Breaking News
light_mode
Senin, 7 September 2026
Beranda » Lifestyle » Mawar de Jongh Rilis Single KAN, Suara Sahabat yang Sering Diabaikan

Mawar de Jongh Rilis Single KAN, Suara Sahabat yang Sering Diabaikan

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Ada satu momen paling menyebalkan dalam hidup: saat sahabat sendiri sudah menunjuk-nunjuk tanda bahaya di depan mata, tapi kita pura-pura tidak lihat. Lalu semuanya runtuh, dan yang tersisa cuma suara kecil di kepala yang berbisik lirih “kan, sudah kubilang.”

Momen itulah yang coba ditangkap Mawar de Jongh lewat single terbarunya. Bukan lewat lagu galau yang meraung-raung, tapi lewat cerita yang terasa seperti percakapan jujur antara dua sahabat. Sebuah warna yang cukup berani, mengingat pasar musik Indonesia sedang ramai-ramainya menyajikan patah hati dengan dentuman beat yang bikin berdansa.

Bintang film yang juga penyanyi ini resmi merilis lagu berjudul “KAN” dengan pendekatan yang berbeda dari karya-karyanya sebelumnya. Jika dulu Mawar lebih sering tampil dengan balutan pop manis, kali ini ia datang membawa nuansa yang lebih santai, lebih dekat ke obrolan sehari-hari, tapi tetap punya kedalaman emosi.

Yang menarik, judul “KAN” sengaja dibuat sesingkat mungkin. Tiga huruf yang karib di telinga siapa pun yang pernah mendengar kalimat pamungkas dari seorang sahabat: “Tuh, kan.”

KAN Bukan Sekadar Lagu Patah Hati

Mawar sendiri mengaku ada getaran aneh saat pertama kali mendengar demo lagu ini. Bukan karena melankolisnya, tapi karena ia seperti sedang mendengar cerita dari beberapa teman dekatnya sendiri. Cerita tentang orang yang terjebak dalam hubungan yang jelas-jelas tidak sehat, tapi menolak mendengar apa kata orang terdekat.

Perempuan kelahiran Haarlem, Belanda, 24 tahun silam ini melihat “KAN” sebagai suara yang selama ini cuma jadi bisikan. Suara teman yang sudah lelah menasihati, tapi tetap sayang untuk sekadar berkata “aku sudah tahu ini akan terjadi”.

Yang bikin lagu ini terasa hidup adalah sudut pandangnya. Ia tidak menempatkan Mawar sebagai korban patah hati. Justru sebaliknya, Mawar berada di posisi sahabat yang sejak awal sudah melihat gelagat buruk. Posisi yang lebih dewasa, tapi juga penuh dilema.

Kita semua mungkin pernah ada di dua posisi itu. Menjadi yang menasihati, atau menjadi yang keras kepala. Dan “KAN” seperti jembatan kecil yang menghubungkan keduanya tanpa perlu saling menyalahkan.

Proses Kreatif yang Tidak Biasa

Menarik untuk membedah bagaimana lagu ini lahir. Awalnya, pencipta lagu Iqbal Siregar membayangkan “KAN” sebagai duet dua perempuan. Dua sahabat yang sedang membicarakan hubungan asmara, seperti sedang duduk di kafe sambil menyeruput es kopi dan saling menguatkan.

Tapi konsep itu berubah di tengah jalan. Semakin digarap, Iqbal dan tim pencipta lain—Denis Ligia, Faishal Muhammad Fasya, serta Mohammed Kamga—merasa cerita ini justru lebih kuat jika dinyanyikan seorang diri. Lebih personal. Lebih menusuk.

Jadilah “KAN” sebuah monolog. Bukan pengakuan patah hati, melainkan refleksi dari pihak yang selama ini diam-diam memperhatikan, menahan diri untuk tidak bilang “kan sudah kubilang” sampai semuanya terbukti.

Keputusan ini cukup berisiko. Secara komersial, lagu duet biasanya lebih mudah menarik perhatian. Namun di sinilah nyali Mawar diuji—apakah ia mampu membawa seluruh emosi cerita seorang diri tanpa terasa kosong?

