Breaking News
light_mode
Minggu, 11 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Fakta LKPJ ke Perkada: Anggaran Sidoarjo Terhambat, Aspirasi Masyarakat Tersandera

Fakta LKPJ ke Perkada: Anggaran Sidoarjo Terhambat, Aspirasi Masyarakat Tersandera

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id — Ketegangan politik melanda Kabupaten Sidoarjo setelah DPRD secara resmi menolak Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024. Ini pertama kalinya terjadi dalam dua dekade terakhir, mengguncang ranah politik lokal.

“Ini bukan soal politik, ini soal akuntabilitas dan fungsi DPRD,” tegas Abdillah Nasih, Ketua DPRD Sidoarjo, Kamis (7/8/2025), dalam wawancara pers.

Penolakan ini menimbulkan potensi diberlakukannya Peraturan Kepala Daerah (Perkada), menggantikan Perda dalam menjalankan anggaran pembangunan.

Hari itu, Nasih menerima dua kelompok massa: @WAS (Aliansi Warga Sidoarjo) dan Non Blok, yang menyuarakan kekhawatiran akan dampak politik ini pada masyarakat. Kedua kelompok menolak dituding berpihak pada DPRD maupun eksekutif.

“Apa yang terjadi kemarin di Paripurna adalah bagian dari fungsi pengawasan terhadap eksekutif,” jawab Nasih kepada massa.

Thole, perwakilan @WAS, mengingatkan, “Kami berharap DPRD dan pemerintah menjunjung tinggi aturan, komunikasi publik, dan etika bernegara, jangan sampai rakyat kembali jadi korban pertarungan kekuasaan elit seperti tahun 1999”.

Sementara Luddy pendekar aktivis kelompok Non Blok, menyitir puisi satir KH. Mustofa Bisri (Gus Mus): “Kau ini bagaimana? Kau suruh aku memilih kamu, sekarang sudah kupilih kau berbuat semaumu”.

Ia melanjutkan dengan nada sarkastik, “Kalau ini berlanjut sampai pembahasan APBD, mbok rasane koyok Tjitibeh, mati siji mati kabeh. Maksudku, nek mati, sampeyan ae sing mati, awak dewe ojok.”

Penolakan LKPJ disebut DPRD berdasarkan temuan Badan Anggaran atas deviasi belanja dan capaian pembangunan.

Proyek fisik mangkrak, serapan anggaran rendah, dan program prioritas terlambat.

Di lapangan, dampaknya terasa, jalan rusak, bantuan UMKM tertahan, dan program stunting tak berjalan.

“Kami ingin tahu bagaimana DPRD bisa menjamin pelayanan publik nantinya tidak sampai terganggu,” kata Badrus Zaman, aktivis 98 sekaligus Ketua Nelayan Sidoarjo.

Baca Juga  Emak - Emak Korban Tembok Mutiara Regency Meja Hijaukan Siasat Busuk Pengembang dan Eksekutif juga Lapor ke Komnas HAM

Dr. Ubaidillah, akademisi dari Umsida, dari kelompok Non Blok menilai, “Kalau produk Perkada ya tidak bisa maksimal. Kalau bicara rugi, ya semua rugi. Pemkab rugi, dewan ikut rugi, warga juga rugi”.

Menurutnya, ini bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang mau mendengar suara rakyat.

Ia mengingatkan, “Ketika dua gajah bertarung, jangan sampai rumput yang tumbuh di bawahnya mati terinjak”.

Meski begitu, Abdillah Nasih meyakinkan publik, bahwa penerapan Perkada tidak serta-merta merugikan rakyat. DPRD masih dapat melakukan pengawasan, bahkan lebih intensif jika terjadi pelanggaran.

“Kalau DPRD menerima LKPJ, maka muncul Perda. Kalau kita menolak LKPJ muncullah Perkada. Tapi kalau menghendaki tanpa hak penolakan dewan supaya tidak ada Perkada, ya hapuslah undang-undangnya dulu,” ujar Nasih.

Dasar penolakan DPRD ini merujuk pada UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, PP No. 13 Tahun 2019, dan Tata Tertib DPRD yang memberi kewenangan memberikan rekomendasi positif atau negatif terhadap LKPJ.

Wahyu Lumaksono, Wakil Ketua Fraksi Golkar, yang mendampingi Nasih dalam audiensi kedua kelompok pengunjuk rasa itu mengatakan, soal penolakan LKPJ Bupati kapan lalu, sudah dipikirkan oleh parlemen dan mempertaruhkan nama parpolnya masing – masing dihadapan rakyat.

“Kami nggak mungkin dalam memutuskan penolakan itu. Ya tentu kami bertanggung jawab atas putusan itu, dan tetap berusaha bagaimana DPRD mengawal agar proses PAK nantinya bis tetap berjalan,” tandas Wahyu.

LKPJ Ditolak, Perkada Bergerak, Dana Rakyat Tersendat

Pemkab tetap menyusun anggaran tahun depan, tapi harus mempertimbangkan rekomendasi DPRD. Kritik DPRD bisa menjadi bahan evaluasi gubernur, bahkan Kementerian Dalam Negeri.

Namun, Pemkab tak bisa lagi mengusulkan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) melalui Perda.

Baca Juga  Bunda PAUD Sidoarjo Kawal Sekolah Ramah Anak di Sawohan

Satu-satunya jalan adalah Perkada, tanpa persetujuan DPRD. Mekanisme ini berisiko memperlambat serapan anggaran.

