Breaking News
light_mode
Kamis, 22 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Hearing DPRD Sidoarjo Hadapi Tantangan PHK, Tenaga Kerja Terampil Jadi Daya Saing Global

Hearing DPRD Sidoarjo Hadapi Tantangan PHK, Tenaga Kerja Terampil Jadi Daya Saing Global

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Sidoarjo sebagai kota industri, menghadapi dinamika ketenagakerjaan yang kompleks. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025, tercatat 5,75% atau sekitar 69.500 orang dari total angkatan kerja 1,18 juta.

Angka itu menunjukkan tren penurunan signifikan, dibanding masa pandemi Covid-19, ketika pengangguran sempat menyentuh 9%.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, mengungkapkan segala permasalahan ketenagakerjaan di Sidoarjo, dalam hearing atau dengar pendapat dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kab. Sidoarjo, di DPRD, Rabu sore (1/7/2026). Dengar pendapat itu, dipimpin langsung oleh Abdillah Nasih, Ketua DPRD Sidoarjo.

Dwi Eko menegaskan, “Kami bersyukur angka pengangguran terus menurun. Namun tantangan globalisasi dan keterbatasan bahan baku industri tetap menjadi ancaman serius.”

Fenomena krusial muncul dari dampak PHK, akibat tersendatnya pasokan bahan baku plastik dari Timur Tengah. Sektor industri yang menopang 48,6% perekonomian Sidoarjo sempat terguncang.

Pemkab Sidoarjo mendorong perusahaan untuk mengurangi volume produksi, agar tenaga kerja tetap bertahan. Atau setidaknya perusahaan yang merumahkan karyawannya, kiranya memberi tunjangan 60 persen.

“Kami sarankan pengusaha merumahkan sementara pekerja dengan tunjangan 60% daripada langsung melakukan PHK,” ujar Dwi Eko, Kepala Disnaker.

Selain itu, dia menguraikan komunikasi intensif dengan serikat pekerja, menjadi strategi penting menjaga kondusivitas. Audiensi rutin dilakukan, untuk menyeimbangkan kepentingan pengusaha dan pekerja. Pendekatan kekeluargaan, terbukti efektif meredam gejolak sosial.

Permasalahan lain yang muncul krusial saat ini, yakni soal kualitas tenaga kerja. Banyak lulusan terampil tingkat SLTA kesulitan bertahan di dunia kerja, karena minim pengalaman.

Padahal, komunikasi yang terbangun dengan para pengusaha, situasinya saat ini perusahaan bisa bertahan mempekerjakan lulusan SMA dan sederajat yang terampil.

Baca Juga  Mlijo Cinta! Kiprah Ning Ghyta Fawait Jadi Pelopor Emak-emak Pejuang Ekonomi Jember

“Saya kuatir dengan kondisi saat ini, tenaga kerja lulusan sarjana akan lebih banyak yang di PHK, dan perusahaan mempertahankan karyawannya lulusan SMA yang terampil,” ungkap Dwi Eko.

Oleh karenanya, Disnaker Sidoarjo merespons fenomena itu dengan menggeser fokus pelatihan dari keterampilan teknis ke manajerial. Langkah ini diharapkan mampu mengisi posisi strategis yang semakin dibutuhkan industri.

Program pelatihan berbasis kompetensi dengan sertifikasi BNSP juga digencarkan. “Kami ingin tenaga kerja Sidoarjo memiliki daya saing global. Tanpa kompetensi, mereka akan tersisih oleh pekerja dari daerah lain yang masuk ke Sidoarjo,” tandas Dwi Eko.

Fenomena sebelum era digital, menunjukkan dominasi tenaga kerja informal tanpa sertifikasi. Kini, tuntutan global menekankan pentingnya keterampilan formal dan manajerial. Perubahan ini, menurutnya, menuntut adaptasi cepat agar tenaga kerja yang tinggal di Sidoarjo tidak tertinggal.

Program Desa Produktif Mandiri (DPM) juga menjadi solusi. Melalui koperasi lokal, usaha mandiri seperti produksi telur mampu menciptakan 20–30 tenaga kerja baru. Hal ini membantu menekan angka pengangguran dan memperkuat ekonomi lokal.

Namun, tantangan tetap ada. Urbanisasi dan migrasi tenaga kerja tanpa keterampilan menambah beban. Disnaker Sidoarjo menekankan pentingnya pelatihan formal bagi usia produktif 18–35 tahun, sementara yang di luar usia tersebut diarahkan ke usaha mandiri.

Secara keseluruhan, capaian penurunan TPT menjadi bukti keberhasilan kebijakan. Meski demikian, ancaman PHK akibat krisis bahan baku dan lemahnya kompetensi manajerial masih menghantui.

Harapan besarnya terletak pada konsistensi pelatihan, komunikasi tripartit, serta dukungan koperasi lokal.

“Kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan kesejahteraan pekerja. Sidoarjo harus siap bersaing di era global,” tutup Kepala Disnaker Sidoarjo, Dwi Eko Saptono.

Gelombang PHK Mengintai, Pekerja Dirumahkan Masih Bertambah

Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, belum sepenuhnya mampu menghapus bayang-bayang PHK di Kab. Sidoarjo.

Baca Juga  Jihad Digital Pemkab Sidoarjo: OPD Adu Kreativitas di Medsos untuk Pelayanan Publik Humanis

Di tengah aktivitas industri yang kembali bergerak, sejumlah perusahaan masih melakukan efisiensi, merumahkan pekerja, hingga mengurangi tenaga kerja akibat tekanan biaya produksi dan melemahnya permintaan pasar.

