Breaking News
light_mode
Kamis, 22 Oktober 2026
Beranda » Kesehatan » Waspadai Penyakit dari Kotoran Tikus, Tingkat Kematiannya Sampai 15 Persen

Waspadai Penyakit dari Kotoran Tikus, Tingkat Kematiannya Sampai 15 Persen

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Penyakit yang cukup membahayakan itu disebut “hantavirus”. Penyakit ini disebabkan oleh kotoran tikus liar di sekitar lingkungan kita.

Jejak digital, pada Mei 2026, dilaporkan adanya kasus hantavirus tipe HPS di kapal pesiar MV Hondius, di luar negeri. Sementara di Indonesia, strain yang lebih umum ditemukan adalah Seoul virus (HFRS) yang ditularkan oleh tikus rumah (Rattus rattus & Rattus norvegicus).

Oleh karenanya, Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran Nomor SR.03.01/C/2572/2026 tentang kewaspadaan hantavirus. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo pun membunyikan alarm Siaga.

Kepala Dinkes Sidoarjo, Lkhasmie Herawati Yuwantina mengingatkan masyarakat tentang bahaya hantavirus, penyakit zoonosis dari tikus liar, kepada warga dan tenaga kesehatan di Sidoarjo setelah terbit surat kewaspadaan nasional pada Senin (11/05/2026).

Penyakit tergolong baru ini tergolong infeksi serius yang ditularkan hewan pengerat, seperti tikus dan celurut, kepada manusia melalui kotoran yang dikeluarkan cairan tubuh tikus, bau, maupun debu yang terkontaminasi.

Meski demikian, Lakhsmie menyatakan, hingga kini belum terdapat laporan kasus dugaan hantavirus di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Namun kewaspadaan dini tetap diperkuat untuk mencegah risiko penularan di lingkungan masyarakat.

“Sampai hari ini di Sidoarjo belum ada laporan kasus yang dicurigai hantavirus,” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/05/2026).

Ia menjelaskan hantavirus berasal dari kelompok Orthohantavirus, yang hidup pada beberapa jenis tikus liar. Penularan dapat terjadi ketika manusia menghirup debu yang tercemar urin atau kotoran tikus, menyentuh permukaan yang terkontaminasi, hingga mengonsumsi makanan yang terkena cairan tubuh hewan terinfeksi.

Menurut Lakhsmie, penyakit tersebut memiliki dua bentuk utama. Pertama, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS yang banyak ditemukan di Asia dan Eropa. Kedua, Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS yang menyerang paru-paru dan memiliki tingkat fatalitas lebih tinggi.

Baca Juga  Manfaat Mandi Pagi dan Malam! Kenapa Kamu Harus Melakukannya Setiap Hari?

“HFRS umumnya diawali demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, lalu dapat berkembang menjadi gangguan ginjal dan perdarahan,” ujarnya lagi.

Ia menyebut masa inkubasi HFRS berkisar satu hingga dua minggu. Tingkat kematian penyakit tersebut dilaporkan mencapai 5 sampai 15 persen, tergantung jenis virus dan kecepatan penanganan medis terhadap pasien.

Sementara HPS ditandai demam, pegal otot, batuk, serta sesak napas berat akibat penumpukan cairan di paru-paru. Kondisi itu dapat berkembang menjadi gagal napas bila tidak segera ditangani fasilitas kesehatan.

“HPS memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibanding HFRS sehingga masyarakat perlu mengenali gejalanya sejak awal,” kata Lakhsmie.

Dinas Kesehatan mengimbau warga, untuk rajin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, guna mengurangi populasi tikus.

Warga juga diminta menggunakan masker dan alat pelindung tubuh, saat membersihkan gudang atau area berdebu, yang berpotensi tercemar kotoran hewan pengerat.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, apabila mengalami demam tinggi mendadak, nyeri otot berat, sesak napas, serta memiliki riwayat berada di lingkungan dengan banyak tikus dalam beberapa pekan terakhir.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • IVE meluncur lagu terbaru berjudul Rebel Heart

    Rebel Heart, Lagu IVE Terbaru dengan Liriknya

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – IVE, girl grup besutan Starship Entertainment, kembali mencuri perhatian dengan lagu terbarunya, “Rebel Heart”. Lagu yang dirilis sebagai pre-release menjelang album comeback mereka ini berhasil memanaskan suasana K-pop dan semakin memantapkan posisi IVE sebagai salah satu girl grup terpopuler saat ini. Lagu ini mengajak pendengar untuk bebas mengekspresikan diri tanpa perlu takut […]

  • Menjaga Eksklusivitas Kehidupan

    Kemewahan Menjaga Eksklusivitas Kehidupan Pribadi di Era Modern

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Dalam era globalisasi yang semakin menjembatani jarak dan perbedaan, menjaga eksklusivitas kehidupan pribadi mungkin terasa seperti sebuah paradoks. Namun, dalam banyak aspek kehidupan, eksklusivitas tetap menjadi nilai yang berharga. Apalagi semakin berkembangnya teknologi dan menciptakan berbagai platform media sosial yang membuat semua orang berlomba-lomba untuk membagikan kehidupannya. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan […]

  • SuperKidz Surabaya Klinik tumbuh kembang anak

    Dampak Gadget Berlebih? Superkidz Hadir dengan Terapi Khusus Anak

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Superkidz, klinik tumbuh kembang anak yang berkomitmen menciptakan generasi emas Indonesia, resmi membuka cabang ke-13 sekaligus cabang kedua di Kota Surabaya. Klinik ini hadir untuk memberikan layanan komprehensif dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui pendekatan medis dan psikologis. Elok Nur Habibah, Regional Manager Superkidz Jawa Timur, mengungkapkan visi besar Superkidz. “Saat ini […]

  • Tantangan Pola Asuh Anak di Era digital ini

    Cara Efektif Mengatasi Tantangan Pola Asuh di Era Digital

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di zaman yang serba digital seperti sekarang, pola asuh anak sudah jauh berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Jika dulu orang tua hanya perlu mengkhawatirkan anak bermain di luar rumah hingga sore, kini tantangannya lebih kompleks: kecanduan gadget, informasi tak terfilter, dan interaksi sosial yang lebih banyak terjadi di dunia maya. Sebagai orang tua […]

  • Ilustrasi Gambar Kasus Skizofrenia

    Yogyakarta Catat Angka Kasus Skizofrenia Tertinggi di Indonesia, Apa Penyebabnya?

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Yogyakarta, Ruang.co.id – Skizofrenia di Indonesia memang menjadi perhatian serius. Meskipun tidak ada data yang secara pasti menunjukkan provinsi mana yang memiliki kasus tertinggi, beberapa penelitian dan data terbaru menunjukkan bahwa Yogyakarta pernah tercatat memiliki kasus skizofrenia tertinggi di Indonesia. Yogyakarta, kota pelajar yang terkenal dengan suasana sejuk dan budaya yang kaya, ternyata juga menjadi […]

  • Kebakaran tempat kos di Jalan Semolowaru Utara Surabaya

    Kebakaran Ludeskan Kos-kosan di Semolowaru

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kebakaran hebat kembali melanda Kota Surabaya. Kali ini, tiga tempat kos di Jalan Semolowaru Utara 5, Kecamatan Sukolilo Surabaya, hangus dilalap si jago merah pada Minggu siang (12/10). Kejadian ini membuat warga sekitar panik karena khawatir api akan merembet ke rumah mereka. Menurut laporan warga setempat, titik api diduga berasal dari salah […]

expand_less