Breaking News
light_mode
Selasa, 1 September 2026
Beranda » Daerah » Panggung Cinta Anak Istimewa dalam Harmoni Topeng Malangan di Malang

Panggung Cinta Anak Istimewa dalam Harmoni Topeng Malangan di Malang

  • account_circle Syarif Wajabae
  • calendar_month 46 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Malang, Ruang.co.id – Puluhan anak berkebutuhan khusus dari 13 Sekolah Luar Biasa se-Malang Raya tampil dalam Harmonisasi Griya Kriya Topeng Ramah Difabel yang berlangsung di Jalan Kyai Parseh Jaya No. 29, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang, Minggu hingga Senin, 30-31 Agustus 2026. Mereka unjuk kebolehan lewat lomba mewarnai topeng, melukis topeng 3D, hingga parade tari. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pelatihan seni yang didanai Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan tahun 2025. Selasa, (01/9).

Ketua pelaksana sekaligus Ketua Yayasan D’Mart Thithiek Tenger, Ndaru Lazarus, menyebut acara ini sebagai ruang aktualisasi diri bagi anak-anak difabel. “Kami ingin mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku seni yang percaya diri dan dihargai publik,” ujarnya di sela acara. Hari pertama difokuskan untuk lomba antar-SLB, sementara hari kedua dibuka untuk masyarakat umum dengan lomba diamond painting tingkat TK, melukis topeng 3D, dan membatik.

Momen paling menyita perhatian terjadi ketika Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., didaulat sebagai Bunda Disabilitas oleh Lembaga SLB se-Malang Raya. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ki Djoko Rendi, pembina Yayasan Thitek Tenger dan Sanggar Nareswari. Sri Untari hadir setelah menempuh perjalanan panjang dari Medan, transit di Jakarta, lalu mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh Malang tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu.

Dalam sambutannya, Sri Untari menyampaikan bahwa Komisi E DPRD Jatim tengah merampungkan Perda Disabilitas. “Perda ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk menjamin hak setara penyandang disabilitas, termasuk akses pekerjaan dan layanan publik,” katanya. Ia juga membeberkan temuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang menyebut sejumlah perusahaan IT justru lebih memilih mempekerjakan anak disabilitas karena tingkat fokus mereka tinggi. Bahkan, hasil kerjanya disebut mencapai 1,5 kali lebih maksimal dibanding pekerja pada umumnya.

Baca Juga  DPRD Jatim Dorong Pelindung Seniman Miskin dalam Rapergub Kebudayaan Jatim

Sri Untari menambahkan, regulasi tersebut akan membentuk Komisi Disabilitas yang berwenang mendorong instansi pemerintah dan swasta mempekerjakan 1-2 persen penyandang disabilitas berpotensi. Ia pun mengingatkan para ibu hamil untuk mengurangi makanan olahan tinggi dan junk food, dengan menyebut asam propionat dalam roti komersial dan keju olahan sebagai zat yang berisiko mengganggu perkembangan saraf janin bila dikonsumsi berlebihan.

Hari kedua berlangsung lebih terbuka. “Kegiatan hari kedua adalah penampilan dan lomba-lomba untuk umum,” kata Ndaru Lazarus. Sekitar 20 pelaku UMKM ikut meramaikan, tujuh di antaranya dari Forum Disabilitas Kelurahan Bumiayu dan 13 lainnya hasil kolaborasi dengan SLB se-Kabupaten Malang. Meski sempat kekurangan panitia karena bertepatan dengan hari kerja, acara tetap berjalan lancar dengan bantuan mahasiswa dari Binus, Universitas Ma Chung, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya.

Dukungan masyarakat sekitar juga terasa hangat. Karang Taruna Bumiayu menampilkan tari Gandrung pada hari pertama. Sementara itu, belasan ibu lansia anggota Karawitan Wibisono Laras Budoyo Bumiayu yang dilatih Bapak Sukardi membawakan sejumlah tembang seperti Ayun-ayun, Cep menengo, Kuwi opo kuwi, Gugur gunung, dan Bersih desa. Penampilan mereka menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Dari sisi prestasi, lomba mewarna topeng tingkat SD-LB dimenangkan Zikal Vegan Alfazil dari SLB Bimantara. Juara pertama tingkat SMP-LB diraih Atiqa Bilqis dari SMPN 17 Kelas Inklusi. Untuk lomba melukis topeng 3D tingkat SMA-LB, A. Dzalikal Denovan dari SLB PGRI keluar sebagai juara pertama. Sementara itu, parade tari kategori SLB dimenangkan SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C.