Karena proses revisi dan relokasi jadi lebih rumit, serta pengadaan barang dan jasa rawan tertunda.

Meski begitu, Ketua DPRD Abdillah Nasih menekankan, bahwa solusi tetap ada. DPRD mengusulkan Forum Mediasi Pembangunan Daerah, yang melibatkan kampus, tokoh agama, LSM, dan lembaga pengawas seperti BPK dan KPK. Forum ini akan menjembatani komunikasi antara legislatif dan eksekutif.

“Sehingga ketika tidak terjadi persetujuan kemudian menjadi PAK, maka Perkada itu bisa dijadikan dasar untuk melaksanakan PAK,” ujar Nasih.

Etika Politik dan Masa Depan Pembangunan

Ubaidillah menyoroti penolakan LKPJ ini bukan semata-mata prosedural, melainkan mencerminkan krisis kepercayaan antara eksekutif dan legislatif. Perkada memang sah, tapi tidak cukup adaptif menghadapi kebutuhan baru.

Menurutnya, pembangunan bisa stagnan, layanan publik terganggu, dan daya serap anggaran rendah.

Badrus Zaman menambahkan, meski fungsi kontrol DPRD sah, risiko politiknya jelas: legitimasi melemah, pembangunan terhambat, dan aspirasi rakyat tak bisa dieksekusi karena tak masuk skema Perkada.

Kelompok Non Blok menyimpulkan, “Perkada bukan solusi ideal”. Jalan keluar satu-satunya adalah rekonsiliasi politik, kembali ke meja dialog untuk menyepakati Perda PAK, demi pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat.

Hariadi, yang juga pendekar aktivis kelompok Non Blok khawatir, penolakan LKPJ Bupati kemarin telah memantik Aparat Penegak Hukum (APH), bisa Jaksa, Polisi, atau KPK, untuk bergerak meringsek menindaklanjuti atas temuan materi dugaan – dugaan parlemen atas kebocoran anggaran 2024.

“Bila tidak, maka Sidoarjo bisa jatuh dalam jebakan demokrasi prosedural, yang seolah sah di atas kertas, tapi gagal menghadirkan perubahan di akar rumput,” tutup Badrus.

Baca Juga  Tapaki 300 Anak Tangga, Hidden Gem Pantai Di Bali Wajib Dikunjungi!
  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • CSR untuk program MBG

    Inovasi Program MBG, DPRD Jatim Usulkan CSR Perusahaan Jadi Solusi Cerdas

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur terus menjadi sorotan, kali ini dengan ide inovatif yang digagas oleh Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. Dalam pernyataannya, ia mengusulkan agar pendanaan program ini menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di Jawa Timur. Langkah ini, menurut […]

  • Kebiasaan sepele yang ternyata dapat merusak tubuh

    Jangan Anggap Remeh 14 Kebiasaan Sepele Ini yang Dapat Merusak Tubuh

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernahkah Anda menyadari bahwa kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele dapat berdampak besar merusak kesehatan tubuh? Kebiasaan-kebiasaan ini seringkali Anda lakukan dan terus berulang setiap hari. Padahal, jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Apa saja kebiasaan sepele yang berbahaya itu? Yuk simak kebiasaan […]

  • Hasil Quick Count Pilkada Jatim 2024 Khofifah Emil

    Khofifah – Emil Menang Mutlak di Pilkada Jatim Versi Quick Count

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak, mencatatkan kemenangan mutlak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2024 berdasarkan hasil quick count. Hingga Kamis (28/11) dini hari, berbagai lembaga survei telah merilis data yang menunjukkan pasangan nomor urut 02 ini unggul jauh di atas […]

  • Harga emas Pegadaian hari ini

    Guncangan Harga Emas Pegadaian, Antam & UBS Melemah, Galeri24 Justru Melonjak – Ini Analisis Lengkapnya!

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pasar emas Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang menarik. Data terkini dari Pegadaian per Rabu (9/4) mengungkapkan pergerakan harga yang beragam di antara tiga produk unggulan: emas Antam mengalami penurunan tipis, UBS tercatat anjlok signifikan, sementara Galeri24 justru mencatatkan kenaikan menggembirakan. Bagi para investor, fluktuasi ini bukan sekadar angka biasa, melainkan sinyal penting untuk […]

  • Efek tidak konsumsi nasi untuk tubuh

    Tidak Konsumsi Nasi untuk Tubuh, Apa yang Terjadi Jika Berhenti Makan Nasi?

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Makan tanpa nasi? Bagi sebagian orang, itu seperti “hidup tanpa warna”. Apalagi di Indonesia, nasi sudah menjadi makanan pokok yang wajib ada di setiap hidangan. Bahkan, ada yang merasa belum makan jika belum menyantap nasi, meskipun sudah menghabiskan satu porsi mie atau roti. Namun, belakangan ini semakin banyak orang mulai mengurangi atau bahkan […]

  • Kesehatan Holistik

    Bukan Sekadar Tren, Kesehatan Holistik yang Harus Kamu Coba Sekarang!

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kesehatan holistik adalah pendekatan kesehatan yang melihat tubuh manusia sebagai satu kesatuan yang saling terhubung, mencakup tiga aspek utama: fisik, mental, dan spiritual. Dalam konsep ini, kesehatan bukan hanya tentang bebas dari penyakit, tetapi juga tentang mencapai keseimbangan dan harmoni di semua aspek kehidupan. Kesehatan holistik mungkin terdengar seperti istilah mewah, tapi […]

expand_less