Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Daerah » Protes Dana Desa, Relawan GMB Mendesak Inspektorat Kab Mojokerto Audit Transparan

Protes Dana Desa, Relawan GMB Mendesak Inspektorat Kab Mojokerto Audit Transparan

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mojokerto, Ruang.co.id – Belasan relawan yang tergabung dalam Gerakan Mojokerto Beraatu (GMB) melakukan aksi demo didepan kantor Inspektorat Kabupaten Mojokerto (Senin, 12/01/2026). Massa aksi berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di Jalan By Pass Kabupaten Mojokerto. Tampak satu unit pikap dengan seperangkat sound, saru unit mobil dan belasan kendaraan roda dua,

Selain petugas dari TNI, juga hadir personel dari Polres Mojokerto dan Polsek Sooko. Massa aksi menuntut pihak Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto melaksanakan audit ulang terhadap Kepala Desa se-Kabupaten Mojokerto. Apabila ada temuan penyimpangan anggaran desa, GMB meminta penanganan tidak sebatas pengembalian tetapi juga diproses sesuai perindang-undangan yang berlaku.

GMB juga meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto untuk proses audit dilaksanakan secara penuh sesuai perindang-undangan. Dalam selebaran yang beredar di WhatsApp Group, bahwa titik aksi di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto dan kantor Inspektorat Kabupaten Mojokerto. Tetapi dalam aksi hari ini, massa aksi hanya melewati kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto yang berada ditepi jalan R.A. Basuni Kecamatan Sooko.

Massa aksi terus bergerak melewati simpang empat Sooko dan putar balik didepan kantor Pengadilan Negeri Mojokerto menuju kantor Inspektorat. Memasuki gang menuju kantor Inspektorat, sudah tampak barikade peraonel Polres Mojokerto sehingga massa aksi tidak bisa beras didepan kantor Inspektorat. Didepan barikade peraonel polisi, tanpak Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Hendro Soesanto, dan Kepala Inspektorat, Zaqqi.

Baca Juga  Bupati Mojokerto, Albarraa Didemo Ratusan Perangkat Desa

Massa aksi membentangkan dua buah banner bertuliskan, “DANA DESA HILANG, INSPEKTORAT DAN KEJAKSAAN WAJIB TURUN TANGAN”, dan “PANGGIL, PERIKSA, PENJARAKAN”. Salah satu massa aksi, Sumidi, dalam orasinya mengatakan untuk segera menindak-lanjuti penyelewengan-penyelewengan dana desa yang ada di desa-desa. “Paling utama, kami mendorong dan mendesak Inspektorat untuk bekerja secara profesional dalam menangani kasus-kasus yang ada di desa,” ujar Sumidi yang juga menjabat Ketua Partai Kebangkitan Nusantara Kabupaten Mojokerto dan salah satu Ketua Cabang Olahraga di KONI Kabupaten Mojokerto.

Sumidi menambahkan, di undang-undang tipikor sudah jelas bahwa pengembalian uang tidak mengurangi proses hukum. “Kami berharap Inspektorat selaku ujung tombak, dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menjadikan Mojokerto yang bersih, harus lebih profesional dan akuntabel”, tegas Sumidi.

Sekitar pukul 09.00 WIB, perwakilan massa aksi melakukan audiensi didalam ruang pertemuan kantor Inspektorat. Sekitar 1 jam 30 menit proses audiensi, massa aksi bersama personel TNI, Polri Bakesbangpol Kabipaten Mojokerto tampak keluar. Massa aksi langsung membubarkan diri dan keluar dari lingkungan kantor Inspektorat.

Baca Juga  DPRD Kota Mojokerto Akan Panggil OPD-OPD Terkait dan 18 Pegawai Non ASN

Personel Polres Mojokerto dan Polsek Sooko, juga membubarkan barisan setelah apel personel dipimpin Kabag Ops, Kompol Hendro. Sedangkan Kepala Inspektorat, Zaqqi, menanggapi aksi gabungan relawan dan mengucapkan terima kasih karena aksinya damai.

“Tidak bisa kami penuhi secara utuh, termasuk misalnya media dan LSM disertakan. Ya mohon maaf, audit harus obyektif dan independen. Bahkan kalau misalnya pihak auditi tidak bersedia, kami juga tidak bisa menolak itu,” jelas Zaqqi yang pernah menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto.

