Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Daerah » DPRD Sidoarjo Tolak Bongkar Tembok Mutiara Regency, Kotak Pandora Tata Ruang Mulai Terkuak

DPRD Sidoarjo Tolak Bongkar Tembok Mutiara Regency, Kotak Pandora Tata Ruang Mulai Terkuak

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – DPRD Kabupaten Sidoarjo akhirnya menolak sementara rencana pembongkaran tembok belakang Perumahan Mutiara Regency, yang selama ini sangat lama berkonflik dengan kawasan Mutiara City.

Keputusan itu diambil dalam rapat tertutup Komisi A DPRD Sidoarjo, bersama tim ahli tata ruang dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (30/10/2025).

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menyampaikan langsung keputusan tersebut usai rapat. “Kami menolak sementara pembongkaran tembok pembatas perumahan Mutiara Regency, karena Pemkab Sidoarjo belum memiliki tata ruang yang jelas di kawasan itu,” tegasnya.

Menurut Abdillah, keputusan itu bukan bentuk keberpihakan pada salah satu pihak, melainkan langkah kehati-hatian agar tidak terjadi kekeliruan hukum dan tata ruang di kemudian hari.

“Kami tidak berpihak. Kasus ini membuka kotak pandora lemahnya sinkronisasi tata ruang di Sidoarjo. Dari hasil diskusi dengan tim ahli, banyak hal mendasar yang harus dibenahi,” ungkapnya dengan nada serius.

Titik Lemah Tata Ruang Sidoarjo Mulai Terungkap

Rapat tersebut menghadirkan Ketua Komisi C Choirul Hidayat, Emir Firdaus anggota Komisi C, dan anggota Komisi A Rizza Ali Faizin, serta para ahli tata ruang Unair Surabaya yang memberikan pandangan akademis objektif.

Hasil rapat menunjukkan, bahwa Sidoarjo belum memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Kota Sidoarjo, yang seharusnya menjadi dasar hukum dalam penentuan fungsi dan arah pengembangan wilayah.

Dalam pembahasan itu tersampaikan dalam forum, bahwa pembangunan akses jalan integrasi antarperumahan tanpa dasar RDTR berpotensi menimbulkan sengketa hukum dan sosial baru.

“Hasil rapat teman – teman DPRD adalah untuk tidak membuka jalan penghubung, tapi mengutamakan Pemkab dan DPRD melakukan mediasi kepada warga yang menolak dengn pengembang Mutiara City. Yang kedua, DPRD minta pemerintah (Pemkab. Sidoarjo) untuk justru yang paling penting adalah untuk melakukan kajian AMDAL Lalin yang baru, dan melakukan penyusunan RDTR di Kec. Sidoarjo Kota, dan ternyata belum ada RDTR-nya,” ungkap Nasih lagi.

Baca Juga  1300 Karyawan PT Pakerin Terancam PHK Massal

Temuan itu menjadi alarm keras dn lecutan bagi pemerintah daerah, agar segera memperbaiki sistem tata ruang yang dinilai belum komprehensif dan adaptif terhadap pertumbuhan pesat perumahan terutama di wilayah kota Sidoarjo.

Empat Rekomendasi Kunci DPRD

Dalam rapat tersebut, DPRD Sidoarjo menetapkan empat rekomendasi strategis:

1. Fasilitasi mediasi antara warga Mutiara Regency yang menolak pembukaan jalan dengan pihak pengembang Mutiara City, agar tercapai solusi win-win tanpa gesekan sosial.

2. Pemkab Sidoarjo diminta segera menyusun kajian tata ruang baru, termasuk RDTR Kecamatan Kota Sidoarjo, sebagai dasar perencanaan dan legalitas pembangunan kawasan.

3. Pemerintah perlu menyiapkan alternatif jalur baru, seperti pelebaran Jalan Jati atau pembangunan jalan tembus baru untuk enam kompleks besar di wilayah tersebut.