Rangkaian acara ditutup dengan Sarasehan Budaya dan Sejarah Topeng Malang bersama sejarawan Drs. M. Dwi Cahyono, M.Hum. Ndaru Lazarus berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas. “Budaya bukan milik satu kelompok. Budaya adalah ruang bersama yang harus terbuka untuk siapa saja,” ucapnya.

Baca Juga  Bus Gajayana Meluncur, Layanan Trans Jatim Bukit Raya Membuka Gerbang Mobilitas

Kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah tokoh dan lembaga, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Muhamad Sailendra, serta General Manager Grand Mercure Mirama Hotel Malang Sugito. Dengan dukungan Dana Indonesiana, Griya Kriya Topeng Ramah Difabel berkomitmen melanjutkan program seni budaya inklusif secara berkelanjutan.

  • Penulis: Syarif Wajabae

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kpp pratama surabaya wonocolo buka layanan pajak di luar kantor

    KPP Pratama Surabaya Wonocolo Buka Layanan Pajak di Luar Kantor, Yuk Manfaatkan!

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Lapor pajak sering kali dianggap ribet dan bikin pusing, apalagi buat yang belum terbiasa dengan sistem online. Sering kali, wajib pajak menunda-nunda hingga mendekati batas akhir pelaporan, baru panik mencari bantuan. Nah, kabar baiknya, sekarang urusan pajak bisa lebih mudah dan nyaman, karena KPP Pratama Surabaya Wonocolo menghadirkan layanan pajak di luar kantor! […]

  • kasus Black Owl Surabaya

    DPRD Surabaya Soroti Bobolnya Pengawasan Hiburan Malam Usai Kasus Black Owl Surabaya

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pengawasan tempat hiburan malam di Surabaya mendapat sorotan keras dari dewan perwakilan rakyat daerah. Pemicunya adalah laporan dugaan pelecehan terhadap anak di bawah umur yang diduga melibatkan oknum mantan pegawai Diskotek Black Owl. Kasus hukum yang sedang bergulir di Polda Jatim ini memantik respons politik melalui mekanisme rapat dengar pendapat DPRD Kota Surabaya. […]

  • Tim JOGOBOYO 97 Polrestabes Surabaya bubarkan balap liar Surabaya

    Dari Balap Liar ke Tawuran, JOGOBOYO 97 Tak Gentar Hadapi Ancaman Kota

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Dini hari, menjadi saksi kesigapan Tim JOGOBOYO 97 dalam mengamankan wilayah dari aksi-aksi yang berpotensi mengganggu keamanan. Tim patroli Perintis Presisi Polrestabes Surabaya yang dipimpin oleh Kanit Turjawali dan Aipda Wedar Rahadian, S.H., bergerak cepat merespons berbagai laporan masyarakat. Berawal dari laporan masyarakat sekitar pukul 03.00 WIB, Tim JOGOBOYO 97 langsung menuju […]

  • Beda percaya diri dan arogan

    Kenali Beda Sikap Percaya Diri dan Arogan, Biar Gak Salah Sangka!

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kita semua pasti pernah melihat seseorang yang tampil super pede di depan umum. Ada yang terlihat karismatik dan menginspirasi, tapi ada juga yang justru bikin orang malas berinteraksi. Ini nih yang sering bikin bingung: apakah dia percaya diri atau malah arogan? Banyak orang berpikir bahwa percaya diri dan arogan itu hal yang sama, […]

  • Bupati Subandi Sepak Bola

    Bupati Subandi dan Dandim 0816 Pererat Hubungan Lewat Pertandingan Sepak Bola

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana Lapangan Sepakbola Desa Masangan Kulon yang biasanya sunyi berubah menjadi riuh rendah oleh sorak-sorai warga yang antusias. Di tengah kerumunan, Bupati Sidoarjo Subandi, yang akrab disapa Abah Bandi, tampil mencolok dengan kelincahannya menggocek bola di antara para kepala desa. Gerakannya yang luwes seolah mengingatkan pada masa mudanya yang penuh semangat. Di […]

  • Tri Rismaharini menangis Gaji ustadz kurang dari Rp 100 ribu

    Risma Menangis Saat Mendengar Gaji Ustadz di Situbondo di Bawah Rp 100 Ribu

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 1Komentar

    Situbondo, Ruang.co.id – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini (Risma), menyampaikan keprihatinannya saat mendengar keluhan tentang kesejahteraan guru di Jawa Timur. Dalam kunjungannya ke Yayasan Pendidikan Pondok (YPP) Khairus Shaleh di Situbondo, Risma mendengarkan langsung permasalahan yang dihadapi oleh para ustadz dan ustadzah, terutama terkait rendahnya gaji yang mereka terima. Pada […]

expand_less