Di Balik Pergantian Ketua FPKB DPRD Sidoarjo: Evaluasi Kinerja Atau Konflik Internal Kepentingan?
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kupas tuntas fenomena pergantian Ketua FPKB DPRD Sidoarjo, antara penyegaran jiwa muda dan dinamika politik internal partai. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Panggung politik Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Sidoarjo mendadak bergemuruh. Kursi panas ketua fraksi partai terbesar, baru saja resmi berganti nahkoda baru.
Rotasi pucuk pimpinan Fraksi PKB dewan digulirkan. Moch Dhamroni Chudlori harus rela menanggalkan jabatannya kepada Achmad Muzayyin.
Keputusan krusial ini diumumkan langsung dalam rapat paripurna. Langkah tersebut diklaim internal fraksi, murni demi penyegaran total struktur partai.
Banyak pihak bertanya-tanya ihwal motif sebenarnya. Apakah ini hanya evaluasi biasa atau friksi internal? Yang konon terhembus kabar, pergantian ketua fraksi ini untuk dapat mengakomodir kepentingan politis di luar parlemen yang lebih baik lagi.
“Enggak ada masalah apa pun ya, bagian dari regenerasi penyegaran,” ujar Ketua DPC PKB Sidoarjo, Rizza Ali Faizin.
Regenerasi disinyalir menjadi senjata ampuh parpol, menghadapi tantangan politik masa depan. Target utamanya, jelas memenangi kontestasi Pemilu 2029 mendatang.
Namun, dinamika internal tak bisa disembunyikan begitu saja. Absennya Dhamroni dari sidang paripurna memantik spekulasi tajam publik.
“Tetap konsolidasi tetap di Jakarta tapi lebih kita jaga lagi lebih baik lagi,” tegas Achmad Muzayyin singkat, usai pengumuman ditampuk jabatan baru.
Berdasarkan data DPRD Sidoarjo, PKB menguasai kursi mayoritas parlemen. Posisi strategis fraksi menentukan arah kebijakan APBD daerah secara signifikan.
Gus Reza, sapaan akrab Rizza Ali Faizin, menegaskan kembali perombakan ini merupakan kombinasi strategi regenerasi dan dinamika faksi.
- Penulis: Ruang Nurudin