4. DPRD menghormati penuh hak warga dan pengembang bila persoalan ini berlanjut ke ranah hukum.

“Sebelum RDTR rampung, kami minta pembongkaran tembok ditunda. DPRD ingin memastikan setiap langkah pembangunan di Sidoarjo berdiri di atas dasar hukum dan rencana ruang yang jelas,” tegas Nasih.

Dari konflik dua perumahan itu, kata cak Nasik, sapaan akrab Abdillah Nasih, sebegai momentum refleksi penting bagi Pemkab. Sidoarjo untuk segera membenahi tata ruang yang ada di Sidoarjo, dan g tidak boleh bersifat reaktif.

“Konflik itu telah membuka Kotak Pandora tentang lemahnya tata ruang di kab. Sidoarjo,” tandas Nasih.

“Konflik Mutiara Regency dan Mutiara City adalah cermin dari perencanaan yang tidak berlapis. Sidoarjo butuh pembenahan menyeluruh agar setiap pengembang tunduk pada RDTR dan Raperda tata ruang,” imbuh serius.

“Kemudian pemerintah (Pemkab. Sidoarjo) juga harus membuat observasi yang jelas dalam jangka panjangnya terkait dengan perencanaan kawasan. Karena membuka jalan baru di Desa Jati pun itu belum tentu bisa menyelesaikan masalah. Karena disitu tidak hanya ada tiga perumahan, tapi ada enam perumahan besar,” pinta serius Nasih.

Baca Juga  Sujani, Kader Ansor Sidoarjo Nyalakan Api Kepahlawanan ke Generasi Pemuda

Data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo tahun 2024 mencatat, dari 18 kecamatan, hanya 7 yang telah memiliki RDTR aktif. Sisanya masih dalam proses kajian atau menunggu revisi dari Kementerian ATR/BPN.

Fakta ini menguatkan urgensi perbaikan tata ruang, terutama di wilayah perkotaan yang padat permukiman baru.

Arah Baru Sidoarjo: Menata Ruang, Merajut Keadilan

Rapat itu digelar setelah beberapa kali sidak (inspeksi mendadak) dilakukan di lokasi kejadian pada pertengahan Oktober 2025.

Dalam rapat tersebut, Komisi A mengundang tim ahli tata ruang dari Unair Surabaya, untuk dimintai pendapatnya terkait permasalahan ini.

Sedangkan tujuan dan hasil rapat itu menurut parlemen terkait:

1. Mencari solusi adil. Rapat bertujuan untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak, baik warga Mutiara Regency yang menolak pembongkaran maupun pengembang Mutiara City yang berencana membuka akses jalan.

2. Menunggu keputusan Pemkab. DPRD Sidoarjo menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai pembongkaran tembok masih menunggu rapat lanjutan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo yang akan dipimpin oleh Wakil Bupati Mimik Idayana.

3. Tidak ingin disalahkan. Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) Sidoarjo juga terlibat dan menyatakan akan bertindak sesuai hasil rapat Pemkab, agar tidak disalahkan karena membiarkan polemik ini berlarut-larut.

Latar belakang polemik

Polemik ini muncul, karena rencana pembongkaran tembok yang sudah ada sejak lama, yang ditentang oleh warga Mutiara Regency.

Sementara itu, pihak pengembang Mutiara City berencana menjadikannya akses jalan tembus yang menghubungkan kedua perumahan itu.

Permasalahan ini semakin rumit, karena dugaan adanya kejanggalan dalam proses perizinan, termasuk penggunaan Tanah Kas Desa (TKD) Banjarbendo dan dugaan keterlibatan pemerintah pusat.

Pada 20 Oktober 2025, Kepala Dinas Perkim Sidoarjo dan PT Purnama Indo Investama (pengembang Mutiara City) dilaporkan ke Kejaksaan Negeri terkait kasus ini. Warga Mutiara Regency juga sebelumnya telah mengadu ke Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, pada 10 Oktober 2025.