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur menunjukkan, sebanyak 262 pekerja di Kabupaten Sidoarjo mengalami PHK sepanjang tahun 2024.

Angka tersebut menempatkan Sidoarjo sebagai salah satu daerah yang masih terdampak gelombang rasionalisasi tenaga kerja di sektor industri dan jasa.

Memasuki tahun 2025, situasi belum sepenuhnya membaik. Disnaker Kab. Sidoarjo mengungkap, bahwa setiap hari terdapat sekitar tiga hingga lima pekerja yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaan.

Kondisi tersebut, dipicu ketidakseimbangan antara biaya produksi dan hasil penjualan, yang membuat perusahaan melakukan penghematan operasional.

Tidak hanya itu, dalam laporan Disnaker Sidoarjo, sedikitnya 50 pekerja tercatat terkena PHK dalam kurun tiga bulan. Penyebabnya beragam, mulai dari pensiun dini, penurunan produksi, hingga perusahaan yang menghentikan operasionalnya.

Meski demikian, belum terdapat data resmi yang menyebut secara pasti berapa jumlah perusahaan di Sidoarjo yang telah gulung tikar atau terancam bangkrut sejak pandemi Covid-19.

Namun berbagai laporan ketenagakerjaan menunjukkan adanya tren pengurangan tenaga kerja, tidak diperpanjangnya kontrak pekerja, serta efisiensi di sejumlah sektor manufaktur.

Fenomena ini menjadi peringatan bahwa, sektor industri di Kota Delta masih menghadapi tantangan serius.

Di satu sisi, angka pengangguran terbuka menunjukkan kecenderungan menurun, tetapi di sisi lain gelombang PHK dan pekerja dirumahkan masih terus muncul dalam laporan Disnaker.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan penting, berapa banyak perusahaan yang sebenarnya sedang bertahan di tengah tekanan ekonomi, dan sejauh mana ancaman kebangkrutan dapat mempengaruhi masa depan ribuan pekerja di Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga  Menyala Wi! Made Satria Terima Rekomendasi PDI Perjuangan, Siap Tarung Pilkada Klungkung

Pertanyaan inilah yang kini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkab. Sidoarjo, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zodiak yang memiliki sifat open minded

    5 Zodiak Paling Open Minded: Siapa Saja Mereka?

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Berpikiran terbuka bukan hanya sekadar sikap, tetapi juga kunci untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Orang yang open minded cenderung lebih kreatif, lebih mudah beradaptasi, dan memiliki hubungan sosial yang lebih baik. Berpikiran terbuka adalah kualitas yang sangat berharga dalam menjalin hubungan dan menghadapi tantangan hidup. Zodiak, sebagai salah satu bentuk astrologi, seringkali […]

  • Kompetensi guru

    Wabup Mimik Dorong Guru PJOK Sidoarjo Naik Kelas Kompetensi

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Kabupaten Sidoarjo menyambut semangat ratusan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), yang memadati Pendopo Delta Wibawa, Senin (4/8/2025). Di tengah hiruk pikuk dunia pendidikan yang terus berubah, mereka hadir untuk satu tujuan mulia. Menjadi guru yang lebih baik dengan meningkatkan kualitas profesinya, bagi generasi yang lebih sehat menuju generasi Emas 2045. […]

  • Pasang Veneer Gigi Sebabkan bau Mulut

    Pasang Veneer Gigi Sebabkan Bau Mulut

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Ingin memiliki senyum yang sempurna tanpa khawatir bau mulut? Veneer gigi bisa menjadi solusinya. Veneer gigi sebenarnya dapat membantu memperbaiki penampilan gigi dan mengurangi celah-celah di antara gigi, yang dapat menjadi tempat terperangkap makanan dan bakteri penyebab bau mulut. Namun, jika tidak dirawat dengan baik, veneer gigi dapat menjadi sumber masalah. Tidak […]

  • Bupati Subandi Honor Kader

    Bupati Subandi Naikkan Honor Kader demi Ibu dan Balita Sidoarjo Sehat

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Senyum sumringah terlihat di wajah puluhan kader kesehatan saat Bupati Sidoarjo Subandi mengumumkan kenaikan honor mereka menjadi dua kali lipat. Keputusan ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk penghargaan atas pengabdian para kader yang menjadi ujung tombak kesehatan ibu dan anak di desa-desa. “Kader kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat, mulai dari memberi […]

  • Deklarasi Milenial dan Bonek Pilgub Jawa Timur 2024

    Milenial dan Bonek Surabaya Bersatu, Deklarasi Dukungan untuk Khofifah-Emil

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 2Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Ratusan generasi muda yang terdiri dari Milenial, Gen Z, dan Bonek Mania bersama tokoh masyarakat dan ulama berkumpul di Rumah Gotong Royong, Surabaya, untuk mendeklarasikan dukungan bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak, Jumat (8/11). Acara dimulai dengan penyambutan penuh […]

  • Konversi sertifikat tanah ke elektronik

    Ganti Sertifikat Tanah Jadul ke Elektronik Langkah Anti Ribet dan Bebas Sengketa

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN kini gencar mendorong pemilik sertifikat tanah terbitan 1961-1997 untuk segera migrasi ke sertifikat elektronik (Sertipikat-el). Langkah ini bukan sekadar modernisasi, melainkan upaya strategis meminimalisir konflik batas tanah yang kerap terjadi akibat ketiadaan peta kadastral digital. Dengan beralih ke sertifikat digital, kepemilikan properti menjadi lebih transparan, aman dari pemalsuan, dan […]

expand_less