orang tua terlihat lebih condong ke salah satu anak sehingga merasa ada yang disisihkan. Misalnya, si sulung selalu mendapat pujian atas tanggung jawabnya, sementara si bungsu terus dimanja dan dianggap “anak kecil” meskipun ia […]

  • jadwal pameran otomotif mobil terbaru

    Rasakan Euforia Pameran Otomotif 2025: GIIAS, IMOS, dan GJAW Siap Menggebrak!

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Apakah kamu seorang penggemar otomotif yang selalu menunggu momen spesial setiap tahunnya? Kalau iya, bersiaplah karena tahun 2025 akan menjadi tahun penuh gebrakan untuk pecinta roda empat dan roda dua. Mulai dari pameran spektakuler Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) hingga ajang bergengsi Indonesia Motorcycle Show (IMOS), ada banyak momen seru untuk […]

expand_less