Breaking News
light_mode
Kamis, 22 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Panggung Cinta Anak Istimewa dalam Harmoni Topeng Malangan di Malang

Panggung Cinta Anak Istimewa dalam Harmoni Topeng Malangan di Malang

  • account_circle Syarif Wajabae
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Malang, Ruang.co.id – Puluhan anak berkebutuhan khusus dari 13 Sekolah Luar Biasa se-Malang Raya tampil dalam Harmonisasi Griya Kriya Topeng Ramah Difabel yang berlangsung di Jalan Kyai Parseh Jaya No. 29, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang, Minggu hingga Senin, 30-31 Agustus 2026. Mereka unjuk kebolehan lewat lomba mewarnai topeng, melukis topeng 3D, hingga parade tari. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pelatihan seni yang didanai Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan tahun 2025. Selasa, (01/9).

Ketua pelaksana sekaligus Ketua Yayasan D’Mart Thithiek Tenger, Ndaru Lazarus, menyebut acara ini sebagai ruang aktualisasi diri bagi anak-anak difabel. “Kami ingin mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku seni yang percaya diri dan dihargai publik,” ujarnya di sela acara. Hari pertama difokuskan untuk lomba antar-SLB, sementara hari kedua dibuka untuk masyarakat umum dengan lomba diamond painting tingkat TK, melukis topeng 3D, dan membatik.

Momen paling menyita perhatian terjadi ketika Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., didaulat sebagai Bunda Disabilitas oleh Lembaga SLB se-Malang Raya. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ki Djoko Rendi, pembina Yayasan Thitek Tenger dan Sanggar Nareswari. Sri Untari hadir setelah menempuh perjalanan panjang dari Medan, transit di Jakarta, lalu mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh Malang tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu.

Dalam sambutannya, Sri Untari menyampaikan bahwa Komisi E DPRD Jatim tengah merampungkan Perda Disabilitas. “Perda ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk menjamin hak setara penyandang disabilitas, termasuk akses pekerjaan dan layanan publik,” katanya. Ia juga membeberkan temuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang menyebut sejumlah perusahaan IT justru lebih memilih mempekerjakan anak disabilitas karena tingkat fokus mereka tinggi. Bahkan, hasil kerjanya disebut mencapai 1,5 kali lebih maksimal dibanding pekerja pada umumnya.

Baca Juga  Bupati Subandi Lepas Mahasiswa UNUSIDA KKN, Diharap Jadi Inspirasi Perubahan Desa

Sri Untari menambahkan, regulasi tersebut akan membentuk Komisi Disabilitas yang berwenang mendorong instansi pemerintah dan swasta mempekerjakan 1-2 persen penyandang disabilitas berpotensi. Ia pun mengingatkan para ibu hamil untuk mengurangi makanan olahan tinggi dan junk food, dengan menyebut asam propionat dalam roti komersial dan keju olahan sebagai zat yang berisiko mengganggu perkembangan saraf janin bila dikonsumsi berlebihan.

Hari kedua berlangsung lebih terbuka. “Kegiatan hari kedua adalah penampilan dan lomba-lomba untuk umum,” kata Ndaru Lazarus. Sekitar 20 pelaku UMKM ikut meramaikan, tujuh di antaranya dari Forum Disabilitas Kelurahan Bumiayu dan 13 lainnya hasil kolaborasi dengan SLB se-Kabupaten Malang. Meski sempat kekurangan panitia karena bertepatan dengan hari kerja, acara tetap berjalan lancar dengan bantuan mahasiswa dari Binus, Universitas Ma Chung, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya.

Dukungan masyarakat sekitar juga terasa hangat. Karang Taruna Bumiayu menampilkan tari Gandrung pada hari pertama. Sementara itu, belasan ibu lansia anggota Karawitan Wibisono Laras Budoyo Bumiayu yang dilatih Bapak Sukardi membawakan sejumlah tembang seperti Ayun-ayun, Cep menengo, Kuwi opo kuwi, Gugur gunung, dan Bersih desa. Penampilan mereka menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Dari sisi prestasi, lomba mewarna topeng tingkat SD-LB dimenangkan Zikal Vegan Alfazil dari SLB Bimantara. Juara pertama tingkat SMP-LB diraih Atiqa Bilqis dari SMPN 17 Kelas Inklusi. Untuk lomba melukis topeng 3D tingkat SMA-LB, A. Dzalikal Denovan dari SLB PGRI keluar sebagai juara pertama. Sementara itu, parade tari kategori SLB dimenangkan SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C.

