Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Lifestyle » Pola Asuh yang Tepat agar Anak Tidak Merasa Disisihkan, Terhindar dari Pilih Kasih

Pola Asuh yang Tepat agar Anak Tidak Merasa Disisihkan, Terhindar dari Pilih Kasih

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Di dalam keluarga, kasih sayang seharusnya dibagikan secara adil kepada setiap anak. Namun, tanpa disadari, ada momen-momen di mana orang tua terlihat lebih condong ke salah satu anak sehingga merasa ada yang disisihkan.

Misalnya, si sulung selalu mendapat pujian atas tanggung jawabnya, sementara si bungsu terus dimanja dan dianggap “anak kecil” meskipun ia juga ingin dipercaya. Atau, ketika anak yang lebih pintar di sekolah lebih sering dipuji, sedangkan yang lain hanya mendapat sedikit apresiasi atas usahanya.

Tanpa sadar, perlakuan seperti ini bisa membuat anak merasa kurang dihargai, tidak diinginkan, atau bahkan tumbuh dengan perasaan iri terhadap saudara kandungnya. Akibatnya, bukan hanya hubungan antara orang tua dan anak yang terganggu, tetapi juga hubungan antara saudara kandung yang bisa dipenuhi rasa kompetisi tidak sehat.

Lantas, bagaimana cara menghindari pilih kasih dalam mendidik anak dan memastikan semua anak merasa dihargai? Yuk, simak beberapa pola asuh yang bisa diterapkan!

Berikan Perhatian Secara Seimbang, Bukan Sama Rata

Banyak orang tua berpikir bahwa adil berarti memberikan hal yang sama kepada semua anak. Padahal, setiap anak punya kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga perhatian harus diberikan sesuai dengan keunikan mereka.

Misalnya, anak pertama mungkin lebih butuh dukungan emosional karena menghadapi ujian sekolah, sedangkan anak kedua lebih membutuhkan dorongan untuk berani bersosialisasi. Orang tua yang peka akan bisa membagi perhatian tanpa membuat salah satu anak merasa diabaikan.

Jadi, bukan soal berapa banyak perhatian yang diberikan, tetapi seberapa relevan perhatian itu untuk setiap anak.

Hindari Membandingkan Anak Satu dengan yang Lain

Ungkapan seperti “Kakak kan lebih pintar dari adik, coba belajar yang rajin seperti dia” atau “Adik tuh lebih penurut, kamu harusnya nggak banyak membantah” bisa melukai hati anak dan membuatnya merasa kurang dihargai.

Baca Juga  Waspadai Tanda-Tanda Kosmetik Tidak Cocok untuk Kulitmu

Setiap anak unik dan memiliki potensinya masing-masing. Alih-alih membandingkan, fokuslah pada menghargai kelebihan setiap anak secara individu.

Jika ingin memotivasi anak, gunakan pendekatan positif seperti, “Mama tahu kamu juga bisa menemukan cara belajarmu sendiri. Yuk, kita coba cari yang paling cocok buat kamu!”.

Dengan begitu, anak merasa dihargai sebagai pribadi yang berbeda, bukan hanya dibandingkan dengan saudara kandungnya.

Luangkan Waktu Berkualitas untuk Masing-Masing Anak

Anak yang merasa disisihkan sering kali merasa tidak mendapatkan cukup waktu dengan orang tuanya. Jika dalam keluarga ada lebih dari satu anak, cobalah meluangkan waktu khusus untuk setiap anak secara bergantian.

Misalnya, hari Sabtu bisa menjadi “waktu spesial dengan Kakak”, di mana orang tua fokus bermain atau berbincang dengan anak pertama. Lalu, hari Minggu bisa menjadi “waktu spesial dengan Adik”.

Dengan adanya waktu berkualitas ini, anak akan merasa lebih dihargai dan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung tanpa harus bersaing dengan saudara kandungnya.

Bersikap Adil dalam Mengambil Keputusan

Pilih kasih sering terjadi dalam keputusan sehari-hari, misalnya ketika satu anak lebih sering dituruti permintaannya dibanding yang lain.

Jika anak meminta sesuatu, usahakan untuk mempertimbangkan secara adil. Jangan langsung menolak keinginan salah satu anak hanya karena kebiasaan atau urutan kelahiran.

Contoh sederhana: Jika si kakak boleh tidur larut malam saat akhir pekan, tapi si adik dilarang tanpa alasan yang jelas, ini bisa menimbulkan rasa iri dan perasaan tidak adil.

Sebisa mungkin, jelaskan alasan di balik keputusan dengan cara yang bisa diterima oleh anak. Dengan begitu, mereka tidak akan merasa disisihkan hanya karena keputusan yang terlihat “berat sebelah”.

Apresiasi Usaha, Bukan Hanya Hasil Akhir

Sering kali, anak yang berhasil meraih prestasi di sekolah mendapat lebih banyak perhatian dibanding anak yang tidak. Padahal, setiap anak punya perjuangannya sendiri yang patut diapresiasi.

Baca Juga  Jadwal Tayang Bioskop Surabaya, Kisah Teror Mistis Pendakian yang Jadi Kenyataan dalam Film Petaka Gunung Gede

Misalnya, jika salah satu anak berhasil memenangkan lomba, tentu ia layak mendapat pujian. Tapi jangan lupa untuk tetap memberi apresiasi kepada anak yang lain atas usaha dan kerja kerasnya, meskipun hasilnya tidak terlihat secara langsung.