Karakter Vokal yang Jadi Tumpuan

Iqbal Siregar, salah satu penggagas lagu ini, tidak ragu menyebut bahwa kunci “KAN” terletak pada bagaimana cerita disampaikan secara natural. Di sinilah Mawar diuntungkan oleh pengalamannya sebagai aktris.

Sejak membintangi berbagai judul film, Mawar sudah terbiasa menyampaikan emosi lewat dialog. Dalam “KAN”, kemampuan itu diterjemahkan ke dalam nyanyian. Ia tidak perlu berteriak atau memamerkan teknik vokal rumit. Cukup dengan diksi yang jelas, jeda yang tepat, dan penekanan pada kata-kata tertentu, pesan lagu langsung terasa.

Lagu ini memang tidak menawarkan high note melangit atau aransemen yang norak. Ia hadir seperti teman yang duduk di sebelahmu, menepuk bahu pelan, dan berkata, “Sudah, enggak apa-apa. Besok-besok dengarkan aku.”

Warna musik yang berbeda ini bisa jadi pertanda Mawar sedang mencari posisi yang lebih matang. Tidak lagi sekadar penyanyi muda dengan wajah manis, tapi mulai menjadi pencerita yang utuh.

Menyambut Mawar yang Lebih Berani

Ada semacam pola yang menarik jika melihat perjalanan karier Mawar de Jongh. Sejak terjun ke dunia hiburan, ia tidak pernah buru-buru memilih aman. Dari film horor, drama remaja, hingga lagu tema film, Mawar seperti terus mencoba membuktikan bahwa ia tidak ingin terkotak dalam satu citra.

“KAN” mempertegas arah itu. Bukan sekadar single baru, melainkan pernyataan kecil bahwa ia ingin tumbuh menjadi musisi yang berani mengambil risiko. Sebuah langkah yang patut diapresiasi di tengah industri yang kadang lebih suka mendaur ulang formula lama yang sudah pasti laku.

Lagu ini mungkin tidak langsung meledak seperti lagu-lagu komersial dengan hook yang menempel sejak detik pertama. Namun justru di situlah kekuatannya. “KAN” butuh beberapa kali dengar untuk meresap, seperti nasihat sahabat yang kadang baru terasa benarnya setelah semuanya terlambat.

Daftar Pencipta dan Proses Produksi

Untuk diketahui, “KAN” lahir dari kolaborasi empat pencipta: Iqbal Siregar, Denis Ligia, Faishal Muhammad Fasya, dan Mohammed Kamga. Masing-masing membawa warna berbeda, namun tetap melebur dalam satu cerita yang utuh.

Proses produksi lagu ini cukup detail. Dari pemilihan instrumen, pengaturan tempo, hingga cara Mawar merekam vokal, semuanya diarahkan untuk menciptakan suasana yang dekat dan hangat. Bukan sekadar lagu untuk didengar, tapi untuk dirasakan.

Ini yang kadang luput dari perhatian. Di balik sebuah lagu sederhana, ada kerja panjang yang menuntut kepekaan tinggi. Terutama ketika tujuannya bukan sekadar menjual nada, tapi juga menyampaikan pesan yang dekat dengan keseharian.

Tips Menikmati Lagu KAN dari Mawar de Jongh

Biar pengalaman mendengarkan lagu ini lebih maksimal, ada baiknya kamu menyimak beberapa hal berikut:

  • Dengarkan tanpa gangguan. Jangan sambil membuka media sosial atau bermain gim. Lagu ini butuh ruang sunyi untuk benar-benar terasa.
  • Perhatikan liriknya. Beberapa baris lirik “KAN” mungkin akan terasa sangat personal, seperti diambil dari pengalamanmu sendiri atau orang terdekat.
  • Gunakan earphone atau speaker yang baik. Detail produksi lagu ini akan lebih terasa jika didengar lewat perangkat yang memadai.
  • Dengarkan dua kali berturut-turut. Kali pertama untuk menangkap alur cerita, kali kedua untuk meresapi emosi di baliknya.

Sekilas, lagu ini tidak butuh ritual khusus untuk dinikmati. Namun mereka yang terbiasa mendengarkan musik sambil lalu mungkin akan melewatkan banyak hal.

Pada akhirnya, “KAN” bukan sekadar lagu tentang patah hati. Ia tentang pertemanan, keteguhan hati, dan momen pahit ketika kita menyadari bahwa orang terdekat ternyata benar sejak awal. Mawar de Jongh tidak sedang mencoba menjadi penyanyi yang paling vokal atau paling heboh. Ia hanya ingin menyampaikan cerita yang jujur, dengan cara yang paling pas untuk karakternya.