Rangkaian acara ditutup dengan Sarasehan Budaya dan Sejarah Topeng Malang bersama sejarawan Drs. M. Dwi Cahyono, M.Hum. Ndaru Lazarus berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas. “Budaya bukan milik satu kelompok. Budaya adalah ruang bersama yang harus terbuka untuk siapa saja,” ucapnya.

Baca Juga  Bantuan Makanan melimpah dari Dapur Umum Mandiri untuk Warga Korban Banjir Desa Ngaban

Kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah tokoh dan lembaga, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Muhamad Sailendra, serta General Manager Grand Mercure Mirama Hotel Malang Sugito. Dengan dukungan Dana Indonesiana, Griya Kriya Topeng Ramah Difabel berkomitmen melanjutkan program seni budaya inklusif secara berkelanjutan.

  • Penulis: Syarif Wajabae

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Mutiara Regency Banding Bupati

    Curhatan Penting Warga Mutiara Regency Sidoarjo ke Presiden Prabowo, untuk Melawan Banding Bupati Subandi Pakai APBD

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Warga Mutiara Regency kembali bersuara lantang, menolak dan melawan langkah banding Bupati Subandi, atas putusan PTUN Surabaya. Agus Prastowo, perwakilan warga Mutiara Regency, mengatakan “Kami sudah menang di pengadilan, kenapa masih dilawan dengan uang rakyat?”. Curhatan ini disampaikannya kepada Ruang.co.id, pada Selasa (28/7/2026). Putusan PTUN Surabaya memang jelas memenangkan seluruh gugatan warga. […]

  • Jogja kekinian

    Jogja Tempo Dulu, Kekinian Banget! Yuk Kenalan dengan Budaya Tradisional yang Hits

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Yogyakarta, Ruang.co.id – Jogja, kota pelajar yang punya sejuta pesona. Selain kulinernya yang endes dan tempat wisatanya yang instagramable, Jogja juga punya harta karun budaya yang nggak boleh kamu lewatkan. Perpaduan antara tradisi Jawa yang kental dengan sentuhan modern, membuat budaya Jogja jadi punya daya tarik tersendiri, terutama bagi kamu yang punya jiwa muda. Batik, […]

  • Dinamika Generasi

    Dinamika Generasi dari Baby Boomers sampai Alpha

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Istilah generasi ke generasi merujuk pada pengelompokan orang berdasarkan tahun kelahiran dan karakteristik sosial serta budaya yang mereka alami. Dalam dunia yang terus berubah, setiap generasi membawa karakteristik unik yang dipengaruhi oleh peristiwa sejarah, teknologi, dan perkembangan sosial yang terjadi selama masa mereka tumbuh. Dari Baby Boomers yang lahir setelah Per4ng Dunia […]

  • DPRD Surabaya hering Apartemen Bale Hinggil

    DPRD Surabaya Desak Pengelola Apartemen Bale Hinggil Buka Akses Lift untuk Warga

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Masalah serius kembali menyeruak di Apartemen Bale Hinggil (ABH). Komisi C DPRD Surabaya menegaskan bahwa pengelola ABH harus segera membuka akses lift untuk warga yang selama ini terkunci akibat sengketa kenaikan iuran pengelolaan lingkungan (IPL). Ketua Komisi C DPRD Surabaya, M. Eri Irawan, menyoroti pentingnya rasa kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik ini. “Kami […]

  • Sejarah Kalender Masehi

    Sejarah Kalender Masehi: Dari Julius Caesar ke Era Digital

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Bicara soal kalender Masehi, kamu harus tahu kalau sistem ini punya akar yang dalam banget di masa lalu, tepatnya di Romawi Kuno. Sebelum ada kalender seperti sekarang, bangsa Romawi menggunakan kalender yang disebut Kalender Romulus. Kalender ini cuma punya 10 bulan dan dimulai dari bulan Maret, lho. Iya, nggak ada Januari atau […]

  • BSU Sidoarjo

    BSU Sidoarjo Cair!, Pemkab Ajak Warga Wujudkan Kemandirian Pangan

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sebuah kabar menggembirakan hadir untuk warga Sidoarjo. Sebanyak 155 ribu lebih pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 3,5 juta akan menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600 ribu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menegaskan, bahwa bantuan ini bukan hanya untuk meringankan beban, tetapi juga sebagai ikhtiar jangka panjang menjaga ketahanan pangan keluarga. […]

expand_less