Katakan hal-hal seperti, “Mama bangga banget kamu tetap berusaha meskipun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Ayo kita coba lagi lain kali!”

Dengan begitu, anak tidak merasa harus “bersaing” untuk mendapatkan cinta dan perhatian orang tua.

Akui Kesalahan Jika Pernah Bersikap Pilih Kasih

Orang tua juga manusia yang tidak luput dari kesalahan. Terkadang, tanpa sadar, ada tindakan yang membuat anak merasa disisihkan atau kurang diperhatikan.

Jika anak pernah menunjukkan tanda-tanda merasa disisihkan, jangan ragu untuk berbicara dan meminta maaf. Katakan sesuatu seperti, “Mama sadar akhir-akhir ini lebih sering fokus ke adik. Maaf ya, Nak, Mama tetap sayang sama kamu.”

Pengakuan ini bukan hanya mengajarkan anak tentang pentingnya komunikasi terbuka, tetapi juga membuat mereka merasa lebih dihargai dan tidak menyimpan luka batin.

Menghindari pilih kasih dalam pola asuh bukan hanya soal memberikan jumlah perhatian yang sama kepada setiap anak, tetapi tentang bagaimana memahami kebutuhan mereka secara individual.

Dengan mendengarkan anak dengan penuh perhatian, menghindari perbandingan, meluangkan waktu berkualitas, dan bersikap adil dalam pengambilan keputusan, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri dan tidak merasa tersisih dalam keluarga.

Kasih sayang orang tua seharusnya menjadi sumber kekuatan bagi anak, bukan ajang kompetisi antara saudara kandung. Jadi, yuk mulai terapkan pola asuh yang lebih adil agar anak merasa dihargai dan dicintai sepenuh hati!

 

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesenjangan Anggaran P-APBD Jatim 2026

    Komisi B DPRD Jatim Ungkap Kesenjangan Anggaran Sektor Penggerak Ekonomi di P-APBD 2026

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Komisi B DPRD Jawa Timur menyoroti porsi anggaran untuk sektor-sektor penggerak ekonomi daerah dalam Rancangan Perubahan APBD (P-APBD) Jatim 2026. Meski sektor yang menjadi mitra Komisi B menyumbang sekitar 66,9 persen terhadap PDRB Jawa Timur, namun alokasi anggarannya hanya sekitar 4,56 persen dari total P-APBD 2026. Sorotan tersebut disampaikan juru bicara Komisi B […]

  • Cara Hilangkan Komedo Hidung Secara Alami dengan Eksfoliasi yang Aman

    Komedo Membandel? Coba Teknik Eksfoliasi Alami Ini untuk Hidung Mulus!

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bayangkan sedang bercermin sebelum pergi, tiba-tiba fokusmu tertuju pada titik-titik hitam kecil di hidung yang tampak jelas. Rasanya mengganggu, bukan? Komedo hidung memang sering muncul tanpa permisi, terutama bagi pemilik kulit berminyak. Berbagai cara sudah dicoba, mulai dari mencuci muka lebih sering, memakai pore strip, hingga memencetnya langsug tapi tetap saja, komedo kembali […]

  • Ternyata Wajib Cuci Tangan Setelah Pegang Benda Ini

    Ternyata Wajib Cuci Tangan Setelah Pegang Benda Ini! Nomor 3 Sering Diabaikan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kita semua tahu bahwa mencuci tangan itu penting, tapi sering kali dianggap sepele. Padahal, dalam sehari, tangan menyentuh ratusan benda yang penuh bakteri dan kuman tanpa disadari. Mulai dari pegangan pintu, uang, hingga ponsel kesayangan, semuanya bisa menjadi sarang kuman yang tak kasat mata. Bayangkan jika kamu habis naik transportasi umum, memegang gagang […]

  • Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (c) Official Timnas Indonesia

    Prediksi Line-up Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Timnas Indonesia bersiap menghadapi laga perdana paling menantang di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda akan bertemu Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Pertama-tama, pertandingan ini menjadi ujian penting bagi pelatih Patrick Kluivert yang mengemban tugas membawa Indonesia bersaing di […]

  • Banjir Porong 2025

    Akses Porong Lumpuh, Banjir Nyaris Sedada: Bupati Sidak Naik Perahu, Polisi Tutup Jalan Sementara

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Warga Sidoarjo kembali dikejutkan oleh terputusnya akses vital Jalan Raya Porong akibat banjir besar setinggi hampir sedada orang dewasa, Selasa (17/6/2025). Genangan air yang melumpuhkan jalur nasional penghubung Sidoarjo–Pasuruan ini menjadi peristiwa penuh keprihatinan dan sekaligus sorotan publik, terlebih dengan hadirnya Subandi Bupati Sidoarjo, yang turun langsung menyusuri banjir dengan perahu karet. […]

  • Iqbaal Ramadhan , jadwal main film perayaan mati rasa

    Jadwal Tayang Film Perayaan Mati Rasa di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di tengah riuhnya dunia maya, “Perayaan Mati Rasa” hadir sebagai oase yang menenangkan jiwa. Film yang dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan dan disutradarai oleh Umay Shahab ini akan membawa Anda dalam perjalanan yang mengharukan tentang keluarga dan persahabatan. Serta pentingnya melepaskan beban untuk merasakan kebahagiaan sejati. Jangan lewatkan film yang akan membuat Anda merenung […]

expand_less