Baca Juga  Pasar Murah Gedangan Ringankan Ekonomi Warga Sidoarjo

Penolakan sementara pembongkaran tembok bukanlah akhir, melainkan awal perubahan. Dengan melibatkan tim ahli akademisi, DPRD, dan masyarakat, Sidoarjo diharapkan mampu melahirkan peta ruang yang berpihak pada publik dan berkelanjutan.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sholat Ghaib Polres Mojokerto Kota

    Solidaritas Doa Polres Mojokerto Kota untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Mojokerto, Ruang.co.id – Nuansa khidmat dan empati yang mendalam menyelimuti kompleks Polres Mojokerto Kota pada Senin, 8 Desember 2025. Institusi yang biasanya identik dengan penegakan hukum itu justru tampil dengan wajah berbeda, menggelar ritual keagamaan sebagai bentuk solidaritas. Pelaksanaan Sholat Ghaib dan doa bersama ini adalah wujud nyata kepedulian sosial bagi saudara-saudara di Aceh, Sumatra […]

  • Digitalisasi Pasar Sidoarjo

    Transformasi e-Commerce Pasar Tradisional Sidoarjo Mulai Digencarkan, Warga Siap?

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, mulai mendorong transformasi pasar tradisional menuju ekosistem perdagangan digital. Tindakan itu dilakukan, sebagai upaya mempertahankan eksistensi pasar rakyat, di tengah meningkatnya persaingan dengan pasar modern dan platform e-commerce. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Bupati Sidoarjo, Subandi, bersama koordinator dan pengelola pasar tradisional, di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, […]

  • PPIH Embarkasi Surabaya 2025

    PPIH Embarkasi Surabaya Siap Kawal 36.457 Jemaah dengan Prinsip ‘Ramah Lansia & Disabilitas’

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Suasana khidmat mengisi Aula Musdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat (25/4/2025), ketika 23 anggota Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya resmi dilantik. Acara yang dipimpin Asisten III Pemprov Jatim, Akhmad Jazuli ini, bukan sekadar formalitas. Ini adalah sinyal dimulainya misi besar: melayani 36.457 jemaah haji dari Jawa Timur, Bali, hingga NTT dengan […]

  • Evaluasi DPRD Sidoarjo

    DPRD Sidoarjo Serahkan 29 Catatan Tajam Evaluasi Kinerja Bupati Subandi di Sidang Paripurna

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, melalui Muhammad Sajek, menyampaikan 29 catatan kritis dalam paripurna LKPJ Bupati Subandi tahun anggaran 2026, yang dipimpin Abdillah Nasih, Ketua DPRD, pada Kamis (16/4/2026). Di podium, Sajek, menegaskan evaluasi kinerja Bupati Subandi, diantaranya untuk memperbaiki program prioritas, menyasar infrastruktur, kesehatan, pendidikan, kepada eksekutif. Catatan kritis […]

  • BLACKPINK WORLD TOUR 2025

    BLACKPINK Comeback 2025 Tur Dunia Megah Bakal Guncang 18 Kota, BLINK Siap-Siap Kehabisan Tiket!

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Gemuruh sorak penggemar BLINK di seluruh dunia akhirnya terjawab. YG Entertainment secara resmi mengumumkan BLACKPINK WORLD TOUR 2025 melalui unggahan Instagram pada Selasa (8/4/2025). Tur ini diprediksi menjadi yang terbesar dalam sejarah grup, mengalahkan kesuksesan BORN PINK TOUR yang sebelumnya menyedot 1,8 juta penonton. Kabar gembira ini langsung membanjiri jagat maya dengan tagar […]

  • Kebiasaan Sehat yang Berisiko

    14 Kebiasaan Sehat yang Ternyata Bisa Membahayakan Tubuh Anda

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kesehatan adalah investasi terbesar yang bisa Anda miliki, dan banyak orang yang bertekad menjalani hidup lebih sehat di awal tahun. Namun, ada kebiasaan sehat yang berisiko, tidak semua kebiasaan yang tampaknya sehat itu benar-benar baik untuk tubuh kita. Dalam beberapa kasus, kebiasaan ini justru bisa membahayakan kesehatan tubuh jika dilakukan tanpa pemahaman yang […]

expand_less