Dan boleh jadi, cara inilah yang justru membuat “KAN” terasa lebih abadi. Sebab cerita seperti ini tidak pernah habis dimakan waktu. Selalu ada orang yang jatuh cinta pada orang yang salah. Selalu ada sahabat yang menahan diri untuk tidak berkata terlalu keras.

Kali ini, Mawar memilih menjadi sahabat itu. (Sumber)

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Brunei Darussalam

    AFF U19, Thailand Pesta Gooll Bungkam Brunei Darussalam 6-0

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Brunei Darussalam U19 kini terlihat kesulitan di Piala AFF U-19 2024, setelah kembali mengalami kekalahan telak. Setelah kalah 11-0 dari Malaysia, kini giliran Thailand yang melumat Brunei dengan skor 6-0 di pertandingan kedua babak penyisihan Grup C, yang berlangsung di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya pada Senin sore (22/7). Meskipun Brunei […]

  • pemilik penipuan Minimarket SEA MART wawan Diduga Menipu Bilyet Giro Kosong

    Pemilik Minimarket SEA MART Diduga Menipu dengan Bilyet Giro Kosong

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kasus dugaan penipuan yang melibatkan pemilik Minimarket SEA MART di Kota Blitar dan Kabupaten Malang, Wawan Tri Atmajaya, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya. Terdakwa yang juga pemegang saham PT Gamma Tirta Utama, diduga telah merugikan PT Unirama Duta Niaga sebesar miliaran rupiah dengan memberikan Bilyet Giro kosong.D Diruang Garuda 1 Pengadilan […]

  • Kapolda Jatim Pengamanan Natal Surabaya

    Pengamanan Natal di Surabaya: Kapolda Jatim Pastikan Gereja Aman

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Untuk memastikan ibadah malam Natal berlangsung aman dan kondusif, Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Imam Sugianto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur turun langsung ke sejumlah gereja di Surabaya. Salah satu kunjungan dilakukan di Gereja Katolik St. Vincentius A Paulo, Jalan Widodaren, Surabaya, pada Selasa (23/12). Dalam kesempatan […]

  • Jadwal Tayang Film Mickey di BIoskop

    Jadwal Tayang Film Mickey 17 di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film “Mickey 17” merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Edward Ashton, menjanjikan pengalaman menonton yang luar biasa. Sutradara terkenal, Bong Joon-ho, karena interpretasinya yang unik dalam mengadaptasi karya tulis menjadi film, sehingga kemungkinan adanya perubahan signifikan dari materi asli sangat mungkin terjadi. Kisah “Mickey 17” berpusat pada tokoh Mickey Barnes (diperankan oleh […]

  • Jadwal tayang film Singsot Siulan Kematian di Bioskop Surabaya

    Film Singsot, Jadwal Tayang Bioskop Surabaya dan Kisah Horor Siulan Malam

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film Singsot: Siulan Kematian merupakan karya sinematik bergenre horor yang digarap oleh sutradara Wahyu Agung Prasetyo. Naskah film ini adalah hasil kolaborasi antara Vanis dan Wahyu Agung Prasetyo. Produksi film ini oleh Clock Work Films yang bekerja sama dengan Ravacana Films. Tokoh sentral dalam film ini, Ipung, oleh Ardhana Jovan. Sementara itu, Landung […]

  • Dekopinda Koperasi Berdaya

    Peringati Hari Koperasi Nasional Ke- 79, Dekopinda Sidoarjo Dorong “Koperasi Berdaya Demi Indonesia Berjaya”

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Kabupaten Sidoarjo, menjadi momentum penting menghidupkan kembali semangat gotong royong gerakan koperasi. Ketua Dekopinda Sidoarjo, Bambang Pujianto, mengatakan koperasi harus tumbuh sehat, modern, dan akuntabel. “Dekopinda hadir mengonsolidasikan gerakan koperasi agar berdaya,” ujarnya, dalam seremoni pembukaan, di lapangan Mapolsekta Sidoarjo, pada Minggu (26/7/2026). Ia menambahkan, dukungan […]

expand_less