Zaqqi menambahkan, artinya obyektifitas dan independensi terkait usulan membutuhkan kebijakan akan diikuti sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik. Dalam pengawas keuangan di desa-desa, Zaqqi mengatakan, itu bagian dari yang dilakukan. “Tahun kemarin, kita sudah memeriksa 40 desa dan ada hasilnya. Itu kita tindak lanjuti, ada pengembalian. Ya kita minta sebelum 60 hari sudah dipulihkan karena kalau lebih dari itu ya sayang kalau masuk wilayah APH,” ungkap Zaqqi. (Djayadi)

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konflik Yayasan masjid Al-Ikhlas

    Konflik Yayasan Masjid Al-Ikhlas, Mantan Ketua Pengurus Ajukan Petisi Penolakan Pemberhentian

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Konflik Yayasan masjid Al-Ikhlas, kembali digelar dalam Sidang terbuka untuk umum Pengadilan Negeri Surabaya Ruang Tirta 2. 26/6/24. Mantan ketua yayasan Masjid Al-Ikhlas Tanjung Sadari Surabaya, periode 2015-2024 tengah menghadapi konflik internal setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) pemberhentian Ketua yayasan ‘Mukhlisin dan para pengurus lainnya. Setelah keluarnya Petisi awal desember 2023. yang […]

  • demo buruh PT Pakerin

    Dialog Kekeluargaan Dinilai Jadi Solusi Ideal Demo Buruh PT Pakerin di Kawasan Pakuwon

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Gelombang aspirasi Kembali di jantung Kota Surabaya. Ribuan buruh PT Pakerin menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS yang berlokasi di kawasan superblok Pakuwon, tepatnya di Embong Malang. Namun, di tengah hiruk-pikuk orasi dan gemuruh mobil komando, satu suara tenang justru muncul dari internal kawasan tersebut. Pengacara PT […]

  • Keraton Yogyakarta dan TNI AL

    DISPSIAL dan Keraton Yogyakarta Sinergi Kembangkan Psikologi Maritim untuk Ketahanan Nasional

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Yogyakarta, Ruang.co.id – Kolaborasi antara Keraton Yogyakarta dan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam pengembangan psikologi maritim resmi dimulai. Pertemuan antara Dinas Psikologi Angkatan Laut (DISPSIAL) oleh Kadispsial TNI AL, Laksma TNI Wisnu Agung Priyambodo, M.M., M.Phil., dan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kompleks Kepatihan Gedong Wilis menjadi langkah awal untuk mewujudkan Laboratorium Psikologi Maritim […]

  • Pelanggaran sewa lahan desa

    Gara-gara Tower BTS, Lahan Desa ‘Dibajak’ 11 Tahun: Pelanggaran Aturan Terbongkar!

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Pembangunan Tower Base Transceiver Station (BTS) di atas lahan Tanah Kas Desa (TKD) Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo beberapa waktu sebelumnya, kini memasuki babak baru menjadi polemik di masyarakat. Komisi A DPRD Sidoarjo akhirnya turun tangan untuk mengkaji dugaan pelanggaran dalam proses sewa-menyewanya. Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Rizza Ali Faizin menanggapi, yang […]

  • Veddriq Leonardo

    Luka di Tangan, Bukti Dedikasi Tinggi Veddriq Leonardo

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Veddriq Leonardo, nama yang kini menjadi kebanggaan Indonesia di kancah olahraga panjat tebing dunia. Di balik kilauan medali emas yang diraihnya, terdapat perjuangan panjang dan kisah inspiratif yang patut kita teladani. Dalam dunia panjat tebing, luka adalah teman setia Veddriq Leonardo. Veddriq Leonardo, salah satu atlet panjat tebing terbaik Indonesia, juga tidak […]

  • Eksekusi Aset PT KAI

    Eksekusi Aset Lahan PT. KAI Sidoarjo Penyelesaian Sengketa Lahan dan Penyambungan Pelayanan Publik

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id, – Setelah bertahun-tahun menghadapi perlawanan hukum, Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo akhirnya berhasil mengeksekusi sejumlah tanah dan bangunan yang terletak di sekitar gerbang Stasiun Sidoarjo, yang berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Lemah Putro, Sidoarjo. Aset ini merupakan milik PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (KAI DAOP) 8. Eksekusi ini menandai penyelesaian sengketa lahan yang telah […]

expand_less